Laporan Saham Konglomerasi 2025: Emiten Happy Hapsoro Melaju Kencang

admin.aiotrade 31 Des 2025 3 menit 11x dilihat
Laporan Saham Konglomerasi 2025: Emiten Happy Hapsoro Melaju Kencang


aiotrade, JAKARTA – Pada tahun 2025, saham-saham emiten konglomerasi berhasil menjadi penopang utama laju indeks harga saham gabungan (IHSG) meskipun saham-saham blue chips mengalami tekanan. Di antara berbagai konglomerasi yang ada, saham afiliasi Happy Hapsoro menjadi yang paling tumbuh pesat.

Berdasarkan laporan Stockbit Sekuritas yang dirilis pada 30 Desember 2025, perdagangan tahun ini menjadi momentum penting bagi saham-saham konglomerasi untuk melanjutkan tren positif dari periode 2023 dan 2024. Bahkan, akselerasi pertumbuhan saham konglomerasi lebih luas mencakup berbagai kelompok lainnya, sehingga mampu mendukung kenaikan IHSG sebesar 22,13% year to date ketika saham big four banks mengalami tekanan.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Dalam laporan tersebut disebutkan bahwa terdapat tiga konglomerasi baru yang mencuat pada tahun ini dengan kenaikan harga saham secara keseluruhan yang sangat signifikan, yaitu Happy Hapsoro, Bakrie, dan Haji Isam.

Berikut adalah beberapa saham afiliasi Happy Hapsoro yang mengalami kenaikan signifikan:

  • PT Bukit Uluwatu Villa Tbk. (BUVA) naik 2.680% year to date
  • PT Minna Padi Investama Sekuritas Tbk. (PADI) melejit 1.130%
  • PT Red Planet Indonesia Tbk. (PSKT) naik 868,8%
  • PT Raharja Energi Cepu Tbk. (RATU) naik 756,5%
  • PT Sanurhasta Mitra Tbk. (MINA) naik 712,8%
  • PT Pakuan Tbk. (UANG) naik 512,2%
  • PT Singaraja Putra Tbk. (SINI) naik 512,2%
  • PT Rukun Raharja Tbk. (RAJA) naik 124,3%

Selain itu, saham-saham afiliasi Grup Bakrie juga menunjukkan pertumbuhan yang kuat, seperti:

  • PT Intermedia Capital Tbk. (MDIA) naik 780% year to date
  • PT Visi Media Asia Tbk. (VIVA) naik 700%
  • PT Energi Mega Persada Tbk. (ENRG) naik 595,7%
  • PT Graha Andrasentra Propertindo Tbk. (JGLE) naik 583,3%
  • PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk. (VKTR) naik 550%
  • PT Darma Henwa Tbk. (DEWA) naik 503,6%
  • PT Bakrie Sumatera Plantations Tbk. (UNSP) naik 349,5%
  • PT Bakrieland Development Tbk. (ELTY) naik 275%
  • PT Bakrie & Brothers Tbk. (BNBR) naik 262,9%
  • PT Ancara Logistics Indonesia Tbk. (ALII) naik 236%
  • PT Bumi Resources Minerals Tbk. (BRMS) naik 217,9%
  • PT Bumi Resources Tbk. (BUMI) naik 210,2%

Sementara itu, saham afiliasi Haji Isam juga mengalami kenaikan tinggi, antara lain:

  • PT Pradiksi Gunatama Tbk. (PGUN) naik 2.205,4% year to date
  • PT Jhonlin Agro Raya Tbk. (JARR) naik 941,9%
  • PT Dana Brata Luhur Tbk. (TEBE) naik 317,6%
  • PT Fast Food Indonesia Tbk. (FAST) naik 100,3%

Meski demikian, kinerja saham konglomerasi sepanjang 2025 sempat terhambat oleh beberapa kendala. Stockbit Sekuritas menjelaskan bahwa perkembangan saham konglomerasi dapat dikategorikan menjadi dua periode berdasarkan dinamika Morgan Stanley Capital International (MSCI), yang menjadi faktor kunci dalam memengaruhi sentimen keseluruhan.

Pada semester I 2025, sentimen cenderung negatif setelah MSCI mengumumkan rencana untuk memperketat kriteria index inclusion. Pada Februari 2025, MSCI menyatakan bahwa BREN, CUAN, dan PTRO tidak akan masuk ke dalam MSCI Indonesia Investable Market Index pada review indeks Februari 2025 karena potensi kendala investability. Selanjutnya, pada April 2025, MSCI mengumumkan bahwa BREN, CUAN, dan PTRO tetap tidak akan dimasukkan ke dalam daftar inklusi pada review indeks Mei 2025. MSCI juga mulai mengkaji penambahan peraturan di mana saham-saham di BEI yang dalam 12 bulan terakhir pernah masuk dalam pengumuman unusual market activity dan/atau papan pemantauan akibat pergerakan harga yang tidak biasa tidak akan dipertimbangkan masuk ke dalam MSCI Global Investable Market Indexes.

Namun, sentimen berubah pada semester II 2025 seiring pembatalan wacana pengetatan MSCI sebelumnya. Momentum menguat terjadi ketika dalam pengumuman MSCI Agustus 2025, dua saham konglomerasi, DSSA dan CUAN berhasil masuk ke dalam indeks MSCI Indonesia Global Standard.

Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. aiotrade tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan