
Kebutuhan Air Bersih di Kota Cimahi
Pemerintah Kota (Pemkot) Cimahi terus berupaya memenuhi kebutuhan layanan air bersih bagi 100.000 Sambungan Rumah (SR) yang tersebar di seluruh wilayah kota. Selain jumlah SR yang harus diperbanyak, kualitas air juga menjadi perhatian utama.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Menurut informasi yang didapatkan, jangkauan air bersih menjadi tantangan besar yang harus dihadapi bersama. Jika hanya mengandalkan kemampuan daerah, akan sangat sulit untuk mencapai target tersebut. Setiap tahun, Pemkot Cimahi mampu membangun sekitar 500 SR, dan kadang ada bantuan dari pusat maupun provinsi. Namun, kebutuhan yang ada mencapai puluhan ribu SR, sehingga kolaborasi dengan berbagai pihak sangat diperlukan.
Kota Cimahi memiliki makna "Cai-Na Mahi", yang artinya air yang cukup. Namun, pertanyaannya adalah apakah air yang tersedia berkualitas? Banyak kasus keracunan makanan bergizi gratis (MBG) terjadi akibat kualitas air yang buruk. Mudah-mudahan hal ini tidak terjadi di Kota Cimahi.
Pemkot Cimahi memiliki BLUD Air Minum yang bertugas mengolah air melalui Sistem Pengolahan Air Minum (SPAM), dengan sumber air baku dari aliran Sungai Cimahi. Saat ini, BLUD tersebut melayani sekitar 8.000 SR. Di tahun ini, Pemkot akan membangun sekitar 435 SR di Cigugur Tengah dan beberapa wilayah lainnya. Selain itu, bantuan dari provinsi juga digunakan untuk menambah SR dalam rangka pemenuhan layanan air bersih.
Sebagian masyarakat Kota Cimahi mendapat pelayanan air bersih dari Perumda Tirta Raharja, sedangkan sebagian wilayah lainnya dilayani oleh Perumda Tirtawening. Namun, kondisi SR dan pipa milik Perumda Tirta Raharja kebanyakan sudah tua dan tidak lancar, sehingga banyak warga yang mengeluh kepada Pemkot Cimahi.
Pihak Pemkot berharap ke depan dapat menggabungkan layanan air bersih untuk warga dalam satu naungan. Ada beberapa skema yang dipertimbangkan, seperti akuisisi layanan SR dari PDAM Tirta Raharja atau PDAM Tirtawening. Pada tahun 2026, Pemkot Cimahi akan mulai melakukan penjajakan dengan PDAM Tirta Raharja agar bisa bekerja sama dan sinergis. Saat ini, penjualan air baku ke Tirta Raharja sudah berjalan.
Saat ini terdapat 47 titik sumur artesis yang dikelola oleh Kelompok PSPAM se-Kota Cimahi. Dengan adanya sumur artesis yang dikelola secara swadaya oleh masyarakat, membantu memenuhi kebutuhan air bersih. Namun, pengelolaan artesis tidak boleh dieksplotasi berlebihan karena dapat menyebabkan penurunan muka air tanah, terutama jika digunakan untuk keperluan industri skala besar.
Pemkot Cimahi berharap lewat kegiatan peningkatan kapasitas bagi para pengelola sumur artesis dapat meningkatkan layanan air bersih. Penting untuk memperhatikan aspek lingkungan dan sosial agar air terkelola dengan baik. Dengan demikian, masyarakat akan terpenuhi kebutuhan air bersih yang berkualitas, dan juga muncul multiplier effect dalam membangkitkan perekonomian masyarakat.