
Ledakan di Sekolah Menyebabkan Banyak Korban
Pada hari Jumat, 7 November 2025 siang, terjadi sejumlah ledakan di SMAN 72 Jakarta. Peristiwa ini terjadi saat waktu sholat jumat berlangsung, sehingga mengakibatkan puluhan siswa menjadi korban dan harus mendapatkan penanganan medis di rumah sakit.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Ketua DPRD Provinsi Jakarta, Khoirudin, menyampaikan rasa prihatinnya atas peristiwa yang menimpa lingkungan sekolah tersebut. Ia menilai bahwa sekolah seharusnya menjadi tempat yang aman bagi siswa, guru, dan tenaga pendidik. Namun, kejadian ini menunjukkan bahwa sistem keamanan mungkin masih kurang memadai.
"Saya bersama seluruh anggota DPRD DKI mengungkapkan keprihatinan mendalam atas terjadinya ledakan di lingkungan sekolah yang seharusnya menjadi ruang aman bagi para siswa, guru, dan tenaga pendidik," ujar Khoirudin melalui keterangannya, Sabtu (8/11/2025).
Menurut Khoirudin, peristiwa ini harus menjadi alarm terkait pentingnya keamanan dan kenyamanan dalam pendidikan. Ia juga menyatakan bahwa diduga pelaku ledakan itu adalah salah satu siswa SMAN 72 Jakarta yang menjadi korban perundungan atau bullying. Hal ini menunjukkan bahwa isu kekerasan di sekolah tidak boleh diabaikan.
Evaluasi Sistem Keamanan Sekolah
Khoirudin menilai bahwa Pemerintah Provinsi Jakarta harus melakukan evaluasi terhadap sistem keamanan sekolah. Ia menekankan perlunya peningkatan pengawasan, terutama di sekolah negeri yang berada di kawasan kompleks terbatas atau kampus militer.
"Prosedur evakuasi, deteksi bahaya, pelatihan guru dan siswa terhadap keadaan darurat, serta kerja sama dengan aparat keamanan harus diperkuat," ujarnya.
Selain itu, ia menambahkan bahwa sinergi antarpemangku kepentingan harus diperkuat untuk mencegah terjadinya kekerasan di sekolah. Dengan begitu, lingkungan pendidikan bisa menjadi lebih aman, inklusif, dan bebas dari intimidasi ataupun kekerasan.
"Jika dugaan perundungan menjadi bagian dari latar belakang kejadian ini, maka hal tersebut harus ditangani secara serius," tambah Khoirudin.
Perlindungan dan Rehabilitasi Korban
Saat ini, Khoirudin meminta Pemprov Jakarta dapat memastikan bahwa para korban mendapatkan perlindungan. Tidak hanya perawatan medis, pemerintah juga harus melakukan trauma healing dan rehabilitasi yang layak.
Selain itu, polisi juga didorong untuk melakukan investigasi secara cepat, komprehensif, dan transparan. Dengan demikian, motif dan kerja pelaku dapat terungkap jelas agar tidak ada spekulasi yang membingungkan masyarakat.
Data Korban dan Penanganan oleh Polisi
Sebelumnya, Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Polda Metro Jaya, Kombes Budi Hermanto, menyampaikan bahwa total korban luka akibat ledakan mencapai 54 orang. Sebanyak 33 korban di antaranya masih menjalani perawatan di rumah sakit.
"Dari 54 siswa, 27 berada di Rumah Sakit Islam Jakarta dan enam di Rumah Sakit Yarsi. Dari 54 tinggal 33, 21 sudah pulang dalam kondisi alhamdulillah sudah baik," ujar dia, Jumat malam.
Menurut Budi, saat ini polisi masih melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Karena itu, ia belum bisa menyampaikan secara detail peristiwa ledakan yang terjadi ketika sholat jumat dilakukan.
Ia mengatakan, pihaknya bakal mengungkap kasus itu pada Sabtu (8/11/2025). Pengungkapan akan dilaksanakan setelah semua proses pemeriksaan selesai dilakukan.
Ia pun meminta masyarakat tetap tenang pascainsiden tersebut. Polisi disebut telah melakukan berbagai upaya penanganan terkait kasus itu.