Latihan Soal Bahasa Indonesia Kelas 11 SMA Halaman 75 Kurikulum Merdeka

admin.aiotrade 08 Nov 2025 3 menit 17x dilihat
Latihan Soal Bahasa Indonesia Kelas 11 SMA Halaman 75 Kurikulum Merdeka
Latihan Soal Bahasa Indonesia Kelas 11 SMA Halaman 75 Kurikulum Merdeka

Latihan Soal Bahasa Indonesia Kelas 11 SMA Halaman 75 Kurikulum Merdeka

Cerpen yang berjudul "Tanah Air" karya Martin Aleida memiliki latar belakang sejarah yang penting untuk dipahami. Cerpen ini mengambil setting dari peristiwa Gerakan 30 September 1965, di mana Partai Komunis Indonesia (PKI) dituduh mencoba merebut kekuasaan dan menyebabkan gugurnya tujuh jenderal TNI. Setelah peristiwa tersebut, banyak orang yang dituduh sebagai anggota PKI mengalami diskriminasi, pembuangan, serta tekanan sosial yang berat.

Salah satu tempat yang menjadi simbol dalam cerpen ini adalah Tjandra Naja, sebuah bangunan bersejarah di Jakarta. Selain itu, cerpen ini juga menyentuh tentang Revolusi Kebudayaan di Tiongkok yang dipimpin oleh Mao Zedong, yang menimbulkan kekacauan di negara tersebut.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Berikut adalah beberapa pertanyaan latihan soal Bahasa Indonesia kelas 11 SMA halaman 75 Kurikulum Merdeka:

Kegiatan 1: Menemukan Informasi Peristiwa Sejarah

Untuk memahami isi cerita pendek "Tanah Air" secara komprehensif, siswa perlu memiliki pengetahuan tentang latar belakang sejarah terkait peristiwa Gerakan 30 September 1965. Berikut beberapa hal yang harus diketahui:

  • Tjandra Naja
    Temukan informasi tentang gedung atau tempat bernama Tjandra Naja. Mengapa tempat tersebut menjadi istimewa dalam cerpen tersebut? Berikan alasan dan bukti yang mendukung!

  • Peristiwa G30S/PKI 1965
    Apa yang kamu ketahui tentang peristiwa G30S/PKI 1965? Mengapa peristiwa itu terjadi dan mengapa ini disebut sejarah kelam bagi Indonesia?

  • Dampak setelah G30S/PKI 1965
    Setelah peristiwa 30 September 1965, apa dampak yang harus ditanggung oleh orang-orang yang dituduh sebagai anggota PKI?

  • Revolusi Kebudayaan di Tiongkok
    Apa itu Revolusi Kebudayaan di Tiongkok/China? Apa latar belakang terjadinya gerakan tersebut dan mengapa peristiwa itu disebut sebagai peristiwa kelam di Tiongkok pada waktu itu?

Setelah menemukan informasi tersebut, siswa diminta untuk mempresentasikan hasil temuan secara lisan di hadapan kelompok lain.

Jawaban atas Pertanyaan-Pertanyaan di Atas

  • Tjandra Naja
    Tjandra Naja merupakan nama dari bangunan yang ada di Jalan Gajah Mada, Jakarta yang sekarang merupakan sebuah cagar budaya. Dianggap sebagai cagar budaya karena bangunan ini dulunya adalah rumah dari keluarga Khouw van Tamboen, terutama Majoor der Chinezen Khouw Kim An. Keluarga tersebut merupakan pemimpin bangsa Tionghoa di Batavia yang terakhir, yaitu pada tahun 1910-1918 dan diangkat kembali pada tahun 1927-1942. Bangunan ini memiliki arsitektur Tionghoa yang masih kental serta bangunan yang luas, yaitu sekitar 2.250 meter persegi.

  • Peristiwa G30S/PKI 1965
    Seperti namanya, G30S/PKI 1965 adalah peristiwa yang terjadi pada 30 September 1965. Pada saat itu, Partai Komunis Indonesia (PKI) berencana merebut kekuasaan pemerintahan Presiden Soekarno. Peristiwa tersebut menimbulkan sejumlah korban, di antaranya yang menjadi korban adalah tujuh jenderal Angkatan Darat. Tujuh jenderal yang gugur tersebut disebut sebagai Pahlawan Revolusi.

  • Dampak bagi Orang-orang yang Dituduh sebagai Anggota PKI
    Dampak yang harus ditanggung oleh orang-orang yang dituduh sebagai anggota PKI sangat banyak. Gugurnya tujuh jenderal Angkatan Darat menyebabkan anggota dan simpatisan PKI mengalami pembuangan dan berbagai diskriminasi lainnya.

  • Revolusi Kebudayaan di Tiongkok
    Revolusi Kebudayaan di Tiongkok juga disebut Revolusi Kebudayaan Proletarian Besar. Gerakan yang dipelopori oleh Ketua Partai Komunis Tiongkok, yaitu Mao Zedong ini terjadi di Tiongkok sejak 1966 sampai 1976. Pada saat itu, gerakan ini bertujuan untuk memberikan pengaruh atau menyebarkan ideologi komunis yang mereka anggap paling benar untuk pemerintahan negara mereka. Sayangnya, gerakan tersebut menyebabkan pertumpahan darah di Tiongkok. Hal tersebut terjadi pada periode 1966-1967.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan