Ledakan di SMAN 72, Setara Institute Soroti Melemahnya Program Anti-Ekstremisme Era Prabowo

admin.aiotrade 10 Nov 2025 3 menit 17x dilihat
Ledakan di SMAN 72, Setara Institute Soroti Melemahnya Program Anti-Ekstremisme Era Prabowo

Kritik terhadap Program Pencegahan Ekstremisme di Bawah Pemerintahan Prabowo Subianto

Setara Institute mengkritisi pelemahan program pencegahan dalam menghadapi kasus intoleran aktif hingga ekstremisme berbasis kekerasan di bawah pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Kritik ini muncul menyusul peristiwa ledakan di SMA Negeri 72 Jakarta, yang menjadi peringatan bahwa masalah ekstremisme di usia dini masih besar dalam tata kebhinekaan Indonesia.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Direktur Eksekutif Setara Institute, Halili Hasan, menilai bahwa situasi zero terrorist attack dalam tiga tahun terakhir justru membuat kewaspadaan pemerintah terhadap bahaya ekstremisme melonggar. “Sejauh ini agenda dan program pencegahan yang dilakukan untuk mengatasi tantangan percepatan intoleran aktif dan remaja terpapar belum efektif dan cenderung melemah dalam pemerintahan Prabowo Subianto,” ujar Halili dalam keterangan tertulis.

Peningkatan Tingkat Intoleransi dan Ekstremisme di Kalangan Remaja

Setara Institute mencatat peningkatan signifikan dalam jumlah remaja dengan kategori intoleran aktif. Angka ini melonjak dari 2,4 persen pada 2016 menjadi 5,0 persen pada tahun 2023. Sementara itu, jumlah remaja yang terpapar ideologi ekstremisme juga meningkat dua kali lipat dari 0,3 persen menjadi 0,6 persen pada tahun yang sama.

Meski persentasenya terlihat kecil, Setara Institute menekankan bahwa dampaknya bisa sangat masif. “Kejadian di SMA 72 Jakarta merupakan peringatan keras bahwa pencegahan ekstremisme kekerasan harus selalu ditempatkan sebagai program prioritas,” tutur Halili.

Permintaan untuk Penguatan Tiga Pilar Kepemimpinan

Atas tragedi tersebut, Setara Institute mendesak penguatan Tiga Pilar Kepemimpinan, yaitu politik, birokratik, dan kemasyarakatan. Kolaborasi ketiganya dinilai krusial dalam membangun ekosistem toleransi yang tahan guncangan.

Setara juga meminta Rencana Aksi Nasional Pencegahan dan Penanggulangan Ekstremisme (RAN-PE) dan Rencana Aksi Daerah Pencegahan dan Penanggulangan Ekstremisme (RAD-PE) segera diaktivasi dan dioptimalkan. Menurut mereka, tanpa koordinasi lintas sektor yang solid, upaya pencegahan ekstremisme hanya akan menjadi program yang berjalan di tempat.

Peristiwa Ledakan di SMA 72 Jakarta

Insiden ledakan SMA 72 Jakarta terjadi ketika siswa dan guru menjalankan salat Jumat pada 7 November 2025. Ledakan terjadi dua kali. Ledakan pertama di dalam musala lantai ketiga. Lalu, menyusul ledakan kedua beberapa menit dari area belakang kantin.

Pada saat mendatangi tempat kejadian perkara (TKP), polisi menemukan senjata api mainan. Senjata itu bertuliskan tiga nama pelaku penembakan dalam masjid di berbagai negara, yakni Brenton Tarrant, Alexandre Bissonnette, dan Luca Traini.

Dugaan Pelaku dan Penyelidikan Polri

Insiden ini diduga dirancang oleh seorang pelajar dari sekolah tersebut. Terduga pelaku yang dimaksud juga terluka parah dan masih dirawat di rumah sakit meski sudah sadarkan diri.

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengatakan Polri masih menyelidiki motif di balik tindakan nekat ini. “Kami mendalami motif bagaimana yang bersangkutan kemudian merakit dan kemudian melaksanakan aksinya, semuanya akan kita jelaskan setelah semua informasi-informasi, temuan-temuan di lapangan, hasil penyelidikan, dan penyidikan lebih lanjut lengkap,” kata Listyo di Istana Merdeka, Jakarta, Jumat, 7 November 2025.

Dede Leni berkontribusi dalam penulisan artikel ini.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan