
Usulan Pembangunan 14.882 Unit Rumah Layak Huni untuk Masyarakat Papua
Gubernur Papua, Matius Fakhiri, telah mengajukan rencana pembangunan dan rehabilitasi sebanyak 14.882 unit rumah layak huni yang ditujukan bagi masyarakat berpenghasilan rendah di Provinsi Papua. Usulan ini disampaikan kepada Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait, dalam pertemuan yang digelar di Jakarta pada Selasa, 11 November 2025.
Fakhiri menjelaskan bahwa langkah ini merupakan bagian dari komitmen Pemerintah Provinsi Papua dalam mendukung Program Strategis Nasional Pembangunan 3 Juta Rumah yang diinisiasi oleh Presiden Prabowo Subianto. Dengan adanya program tersebut, pihaknya berharap dapat memberikan akses yang lebih baik terhadap hunian layak bagi masyarakat yang membutuhkan.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Rencana pembangunan rumah tersebut mencakup sembilan kabupaten/kota di Papua, yaitu:
- Kota Jayapura: 3.512 unit
- Kabupaten Keerom: 2.504 unit
- Kabupaten Kepulauan Yapen: 1.201 unit
- Kabupaten Jayapura: 2.671 unit
- Kabupaten Supiori: 1.046 unit
- Kabupaten Waropen: 471 unit
- Kabupaten Sarmi: 335 unit
- Kabupaten Mamberamo Raya: 293 unit
- Kabupaten Biak Numfor: 2.849 unit
Dari data Badan Pusat Statistik (BPS) Papua tahun 2024, jumlah penduduk di provinsi ini mencapai 1,1 juta jiwa dengan sekitar 161.070 jiwa tergolong masyarakat miskin. Dari jumlah tersebut, sekitar 37,85 persen keluarga belum memiliki akses terhadap hunian yang layak. Kondisi ini paling banyak ditemukan di wilayah Kota Jayapura, Kabupaten Kepulauan Yapen, dan Kabupaten Keerom.
Ketiga daerah tersebut menjadi prioritas utama dalam program perumahan periode 2025–2030. Fakhiri menyampaikan apresiasinya terhadap dukungan yang diberikan oleh Menteri PKP. Ia menekankan bahwa pemerintah pusat dan daerah akan terus bekerja sama agar program ini tidak hanya menyediakan rumah, tetapi juga membuka ruang tumbuhnya ekonomi rakyat, khususnya di kawasan pesisir dan daerah terpencil.
Ia berharap semakin banyak keluarga Papua dapat menikmati hunian yang layak, aman, dan nyaman sebagai bagian dari langkah nyata menuju Papua yang lebih cerah. Fakhiri juga menyampaikan keinginannya agar jaringan jalan di Papua diperbaiki, sehingga dapat mencapai hingga ke kampung-kampung. Hal ini akan memudahkan masyarakat di daerah pegunungan untuk turun ke bawah dan mengakses fasilitas umum yang lebih baik.