
Peristiwa Ledakan di SMAN 72 Jakarta: Kecemasan dan Penyelidikan Berlangsung
Pada Jumat, 7 November 2025 siang, sebuah peristiwa yang menggegerkan masyarakat terjadi di Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 72 Kelapa Gading, Jakarta Utara. Dua ledakan terjadi di musala sekolah tersebut, menyebabkan sebanyak 54 orang mengalami luka-luka. Peristiwa ini memicu kekhawatiran dan rasa takut di kalangan warga sekitar dan dunia pendidikan.
Kepolisian Republik Indonesia (Polri) telah menemukan seorang terduga pelaku peledakan tersebut. Namun, karena kondisi kesehatannya masih dalam proses operasi di rumah sakit, pihak kepolisian belum dapat melakukan interogasi terhadap pelaku. Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo menjelaskan bahwa penyelidikan sedang dilakukan untuk mengungkap identitas pelaku serta lingkungan sekitarnya.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
"Untuk terduga pelaku, saat ini sudah kita dapatkan. Anggota (Polri, red.) sedang melakukan pendalaman terkait dengan identitas pelaku, kemudian juga lingkungan pelaku, termasuk rumah dan hal-hal lain yang saat ini sedang kita dalami. Dan, tentunya akan diinformasikan lebih lanjut setelah tim gabungan baik dari Polda Metro Jaya, Densus, melaksanakan pendalaman," ujar Kapolri Jenderal Listyo menjawab pertanyaan wartawan di Istana Merdeka, Jakarta, kemarin malam.
Menurut informasi sementara, terduga pelaku masih berasal dari lingkungan SMAN 72 Jakarta. "Informasi sementara masih dari lingkungan sekolah tersebut," ujar Kapolri dalam konferensi pers di Istana Merdeka, Jakarta Pusat, Jumat 7 November 2025 malam.
Korban dan Penanganan Darurat
Dalam kesempatan yang sama, Listyo menyebutkan bahwa ada dua orang yang menjalani operasi akibat ledakan di SMAN 72 Jakarta. Salah satu dari mereka merupakan terduga pelaku. Motif peledakan masih dalam penyelidikan.
"Itu juga menjadi bagian yang kami dalami untuk mendalami motif bagaimana yang bersangkutan merakit dan melaksanakan aksinya. Semuanya akan kami jelaskan setelah semua informasi, temuan-temuan di lapangan, hasil penyelidikan dan penyidikan lebih lanjut lengkap," kata Kapolri.
Sejumlah korban luka-luka telah mendapatkan perawatan medis dan sebagian besar sudah kembali ke rumahnya masing-masing. Kapolri menyampaikan bahwa tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini.
Temuan Senjata Mainan dan Tulisan-Tulisan
Dari hasil pemeriksaan di lokasi ledakan, polisi menemukan senjata mainan dan tulisan-tulisan. Hal ini menjadi salah satu bagian dari penyelidikan untuk mengetahui motif pelaku.
Pengakuan Siswa dan Guru
Salah seorang siswa kelas XI SMAN 72 Jakarta, Sela, menyebutkan bahwa bom rakitan atau bom molotov yang ditemukan di masjid sekolah diduga dibawa oleh siswa yang sering di-bully atau dirundung oleh siswa lain.
"Saya menduga, siswa ini ingin balas dendam dan bunuh diri. Tadi saya lihat ada tiga jenis bom dan hanya dua yang meledak," kata Sela di Jakarta, kemarin.
Ledakan terjadi saat khutbah Jumat selesai dan akan dilanjutkan dengan ikamah. Saat itu, ada ledakan besar terjadi. "Saya di selasar masjid dan tidak terkena. Baju saya kotor karena menolong teman," katanya.
Menurut dia, orang yang ikut salat Jumat di sini merupakan siswa, guru, dan orang yang ada di sekolah saja. Sela mengaku tidak ada tanda-tanda akan terjadi ledakan karena pada pagi hari semua berjalan baik-baik saja.
"Kami tadi ikut kegiatan Adiwiyata di pagi hari," ujarnya.
Salah satu guru, Toto, mengatakan bahwa ia berada di belakang imam dan terkejut mendengar ledakan yang cukup besar. "Semua bubar dan sejumlah siswa terluka," katanya.
Penjinak Bom dan Pengamanan di Lokasi
Polda Metro Jaya telah melakukan pengamanan di tempat kejadian perkara (TKP) dengan memberikan garis polisi dan juga telah dilakukan sterilisasi oleh penjinak bom. Selain itu, polisi membuka dua posko terkait peristiwa tersebut, yakni di RS Yarsi dan RS Islam Cempaka Putih, Jakarta Pusat.
"Langkah-langkah membuat posko di Rumah Sakit Yarsi guna membantu keluarga-keluarga korban untuk mencari anak-anak didiknya yang sedang dirawat," kata Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Asep Edi Suheri.
Polda Metro Jaya pun masih mendalami penyebab ledakan yang terjadi di SMA Negeri 72, Kelapa Gading Barat, Jakarta Utara, Jumat siang tersebut.
"Itu yang kita mau dalami. Lagi sisir juga Gegana karena ledakan itu kan ada SOP khusus. Jangan sampai kita olah TKP, ada ledakan susulan. Kan belum tahu asal muasal ledakan itu karena apa," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Pol Budi Hermanto saat dikonfirmasi, Jumat.
Hingga berita ini diturunkan, petugas gabungan masih berjaga pada lokasi ledakan di SMAN 72 Jakarta, Kelurahan Kelapa Gading Barat, Kecamatan Kelapa Gading pada Jumat malam.
Sejumlah personel Brimob dengan senjata lengkap dengan helm taktis serta petugas dari Polisi Militer Angkatan Laut masih berjaga di depan gerbang SMAN 72 Jakarta. Mobil tim teknis penjinak bom juga masih terparkir di sisi kiri sekolah yang berdiri di kawasan Kodamar tersebut.