Pembentukan Koalisi LDP-NIK untuk Mendukung Sanae Takaichi sebagai Perdana Menteri Jepang
Partai Demokrat Liberal (LDP) yang berkuasa dan partai oposisi Nippon Ishin no Kai (NIK) secara resmi menandatangani perjanjian koalisi pada Senin malam waktu setempat (20/10/2025). Peresmian ini menjadi langkah akhir menuju terbentuknya pemerintahan bersama yang dipimpin oleh Sanae Takaichi. Adapun Sanae Takaichi, selaku Presiden LDP, dan pemimpin Nippon Ishin sekaligus Gubernur Osaka Hirofumi Yoshimura menandatangani perjanjian tersebut langsung di gedung Diet Parlemen di Tokyo.
“Sebagai partai yang berbagi visi kebangsaan, saya sangat menghargai keterlibatan (Ishin) dalam diskusi kebijakan yang panjang dan serius,” ujar Takaichi di awal pertemuan. “Saya berharap dapat bekerja sama untuk membentuk ulang Jepang dengan cara yang dapat kami wariskan secara bertanggung jawab kepada generasi mendatang.”
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Sementara itu, Yoshimura menyatakan rasa antusiasnya dalam menjadi mitra baru pengganti Partai Komeito dalam koalisi bersama LDP. Seperti yang diketahui sebelumnya, Komeito mengakhiri kerjasama selama 26 tahun terakhir dengan LDP lantaran keengganan partai yang dipimpin oleh Tetsuo Saito tersebut untuk mendukung Sanae Takaichi sebagai PM Jepang.
“Kami berbagi visi kebangsaan yang sama dan keinginan memperkuat Jepang. Sebagai partai reformis, kami ingin mendorong reformasi yang selama ini kami advokasi,” ungkap Yoshimura dalam konferensi pers.
Pengesahan koalisi ini dilakukan menjelang berlangsungnya sidang istimewa anggota parlemen yang akan diselenggarakan pada Selasa 21 Oktober. Sidang istimewa tersebut mengagendakan pemungutan suara untuk pemilihan Perdana Menteri Jepang yang baru. Lewat koalisi LDP-NIK, total Sanae akan mendapatkan dukungan suara 231 kursi di majelis rendah parlemen yang dominan.
Jumlah tersebut terpaut dua kursi untuk mencapai angka mayoritas. Meski begitu, jumlah kursi gabungan yang dimiliki LDP dan Ishin belum mencapai mayoritas di kedua kamar Diet, baik di level Dewan Perwakilan Rakyat maupun Dewan Penasihat. Namun demikian, jumlah kursi tersebut sudah cukup besar untuk mendorong Sanae Takaichi memenangkan pemungutan suara di parlemen Jepang dan hampir memastikan dirinya akan menjadi perdana menteri perempuan pertama di Jepang.
Kabinet Baru Sanae Takaichi
Selain meresmikan koalisinya, Sanae Takaichi juga memulai pertimbangan menyeluruh terhadap susunan kabinet barunya nanti. Sebelumnya dalam pembentukan koalisi dengan NIK, LDP sempat meminta partai yang dipimpin oleh Hirofumi Yoshimura untuk menyampaikan daftar calon menteri Kabinetnya. Namun demikian, NIK cenderung menolak tawaran dari LDP tersebut. Sebagai gantinya, NIK mengajukan Takashi Endo yang merupakan ketua Komite Urusan Diet sebagai penasihat khusus perdana menteri.
Sementara itu, Sanae Takaichi juga telah memutuskan untuk mengangkat mantan Menteri Pertahanan Minoru Kihara sebagai Sekretaris Kabinet yang merupakan jabatan kunci dalam operasi pemerintahan. Untuk mempererat persatuan dalam LDP, ia berencana mengangkat mantan Sekretaris Jenderal Toshimitsu Motegi, yang menjadi pesaingnya dalam bursa kepemimpinan partai, sebagai menteri luar negeri.
Ia juga berencana memberikan jabatan Kabinet kepada pesaing pemilihannya Shinjiro Koizumi, Menteri Pertanian saat ini, dan Yoshimasa Hayashi, Sekretaris Kabinet saat ini. Selama bursa kepemimpinan partai, Takaichi menyatakan niatnya untuk mengangkat banyak anggota parlemen perempuan ke posisi Kabinet jika ia terpilih menjadi perdana menteri.
Perhatian kini tertuju pada apakah jumlah menteri perempuan dalam Kabinet akan melampaui rekor sebelumnya sebanyak lima orang. Menurut beberapa sumber internal partai, Satsuki Katayama, mantan menteri revitalisasi daerah yang mendukung Takaichi dalam bursa kepemimpinan, dan Midori Matsushima, mantan menteri kehakiman, sedang dipertimbangkan untuk mendapat jabatan Kabinet.

Selain representasi kaum wanita, sorotan juga tertuju pada wacana pengangkatan anggota parlemen yang terlibat dalam skandal pendanaan politik LDP ke dalam kabinet Sanae Takaichi. Seperti yang diketahui sebelumnya, Perdana Menteri Fumio Kishida dan Shigeru Ishiba selama ini telah menghindari mengangkat anggota LDP yang bermasalah dalam Kabinet mereka.