
aiotrade, JAKARTA — Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo memberikan pernyataan terkait ledakan yang terjadi di SMA Negeri 72 Kelapa Gading, Jakarta Utara, pada Jumat (7/11/2025). Dalam pernyataannya, ia memastikan bahwa tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Pernyataan ini disampaikan setelah mengikuti arahan Presiden Prabowo Subianto kepada Komisi Percepatan Reformasi Polri di ruang oval Istana Merdeka, Jakarta.
“Tadi Pak Kapolda Metro sudah memberikan penjelasan dan kami baru selesai melaksanakan rapat, jadi ada beberapa hal yang mungkin perlu kami update,” ujar Listyo.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Menurut Kapolri, jumlah korban sempat dilaporkan mencapai 50–60 orang. Namun, sebagian besar dari mereka telah diperbolehkan pulang setelah mendapatkan perawatan di posko yang didirikan di sekitar lokasi kejadian. Proses pemulihan kesehatan bagi para korban sedang berlangsung secara bertahap.
Listyo juga menyampaikan bahwa polisi telah mengidentifikasi terduga pelaku ledakan tersebut. Saat ini, tim gabungan tengah melakukan pendalaman terkait identitas dan latar belakang pelaku, termasuk lingkungan tempat tinggalnya.
“Sementara untuk terduga pelaku saat ini sudah kita dapatkan, anggota sedang melakukan pendalaman terkait dengan identitas pelaku, kemudian juga lingkungan pelaku, termasuk rumah dan hal-hal lain yang saat ini sedang kita dalami dan tentunya nanti akan diinformasikan lebih lanjut setelah tim gabungan baik dari Polda Metro, Densus melaksanakan pendalaman,” imbuhnya.
Kapolri menegaskan bahwa pihaknya akan terus memberikan pembaruan informasi seiring perkembangan penyelidikan di lapangan. Ia menjelaskan bahwa hingga saat ini belum ada korban meninggal dunia, meskipun dua korban masih dalam proses operasi medis.
“Yang jelas sampai saat ini korban meninggal dunia belum ada, namun ada dua yang dilaksanakan operasi, dan sisanya dilaksanakan proses perawatan dan mudah-mudahan bisa berangsur-angsur kembali pulang. Tentunya setiap tahapan dan perkembangan yang perlu diinformasikan, akan kita informasikan,” tandas Listyo.
Penanganan Korban dan Proses Investigasi
Beberapa poin penting yang telah diungkapkan oleh Kapolri antara lain:
-
Penanganan korban:
Sebanyak 50–60 orang dilaporkan menjadi korban ledakan. Meski jumlah ini cukup besar, sebagian besar dari mereka telah diperbolehkan pulang setelah menjalani perawatan di posko darurat yang didirikan di sekitar lokasi kejadian. -
Proses investigasi:
Tim gabungan dari Polda Metro dan Densus sedang melakukan pendalaman terhadap terduga pelaku. Mereka memfokuskan pada identitas, latar belakang, serta lingkungan hidup pelaku. -
Pembaruan informasi:
Kapolri menegaskan bahwa pihaknya akan terus memberikan informasi terkini seiring perkembangan penyelidikan. Setiap tahapan yang relevan akan diumumkan secara transparan.
Kondisi Korban
Dari total korban yang tercatat, dua orang masih menjalani operasi medis. Sementara itu, sisa korban sedang dalam proses perawatan dan diharapkan dapat segera pulang dalam waktu dekat. Kepolisian juga memastikan bahwa semua korban mendapat perawatan yang memadai.
Langkah Selanjutnya
Tim investigasi akan terus bekerja untuk memperoleh informasi lebih lengkap mengenai kejadian ini. Tujuan utamanya adalah untuk mengungkap siapa pelaku, motif, serta alur kejadian yang terjadi di SMA Negeri 72. Hasil investigasi ini akan menjadi dasar bagi tindakan hukum selanjutnya.
Dengan langkah-langkah yang telah diambil, Kapolri menunjukkan komitmen pihak kepolisian dalam menangani situasi darurat serta menjaga keamanan dan kenyamanan masyarakat.