
Dampak Banjir Bandang di Salareh Aia
Banjir bandang dan longsor yang terjadi di wilayah Salareh Aia, Palembayan, Sumatra Barat pada hari Kamis (27/11) menyebabkan akses air bersih bagi warga terdampak menjadi terputus. Kondisi ini juga memengaruhi operasional dapur umum yang dibangun oleh prajurit TNI Angkatan Darat.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Berdasarkan pengamatan langsung dari lokasi, Serdana, seorang prajurit Kodim 0304/Agam, menjelaskan bahwa dapur umum di Salareh Aia sangat membutuhkan air bersih untuk memasak makanan yang akan didistribusikan kepada para korban bencana. Selama dapur umum beroperasi sejak Sabtu (29/11), para prajurit harus mengambil air dari rumah warga yang berjarak sekitar 200 meter menggunakan jerigen.
“Di sini sebenarnya ada sumur bor, namun mesinnya rusak. Yang kami butuhkan saat ini adalah mesin air,” ujar Serdana ketika ditemui di Salareh Aia, Palembayan, Sumbar pada Sabtu (6/12).
Ia menambahkan, hingga saat ini pemerintah belum memberikan tanda-tanda akan mengirimkan bantuan mesin air. Oleh karena itu, para prajurit bergerak cepat mencari sumber air bersih dari rumah-rumah warga sekitar.
Operasional Dapur Umum
Menurut Serdana, saat ini dapur umum tersebut baru saja menerima satu mesin air dari salah satu anggota dewan Sumbar. Dapur umum mulai beroperasi setelah dua hari setelah Nagari Salareh Aia disapu banjir besar serta longsor.
Mereka mendirikan dapur tersebut di salah satu rumah warga yang dahulu digunakan sebagai rumah jahit. “Sementara ini kami gunakan sebagai dapur bersama,” katanya.
Di depan dapur umum, parkir mobil pickup yang kemudian disulap menyerupai sebuah dapur. Di dalamnya tertata beberapa karung beras, telur, mi instan dan beberapa dus air mineral. Di sisi kiri mobil dibentangkan dua buah meja, yang satu digunakan untuk meletakkan dua buah kompor sementara sisanya digunakan untuk kegiatan potong-memotong bahan masakan.
Para anggota TNI dari Kodim 0304/Agam bertugas menyiapkan makanan untuk para korban bencana, prajurit yang bekerja di lapangan serta para relawan. Bahan makanan diperoleh dari Kodim, masyarakat, instansi terkait dan posko tetangga.
Menu Harian dan Kebutuhan Korban
Menu harian di dapur bersama Kodim 0304/Agam meliputi nasi goreng untuk sarapan, nasi telur dengan sayur untuk makan siang serta ikan sayur untuk makan malam. Setiap hari dapur umum memasak hampir 900 porsi, dengan 300 porsi per sekali makan. Seluruh makanan selalu habis.
Selama membantu menghadapi situasi darurat di Salareh Aia, warga sangat membutuhkan roti dan susu untuk bayi, serta obat-obatan. “Kadang malam hari ada warga yang masih lapar, sementara dapur sudah tutup. Jadi mereka membutuhkan roti,” ujarnya.
Dia mengatakan, apabila dapur bersama tersebut mendapatkan bantuan logistik, mereka akan segera mendorongnya ke area posko-posko di sekitar Salareh Aia. “Kalau masyarakat meminta dimasakkan mi instan, kami juga siap,” kata Serdana.