Ledakan di Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 72 Jakarta
Ledakan yang mengguncang Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 72 Jakarta terjadi pada hari Jumat, 07 November. Kejadian ini terjadi saat salat Jumat berlangsung di masjid sekolah. Sejumlah orang mengalami luka akibat ledakan tersebut.

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Menurut informasi yang diperoleh dari Kapolda Metro Jaya Irjen Asep Edi Suheri, ledakan terjadi sekitar waktu khotbah salat Jumat. Suara ledakan terdengar hingga ke area sekitar kompleks sekolah yang berada di perumahan Komando Daerah Maritim (Kodamar) TNI AL, Kelapa Gading. Dari data awal yang diterima, tercatat sekitar 54 orang korban luka. Sebagian dari mereka telah mendapat perawatan dan beberapa sudah diperbolehkan pulang.
Beberapa saksi menyebut bahwa terjadi dua kali ledakan dengan jarak beberapa detik. Aurel Palma, salah satu siswa, mengatakan, "Ledakan pertama terdengar saat kami di lapangan, lalu disusul ledakan kedua. Teman-teman yang sedang salat di lantai tiga langsung turun sambil berteriak minta tolong."
Warga sekitar, Lazarus, juga membenarkan adanya dua kali ledakan. "Ada ledakan utama, lalu beberapa detik kemudian terdengar ledakan kedua," ujarnya.

Korban dan Evakuasi
Para korban mengalami luka bakar dan luka akibat serpihan material bangunan. Polisi dan petugas medis segera mengevakuasi korban ke beberapa rumah sakit terdekat, seperti RS Islam Jakarta Cempaka Putih dan RS Yarsi. Polda Metro Jaya juga telah mendirikan posko tanggap darurat di dua rumah sakit tersebut untuk membantu para korban dan keluarga.
Sejumlah orang tua siswa mendatangi rumah sakit setelah mendapat kabar ledakan. Indri, orang tua siswa kelas 10 bernama Rifki, mengatakan anaknya selamat namun dalam kondisi syok. "Teman-temannya kanan kiri sudah berdarah-darah. Anak saya alhamdulillah selamat, tapi masih kaget dan ketakutan," ujarnya.
Orang tua korban lain, Mistri, juga menceritakan kondisi anaknya. "Anak saya sadar, tapi susah bicara karena mulutnya luka dan berdarah," ungkapnya.

Penyelidikan Polisi dan Temuan di TKP
Kepolisian telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan mensterilkan lokasi dengan bantuan tim penjinak bom (Jibom) Gegana dan Brimob Polda Metro Jaya. Irjen Asep menyatakan penyebab pasti ledakan masih diselidiki.
Dalam pemeriksaan awal, ditemukan benda menyerupai senjata api di lokasi ledakan. Namun Wakil Menko Polhukam Lodewijk F. Paulus menegaskan bahwa benda tersebut hanyalah senjata mainan. "Setelah dicek, ternyata senjata mainan, bukan senjata sungguhan," kata Lodewijk saat meninjau lokasi.

Keterlibatan Pihak Sekolah dan Dugaan Pelaku
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengungkapkan bahwa diduga pelaku ledakan berasal dari lingkungan SMAN 72 Jakarta. "Informasi sementara, pelaku masih dari lingkungan sekolah tersebut. Saat ini tim sedang mendalami identitas, latar belakang, dan kondisi rumah pelaku," ujar Kapolri dalam konferensi pers di Istana Merdeka.
Anggota sedang melakukan pendalaman terkait dengan identitas korban, kemudian juga lingkungan pelaku, termasuk rumah dan hal-hal lain yang saat ini sedang kita dalami, kata Kapolri.
Respons Pemerintah
Presiden Prabowo Subianto menyampaikan keprihatinan mendalam atas insiden ini dan memerintahkan agar penanganan korban menjadi prioritas utama. "Beliau menekankan agar semua pihak fokus pada penanganan korban terlebih dahulu. Selain itu, Presiden juga mengingatkan pentingnya kewaspadaan dan kepedulian terhadap lingkungan sekitar," ujar Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi.
Prabowo juga meminta masyarakat untuk tetap waspada dan peduli terhadap aktivitas di lingkungan rumah maupun sekolah. "Jika ada hal mencurigakan, segera laporkan agar bisa dicegah sejak dini," tambahnya.
Hingga Jumat (07/11) malam, aparat kepolisian masih terus melakukan penyelidikan di lokasi kejadian. Sementara itu, para korban terus mendapatkan perawatan intensif di rumah sakit. Pemerintah dan aparat berjanji akan mengungkap penyebab pasti ledakan agar kejadian serupa tidak terulang kembali.