
Kementerian Keuangan akan menggelar lelang Surat Utang Negara (SUN) pada hari Selasa, 18 November 2025. Dalam lelang ini, terdapat sembilan seri SUN yang ditawarkan dengan tingkat kupon mulai dari 5,87 persen dan setiap unitnya dilelang dengan nominal sebesar Rp 1 juta.
Lelang SUN tersebut dilaksanakan berdasarkan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 168/PMK.08/2019 tentang Lelang Surat Utang Negara di Pasar Perdana Domestik. Pemerintah menjadwalkan lelang SUN dalam mata uang rupiah untuk memenuhi sebagian dari target pembiayaan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2025.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Penawaran obligasi yang diterbitkan pemerintah tersebut ditargetkan meraup dana sebesar Rp 23 triliun. Pada lelang sebelumnya yang digelar pada 4 November 2025, jumlah penawaran yang masuk mencapai Rp 87,4 triliun, dan hanya sekitar Rp 28 triliun yang berhasil dimenangkan.
Lelang kali ini akan dibuka pada tanggal 18 November 2025 pukul 09.00 WIB dan ditutup pukul 11.00 WIB. Penjualan SUN tersebut akan dilakukan melalui sistem pelelangan yang diselenggarakan oleh Bank Indonesia. Lelang ini bersifat terbuka atau open auction dan menggunakan metode harga beragam (multiple price).
Pemerintah memiliki hak untuk menjual delapan seri SUN tersebut lebih besar atau lebih kecil dari jumlah indikatif yang ditentukan. Batas maksimal yang bisa dimenangkan mencapai 150 persen dari target indikatif sebesar Rp 23 triliun. Berikut adalah sembilan seri SUN yang akan dilelang pada hari Selasa pekan depan:
- SPN01251220 (new Issuance), jatuh tempo pada 20 Desember 2025 dengan tingkat kupon diskonto
- SPN03260218 (new Issuance), jatuh tempo pada 18 Februari 2026 dengan tingkat kupon diskonto
- SPN12261105 (reopening) jatuh tempo pada 5 November 2026 dengan tingkat kupon diskonto
- FR0109 (reopening) jatuh tempo pada 15 Maret 2031, tingkat kupon 5,875 persen
- FR0108 (reopening) jatuh tempo pada 15 April 2036, tingkat kupon 6,5 persen
- FR0106 (reopening) jatuh tempo pada 15 Agustus 2040, tingkat kupon 7,125 persen
- FR0107 (reopening) jatuh tempo pada 15 Agustus 2045, tingkat kupon 7,125 persen
- FR0102 (reopening) jatuh tempo pada 15 Juli 2054, tingkat kupon 6,875 persen
- FR0105 (reopening) jatuh tempo pada 15 Juli 2064, tingkat kupon 6,875 persen
Lelang ini menjadi bagian dari strategi pemerintah dalam memperkuat struktur utang negara dan memastikan ketersediaan dana untuk kebutuhan pembangunan serta pengelolaan APBN. Dengan adanya lelang ini, investor memiliki kesempatan untuk memperoleh surat utang negara dengan berbagai jangka waktu dan tingkat bunga yang berbeda.
Selain itu, lelang SUN juga memberikan peluang bagi para pemodal untuk menambah portofolio investasi mereka dengan produk yang relatif aman dan memiliki risiko rendah. Keterlibatan Bank Indonesia dalam penyelenggaraan lelang menunjukkan komitmen pemerintah dalam menjaga stabilitas pasar keuangan dan meningkatkan transparansi dalam proses lelang.
Dengan berbagai manfaat yang ditawarkan, lelang SUN ini diharapkan dapat mendukung pertumbuhan ekonomi nasional dan memperkuat posisi Indonesia sebagai salah satu negara dengan sistem keuangan yang stabil dan berkembang.