
Pandangan Jusuf Kalla Mengenai Ekonomi Indonesia
Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI, Jusuf Kalla (JK), memberikan paparan mengenai konsep Jalan Baru Ekonomi Indonesia di Universitas Hasanuddin (Unhas), Makassar. Acara ini berlangsung dalam rangka memperingati Dies Natalis ke-77 Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Unhas. Dalam sesi tersebut, JK menyampaikan materi bertajuk “Jalan Baru Ekonomi Indonesia: Evaluasi dan Rekonstruksi Strategi Pembangunan Indonesia” di Arsjad Rasjid Lecture Theater, Unhas Tamalanrea, Makassar, Sulawesi Selatan, pada Senin (15/12/2025).
Pemaparan yang dilakukan oleh JK berlangsung selama kurang lebih satu jam 22 menit, dimulai dari pukul 09.58 Wita hingga 11.20 Wita. Ia berdiri di atas panggung dengan penuh semangat untuk menjelaskan potensi ekonomi nasional beserta sejumlah solusi yang dapat diterapkan.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Acara ini dihadiri oleh sejumlah tokoh penting, antara lain: * Rektor Unhas Prof Jamaluddin Jompa. * Dekan FEB Unhas Prof Mursalim Nohong. * Ketua Ikatan Keluarga Alumni Ilmu Ekonomi (IKAIE) FEB Unhas Eka Sastra.
Selain itu, beberapa ekonom juga turut hadir sebagai pembicara, seperti Abdul Hamid Paddu, Taslim Arifin, Wassiaturrahma, Sukri, Anas Iswanto Anwar, Syamsul Anam, Nursini, Abdul Madjid Sallatu, dan Marsuki.
Ketua IKAIE FEB Unhas, Eka Sastra, menyatakan bahwa acara ini merupakan bagian dari rangkaian Dies Natalis FEB Unhas. Menurutnya, para ekonom sengaja diundang untuk memberikan pemikiran dan solusi bagi bangsa. Ia menjelaskan bahwa kegiatan ini rutin dilakukan oleh komunitas akademik untuk berdiskusi dan mencari solusi terbaik bagi negeri ini.
Selama pemaparan, gagasan dan solusi yang disampaikan JK beberapa kali disambut tepuk tangan peserta. Sesekali, JK juga tampak meminum air putih untuk menjaga stamina saat berbicara.
Masalah Utama dalam Struktur Ekonomi Indonesia
Dalam pemaparannya, JK menilai kondisi ekonomi Indonesia saat ini masih belum sempurna. Meski pertumbuhan ekonomi terlihat positif, struktur pertumbuhan tersebut dinilai masih rapuh dan belum berkelanjutan. Salah satu masalah utama yang dihadapi adalah jebakan pendapatan menengah. Dalam klasifikasi ekonomi, negara dibagi ke dalam kelompok berpendapatan rendah, menengah, dan tinggi. Jika Indonesia ingin mencapai visi ekonomi emas atau menjadi negara maju, maka pendapatan per kapita harus menembus angka yang tinggi.
JK juga menyoroti ketergantungan Indonesia terhadap sumber daya alam. Menurutnya, Indonesia memang memiliki kekayaan alam yang besar. Namun permasalahan terletak pada pola pengelolaannya. Negara dinilai terlalu mengandalkan sektor ekstraktif tanpa disertai pembangunan nilai tambah memadai.
Menurut teori pembangunan ekonomi, negara seharusnya memberikan insentif lebih besar kepada sektor manufaktur. Sektor ini dinilai mampu menciptakan lapangan kerja dalam jumlah besar, mendorong transfer teknologi, serta meningkatkan ekspor dengan nilai tambah yang lebih tinggi.
Solusi untuk Membangun Ekonomi yang Lebih Kuat
JK menekankan pentingnya penguatan sektor manufaktur sebagai solusi untuk mengatasi tantangan ekonomi yang ada. Ia menilai bahwa sektor ini memiliki potensi besar dalam mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan dan inklusif. Dengan fokus pada sektor manufaktur, Indonesia dapat mengurangi ketergantungan pada sumber daya alam dan menciptakan struktur ekonomi yang lebih kuat dan stabil.
Selain itu, JK menyarankan adanya kebijakan yang lebih progresif untuk mendukung inovasi dan pengembangan industri. Hal ini termasuk peningkatan investasi dalam riset dan pengembangan teknologi, serta pemberian insentif bagi perusahaan yang mampu menciptakan nilai tambah tinggi.
Dalam kesempatan ini, JK juga menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, akademisi, dan dunia usaha dalam menciptakan lingkungan yang mendukung pertumbuhan ekonomi. Dengan sinergi yang baik, Indonesia dapat mempercepat proses transformasi ekonomi dan mencapai tujuan pembangunan yang lebih berkelanjutan.