Ledakan Bom Molotov di SMAN 72 Jakarta, Diduga Balas Dendam Siswa Korban Perundungan

admin.aiotrade 08 Nov 2025 3 menit 18x dilihat
Ledakan Bom Molotov di SMAN 72 Jakarta, Diduga Balas Dendam Siswa Korban Perundungan
Ledakan Bom Molotov di SMAN 72 Jakarta, Diduga Balas Dendam Siswa Korban Perundungan

Kecelakaan Bom Molotov di Sekolah Negeri 72 Jakarta

Pada Jumat (8/11/2025) siang, sebuah ledakan bom molotov mengguncang lingkungan Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 72 Jakarta. Peristiwa ini terjadi di area masjid sekolah saat pelaksanaan salat Jumat berlangsung. Kepanikan pun tidak terhindarkan ketika suara ledakan keras terdengar hingga ke luar area masjid.

Salah satu siswa kelas XI bernama Sela menjadi saksi mata dalam kejadian tersebut. Ia mengatakan bahwa ledakan itu berasal dari bom rakitan atau bom molotov yang diduga dibawa oleh salah satu siswa di sekolahnya. Menurut Sela, siswa tersebut dikenal tertutup dan sering menjadi korban perundungan oleh teman-temannya.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

“Saya menduga siswa ini ingin balas dendam dan bunuh diri. Tadi saya lihat ada tiga jenis bom, dan hanya dua yang meledak,” ujar Sela di Jakarta, Jumat.

Ledakan pertama terjadi sesaat setelah khutbah Jumat selesai dan sebelum iqomah dimulai. Suasana yang sebelumnya khusyuk seketika berubah menjadi hiruk-pikuk. “Saya berada di selasar masjid dan tidak terkena ledakan. Tapi baju saya kotor karena menolong teman yang terluka,” tambahnya.

Sela juga mengatakan, sejak pagi kegiatan di sekolah berjalan normal. Ia bersama teman-teman mengikuti kegiatan Adiwiyata yang rutin dilakukan setiap Jumat pagi. “Tidak ada tanda-tanda aneh. Semua berjalan seperti biasa,” ungkapnya.

Salah satu guru, Toto, juga turut menjadi saksi di lokasi. Ia mengatakan dirinya berada di barisan belakang imam ketika mendengar suara ledakan yang sangat keras. “Semua langsung bubar. Sejumlah siswa berlari keluar dengan kondisi panik. Beberapa ada yang terluka di bagian tangan dan kaki,” ujar Toto.

Guru tersebut mengaku sempat membantu mengevakuasi siswa yang terluka ke ruang UKS. Pihak sekolah kemudian menghubungi pihak kepolisian dan petugas pemadam kebakaran. Tak lama setelah kejadian, area masjid langsung dipasangi garis polisi untuk kepentingan penyelidikan.

Hingga sore hari, petugas kepolisian masih melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Polisi mengamankan sejumlah barang bukti berupa serpihan botol kaca, sumbu, dan cairan bahan bakar yang diduga digunakan sebagai bom molotov. Beberapa saksi, termasuk guru dan siswa, juga dimintai keterangan untuk memperjelas kronologi kejadian.

Kepala SMAN 72 Jakarta belum memberikan keterangan resmi, namun pihak sekolah menyatakan akan bekerja sama penuh dengan pihak berwenang. Peristiwa ini membuat para orang tua siswa cemas dan mendatangi sekolah untuk memastikan kondisi anak mereka. Sebagian besar siswa yang mengalami luka telah mendapatkan perawatan di rumah sakit terdekat.

Kasus ini juga membuka kembali isu serius tentang perundungan di lingkungan sekolah. Para guru dan pihak komite sekolah berharap kejadian ini bisa menjadi pembelajaran bersama agar perundungan tidak lagi dianggap hal sepele. Kepolisian menegaskan penyelidikan masih berlangsung untuk memastikan apakah benar pelaku membawa bom akibat dendam akibat perundungan.

Hingga berita ini ditulis, suasana di SMAN 72 Jakarta masih dijaga ketat oleh aparat keamanan. Kegiatan belajar mengajar sementara dihentikan hingga kondisi dinyatakan aman. Masyarakat di sekitar sekolah berharap kejadian serupa tidak terulang lagi dan lingkungan pendidikan menjadi tempat yang aman bagi seluruh siswa.


Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan