Lawan Perdagangan Manusia, Korea Selatan Siapkan Sanksi Keuangan untuk Musnahkan Jaringan Kejahatan

admin.aiotrade 20 Okt 2025 3 menit 11x dilihat
Lawan Perdagangan Manusia, Korea Selatan Siapkan Sanksi Keuangan untuk Musnahkan Jaringan Kejahatan

Tindakan Korea Selatan terhadap Jaringan Kejahatan Kamboja

Korea Selatan sedang mempersiapkan langkah tegas dalam menghadapi jaringan kejahatan yang berbasis di Kamboja. Jaringan ini dikenal melakukan perdagangan manusia dan penipuan skala besar, yang menyebabkan lonjakan penculikan warga negara Korea Selatan di wilayah tersebut. Langkah ini akan menjadi respons paling signifikan dari pemerintah sejauh ini, setelah kritik terhadap lambannya tindakan pemerintah.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Konfirmasi tentang sanksi ini diperkirakan akan diumumkan akhir bulan ini. Menurut otoritas keuangan, Financial Intelligence Unit (FIU) di bawah Komisi Jasa Keuangan sedang meninjau penetapan tersangka kriminal dan bisnis terafiliasinya sebagai "entitas terbatas." Penetapan ini akan membekukan aset dan memblokir transaksi keuangan, termasuk mata uang digital.

Seorang pejabat menjelaskan bahwa semua departemen pemerintah terkait telah berkonsultasi mengenai cara mendefinisikan sifat organisasi kriminal Kamboja dan cara menanggapinya. Diskusi ini muncul setelah Amerika Serikat dan Inggris mengumumkan sanksi bersama terhadap dua grup di Kamboja, yaitu Prince Group dan Huione Group.

Prince Group ditetapkan oleh Departemen Keuangan Amerika Serikat sebagai organisasi kriminal transnasional. Ketua sekaligus CEO-nya, Chen Zhi, didakwa atas tuduhan penipuan keuangan daring dan pencucian uang. Keberadaannya kini masih belum diketahui setelah sanksi diumumkan. Sementara itu, Huione Group juga telah terputus dari sistem keuangan Amerika Serikat.

Sampai saat ini, besarnya aset mereka di Korea Selatan masih belum diketahui. Kepolisian Korea Selatan sedang menyelidiki klaim bahwa Prince Group mengoperasikan kantor di Seoul, yang kemungkinan berfungsi sebagai kedok untuk perekrutan terkait penipuan pekerjaan di luar negeri.

Afiliasi real estat Prince Group diketahui telah mengoperasikan kantor di lantai 16 sebuah gedung di Distrik Gangnam, Seoul Selatan, sejak bulan Februari, dengan nama KINGMEN REAL ESTATE GROUP.

Dalam audit parlemen hari Jumat (17/10), Yoo Jae Seong, pelaksana tugas kepala Badan Kepolisian Nasional, mengatakan bahwa polisi sedang menyelidiki tuduhan tersebut untuk menentukan apakah akan membuka penyelidikan formal terhadap afiliasi Prince Group di sana.

Perubahan Sikap Pemerintah Korea Selatan

Sanksi Korea Selatan yang diantisipasi ini akan menandai perubahan besar dalam sikap Seoul, yang hingga saat ini lebih mengutamakan diplomasi daripada tindakan hukuman. FIU juga berencana memperluas investigasinya terhadap aktivitas pencucian uang yang melibatkan mata uang kripto di seluruh Asia Tenggara pada akhir tahun ini.

Laporan penculikan dan penahanan ilegal warga Korea Selatan di Kamboja yang diterima oleh kantor Kementerian Luar Negeri setempat melonjak tajam menjadi 330 per Agustus, dibandingkan dengan hanya 17 kasus sepanjang tahun 2023. Dalam banyak kasus, korban yang tergiur tawaran pekerjaan palsu dipaksa berpartisipasi dalam skema penipuan daring, seringkali di bawah ancaman penyiksaan atau kematian.

Awal bulan ini, kemarahan publik Korea Selatan meningkat setelah seorang mahasiswa berusia 22 tahun yang diculik di Kamboja ditemukan tewas dengan bukti penyiksaan berat. Untuk mencegah tragedi serupa, Kementerian Kehakiman Korea mulai memasang peringatan publik di Bandara Internasional Incheon bagi penumpang yang berangkat ke Kamboja, memperingatkan mereka akan meningkatnya risiko penipuan kerja, pemenjaraan, dan penculikan.

Maskapai penerbangan juga telah diarahkan untuk membagikan selebaran yang mengimbau kehati-hatian dan menyediakan informasi kontak darurat. Menurut Badan Kepolisian Nasional, 64 warga Korea Selatan yang dipulangkan dari Kamboja pada hari Sabtu sedang diselidiki. Para tersangka, yang telah ditahan oleh polisi Kamboja, ditangkap setelah menaiki pesawat carteran ke Korea Selatan sekitar pukul 02.00 waktu setempat. Mereka diduga terlibat dalam kejahatan seperti penipuan suara dan penipuan asmara yang dilakukan di kompleks kriminal Kamboja. Polisi sedang menyelidiki apakah mereka berpartisipasi secara sukarela atau dipaksa untuk terlibat dalam skema tersebut.

Bagikan Artikel:
admin.aiotrade
admin.aiotrade

Penulis di Website. Berfokus pada penyajian informasi yang akurat, terpercaya, dan analisis mendalam seputar teknologi finansial.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan