Ledakan SMAN 72 Jakarta, 32 Korban Masih Dirawat di Rumah Sakit

admin.aiotrade 11 Nov 2025 2 menit 13x dilihat
Ledakan SMAN 72 Jakarta, 32 Korban Masih Dirawat di Rumah Sakit

Kondisi Terkini Korban Ledakan di SMAN 72 Jakarta

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Budi Hermawan, memberikan informasi terbaru mengenai kondisi para korban ledakan yang terjadi di SMAN 72 Jakarta. Menurutnya, hingga saat ini masih ada 32 korban yang menjalani perawatan di rumah sakit.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

“Hingga hari ini pukul 12.00 WIB, kami memperbarui jumlah korban yang masih dirawat sebanyak 32 orang,” ujar Budi dalam konferensi pers yang digelar di Polda Metro Jaya pada Senin, 10 November 2025.

Budi menjelaskan bahwa dari 32 korban tersebut, sebanyak 13 orang dirawat di Rumah Sakit Islam Cempaka Putih, 17 orang di Rumah Sakit Yarsi Cempaka Putih, dan satu orang lainnya di Rumah Sakit Polri Kramat Jati. Pemindahan salah satu korban ke Rumah Sakit Polri Kramat Jati, menurut Budi, dilakukan berdasarkan beberapa pertimbangan, baik secara medis maupun psikologis serta untuk memudahkan penyelidikan.

“Yang bersangkutan sudah dalam kondisi sadar. Jika perkembangan kesehatannya semakin baik, akan lebih mudah bagi penyidik untuk mengambil keterangan,” tambah Budi.

Detail Insiden Ledakan di Sekolah

Ledakan di SMA Negeri 72 Jakarta terjadi pada Jumat, 7 November 2025. Peristiwa ini terjadi sekitar pukul 12.30 WIB siang ketika siswa dan guru sedang menjalankan ibadah salat Jumat di musala sekolah yang berada di Kompleks Kodamar, Kelapa Gading, Jakarta Utara.

Dalam insiden ini, terjadi dua kali ledakan. Ledakan pertama terjadi di lantai ketiga musala, kemudian disusul ledakan kedua beberapa menit setelahnya dari area belakang kantin. Ledakan tersebut menyebabkan setidaknya 96 orang terluka, termasuk terduga pelaku.

Penyelidikan dan Identifikasi Pelaku

Insiden ledakan ini diduga dilakukan oleh seorang pelajar dari sekolah tersebut. Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menyatakan bahwa terduga pelaku saat ini telah ditahan oleh Polri. Saat ini, pihak kepolisian sedang mendalami identitas, lingkungan, dan tempat tinggal pelaku.

Listyo juga menyebutkan bahwa motif pelaku masih dalam penyelidikan. “Kami sedang mendalami bagaimana yang bersangkutan merakit alat dan melaksanakan aksinya. Semua informasi akan kami sampaikan setelah hasil penyelidikan dan penyidikan lengkap,” ujarnya di Istana Merdeka, Jakarta, Jumat, 7 November 2025.

Proses Penanganan Korban dan Pengamanan Lokasi

Selain itu, pihak kepolisian juga melakukan pengamanan di lokasi kejadian untuk memastikan tidak ada risiko lanjutan. Tim medis dan psikolog juga terus berkoordinasi dengan keluarga korban guna memberikan dukungan yang diperlukan.

Pemerintah daerah dan lembaga-lembaga terkait juga turut memantau situasi agar dapat segera memberikan bantuan sesuai kebutuhan. Seluruh proses penanganan insiden ini dilakukan secara transparan dan profesional untuk memastikan keadilan serta keselamatan masyarakat.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan