
Penanganan Aduan Masyarakat Melalui WhatsApp
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengumumkan bahwa dirinya akan langsung memantau proses penanganan aduan masyarakat melalui layanan pesan singkat WhatsApp yang diberi nama "Lapor Pak Purbaya". Saat ini, jumlah aduan yang masuk telah mencapai 28.390 pesan. Dalam sebuah taklimat media di Kantor Kementerian Keuangan Jakarta, Jumat 24 Oktober 2025, Purbaya menyebutkan bahwa sekitar separuh dari aduan tersebut sudah diverifikasi, yaitu sebanyak 14.025 pesan.
Dari total aduan yang masuk, terdapat berbagai jenis laporan, antara lain:
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
- 722 pesan merupakan aduan
- 353 pesan berupa masukan
- 432 pesan berupa pertanyaan
- 12.518 pesan lain-lain
Sementara itu, sebanyak 14.365 pesan masih dalam proses verifikasi. Laporan yang telah diverifikasi akan diteruskan ke Inspektorat Jenderal Kemenkeu untuk memastikan independensi dalam penanganan aduan, dengan koordinasi teknis bersama Direktorat Jenderal Pajak (DJP) dan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC).
Per 24 Oktober 2025 pukul 08.00 WIB, sebanyak 239 aduan terkait DJP dan 198 aduan terkait DJBC telah diteruskan ke Itjen. Untuk memastikan bahwa aduan masyarakat benar-benar ditindaklanjuti, Purbaya akan melakukan inspeksi mendadak secara acak.
Setelah berapa puluh kasus yang Anda laporkan, saya akan datangi orangnya. Saya telepon sendiri biar kontrolnya langsung dari saya, ujar Purbaya.
Tantangan dalam Proses Verifikasi
Menurut Purbaya, proses verifikasi sering kali terhambat karena pelapor tidak bisa dihubungi setelah menyampaikan aduan. Ia menjelaskan bahwa pelapor mungkin ragu untuk mengangkat telepon karena nomor pemanggil tidak dikenali. Hal ini menjadi salah satu kendala dalam memastikan bahwa aduan dapat diproses dengan baik.
Untuk mengatasi hal ini, Purbaya mengumumkan bahwa tim "Lapor Pak Purbaya" akan melakukan verifikasi menggunakan nomor khusus, yaitu 0815-9966-662. Nomor ini berbeda dengan kanal aduan yang biasanya menggunakan nomor 0822-4040-6600.
Kami akan melakukan konfirmasi pakai nomor 0815-9966-662. Kalau masyarakat mengirim laporan ke saya, kalau yang nanya tentang laporan itu bukan nomor ini, jangan dijawab. Jangan dipercaya. Kami hanya akan melakukan (verifikasi) pakai nomor tunggal ini, tuturnya.
Pentingnya Keamanan dan Kepercayaan
Dengan penggunaan nomor khusus untuk verifikasi, Purbaya berharap masyarakat lebih percaya dan aman dalam memberikan aduan. Ia menegaskan bahwa hanya nomor tersebut yang akan digunakan oleh tim untuk melakukan konfirmasi. Hal ini bertujuan untuk menghindari penipuan atau pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab.
Langkah Konkret untuk Menjaga Integritas
Selain itu, Purbaya juga menekankan pentingnya menjaga integritas dalam penanganan aduan masyarakat. Dengan adanya sidak yang dilakukan secara acak, ia ingin memastikan bahwa semua aduan yang masuk benar-benar ditindaklanjuti dengan baik. Ini juga menjadi bentuk komitmen pemerintah dalam menjaga transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan keuangan negara.