
Ringkasaan Peristiwa Ledakan di SMAN 72 Jakarta
Pada Jumat (7/11/2025), terjadi ledakan di lingkungan SMAN 72 Jakarta yang berada di kompleks Kodamar TNI Angkatan Laut, Kelapa Gading, Jakarta Utara. Peristiwa ini terjadi saat kegiatan salat Jumat tengah berlangsung, sehingga menimbulkan kepanikan besar di lingkungan sekolah dan masyarakat sekitar.
Menurut keterangan saksi mata, letusan pertama terdengar saat khotbah Jumat sedang berlangsung, disusul oleh ledakan kedua dari arah berbeda. Akibatnya, puluhan korban mengalami luka bakar dan luka akibat serpihan. Selain itu, suasana menjadi mencekam dan memicu kekacauan di sekitar lokasi kejadian.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Bahan Peledak yang Ditemukan
Dari hasil penyelidikan awal, diperkirakan bahwa terduga pelaku membawa tujuh bahan peledak. Namun, tidak semua bahan tersebut meledak saat kejadian. Hanya empat bom yang meledak, sedangkan tiga lainnya tidak aktif. Hal ini diketahui setelah aparat gabungan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) pasca-kejadian.
Juru Bicara Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri, AKBP Mayndra Eka Wardhana, membenarkan adanya tujuh bahan peledak yang ditemukan. Ia menjelaskan bahwa dua bom meledak di TKP 1 (Masjid), dua lainnya di TKP 2 (Taman Baca dan Bank Sampah), serta tiga bahan peledak yang tidak meledak.
Mayndra juga menyebut bahwa pihaknya telah mengetahui jenis bahan peledak yang dibawa oleh pelaku. Namun, ia enggan merinci detail lebih lanjut. Menurutnya, informasi lebih lengkap bisa diperoleh dari otoritas Brimob Gegana atau Polda Metro Jaya.
Kondisi Korban
Peristiwa ledakan tersebut mengakibatkan 96 orang terluka. Saat ini, sebanyak 29 korban masih dirawat di rumah sakit, sementara 67 lainnya telah dipulangkan. Berdasarkan informasi yang dihimpun, para korban tersebar di tiga rumah sakit berbeda:
- Di Rumah Sakit Islam Cempaka Putih, tercatat 14 pasien masih dirawat.
- Di Rumah Sakit Yarsi, terdapat 14 pasien yang masih dalam perawatan, dengan satu di antaranya berada di ICU.
- Di Rumah Sakit Pertamina Jaya, hanya 1 pasien yang masih dirawat.
Kondisi para korban bervariasi, mulai dari luka ringan hingga sedang. Sebagian besar korban merupakan siswa dan staf sekolah yang sedang mengikuti salat Jumat di masjid sekolah.
Kronologi Kejadian
Siswa kelas XII SMAN 72 Jakarta, A, menceritakan kronologi kejadian. Ia mengatakan bahwa suara ledakan terdengar ketika seluruh jemaah masih dalam posisi duduk berdoa menjelang akhir khotbah. Setelah ledakan terjadi, suasana langsung berubah panik. Para siswa dan guru berhamburan keluar masjid untuk menyelamatkan diri.
Beberapa orang terlihat mengalami luka bakar dan segera dibawa ke ruang kesehatan sekolah untuk mendapatkan pertolongan pertama. A menyebutkan bahwa jumlah korban luka diperkirakan mencapai belasan orang, terdiri dari siswa dan staf sekolah. Sebagian besar korban merupakan siswa kelas X dan XI yang saat itu mengikuti salat Jumat bersama di masjid sekolah.
Setelah ledakan terjadi, para korban pun dievakuasi menggunakan sejumlah ambulans ke beberapa rumah sakit. Aparat kepolisian yang tiba di lokasi segera memasang garis polisi dan membantu mengevakuasi para korban. Tak lama setelah itu, tim Gegana Korps Brimob Polri dikerahkan ke lokasi untuk melakukan penyisiran dan olah tempat kejadian perkara.
Rekaman CCTV Terduga Pelaku
Rekaman CCTV detik-detik terduga pelaku ledakan di masjid SMAN 72, FN, terekam CCTV di lingkungan rumahnya saat dibonceng ayahnya ke sekolah pada Jumat (7/11/2025) pagi beberapa jam sebelum kejadian. Dalam rekaman tersebut, FN terlihat mengenakan seragam sekolah, yakni celana panjang putih dengan seragam batik sekolahnya yang didominasi warna merah.
Dari tangkapan layar rekaman CCTV, ia juga terlihat membawa sesuatu. Dalam gambar terlihat seseorang dibonceng di atas sepeda motor, dan area itu dikelilingi tanaman serta dinding rumah berwarna terang. Pelajar itu tampak mengenakan seragam batik khas sekolah dan celana panjang putih, serta membawa tas ransel merah di punggungnya.
Satu tas ransel merah yang berada di punggung, sementara satu tas lainnya berukuran cukup besar berwarna biru, dipangkunya ketika dibonceng di jok belakang. Dari tangkapan layar itu juga terlihat bahwa ada perbedaan pakaian yang dikenakan terduga pelaku sebelum dan sesaat setelah kejadian.
Sosok Terduga Pelaku
FN dikenal sebagai sosok yang tertutup. Ketua RT di lingkungan tempat tinggal terduga pelaku, Danny Rumondor, membenarkan bahwa FN sudah tinggal sekitar 7 tahun bersama ayahnya di salah satu rumah di kompleks tersebut. Selama ini, FN dikenal sebagai sosok tertutup dan tidak pernah bersosialisasi dengan warga.
Danny mengungkapkan bahwa FN sempat bersekolah di kawasan Sukapura, Jakarta Utara, saat duduk di bangku SMP. Saat itu, pelaku masih sering bergaul dan bermain bersama teman-temannya di sekitar komplek. Namun, setelah pindah ke jenjang SMA dan mengikuti ayahnya tinggal di Kelapa Gading, perilakunya berubah menjadi lebih tertutup.
Bahkan dengan pemilik rumah pun, FN tidak pernah menyapa dan terkesan tidak memiliki tata krama. Danny menyebut bahwa FN lebih banyak di kamar dan jarang keluar rumah, bahkan sama orang rumah pun jarang ngobrol.