
Penyebab Gedung Ponpes Al Khoziny Sidoarjo Ambruk Diperiksa
Gedung Pondok Pesantren (Ponpes) Al Khoziny di Sidoarjo, Jawa Timur, ambruk pada Senin (29/9/2025) sore. Kejadian ini menimbulkan duka bagi banyak pihak, terutama para santri yang sedang melakukan salat Ashar berjemaah di lantai satu saat bangunan tiba-tiba runtuh.
Sebelum ambruk, bangunan terasa bergoyang dan memberikan guncangan yang cukup keras. Para santri langsung berhamburan keluar untuk menyelamatkan diri. Beberapa di antara mereka lari ke kampung sekitar karena khawatir akan terjadi runtuhan susulan.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Kepala Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi (LPJK), Taufik Widjoyono, mengatakan bahwa dugaan awal penyebab ambruknya bangunan tersebut berkaitan dengan struktur pendukung yang tidak mampu menahan beban. Ia menjelaskan bahwa struktur pendukung terdiri dari balok dan kolom yang harus mampu menopang seluruh beban bangunan.
"Bangunan ambruk akibat struktur pendukung yang tidak mampu menahan beban. Untuk memastikan penyebabnya, perlu dilakukan investigasi menyeluruh terhadap komponen konstruksi," ujar Taufik saat dihubungi.
Ia menekankan pentingnya pengecekan mutu beton, jumlah baja tulangan, serta proses pelaksanaan konstruksinya. Selain itu, perlu juga dicek siapa yang melakukan desain konstruksi, siapa yang menyetujui desain, siapa kontraktornya, apakah memiliki sertifikat, serta siapa yang mengawasi.
Taufik juga mengungkapkan bahwa masih banyak bangunan yang dibangun secara perseorangan, seperti ruko, musala, ruang pertemuan, bahkan masjid, yang kemudian digunakan untuk kepentingan umum. Ia menegaskan bahwa proses pembangunan memerlukan perizinan dari instansi yang berwenang menerbitkan izin dan melakukan pengawasan.
Korban Masih Tertimbun
Sejumlah santri masih tertimbun di dalam reruntuhan bangunan mushala Pondok Pesantren Al-Khoziny. Bangunan tiga lantai tersebut menimpa para santri saat sedang melakukan shalat ashar sekitar pukul 15.00 WIB pada Senin (29/9/2025).
Akibatnya, sejumlah santri yang ada di lantai dasar terjebak di dalam reruntuhan bangunan dan hingga kini masih dalam proses evakuasi. Ribuan wali santri memenuhi Kampus 2 Al-Khoziny yang dijadikan sebagai posko. Mereka menantikan kabar anaknya yang masih belum diketahui keberadaannya.
Di dalam posko juga berdiri dapur darurat yang menyuplai makanan untuk keluarga maupun petugas dan dilengkapi dengan pos kesehatan.
Kantor SAR Kelas A Surabaya mencatat, korban yang sudah terevakuasi sebanyak 102 orang. 11 di antaranya dievakuasi oleh petugas sementara lainnya mandiri. Seluruh korban dibawa ke Rumah Sakit Notopuro dan Rumah Sakit Siti Hajar. Namun, sebagian besar sudah dibawa kembali ke rumah.
Sementara itu, korban yang dinyatakan meninggal dunia dilaporkan berjumlah tiga orang.
Kepala Kantor SAR Kelas A Surabaya Nanang Sigit meyakini masih terdapat santri yang berada di dalam reruntuhan dengan kondisi hidup. "Kami meyakini bahwa masih ada yang bisa selamat. Dan yang terakhir ini justru kami masih bisa berkomunikasi ya," kata Nanang kepada awak media.