Pergerakan IHSG Dipengaruhi oleh Kebijakan The Fed dan Faktor Internal
Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di pasar modal Indonesia akan sangat dipengaruhi oleh hasil rapat Federal Open Market Committee (FOMC). Dalam beberapa waktu terakhir, The Fed diproyeksikan berpotensi memangkas suku bunga acuannya. Hal ini menjadi perhatian utama bagi para pelaku pasar, termasuk pengamat ekonomi.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Hans Kwee, seorang pengamat pasar modal dan co-founder Pasar Dana, menyatakan bahwa meskipun data ekonomi Amerika Serikat (AS) yang dirilis pasca penutupan pemerintah selama 43 hari cukup beragam, tetapi secara keseluruhan masih mendukung kemungkinan pemangkasan suku bunga sebesar 25 basis point (bps).
Ia mencermati bahwa probabilitas pemotongan bunga pada Desember 2025 tetap tinggi. Bahkan, dalam satu bulan terakhir, angka tersebut meningkat signifikan. Pelaku pasar kini sedang menantikan komentar dari pejabat The Fed setelah pertemuan Desember 2025.
“Pemotongan bunga sebesar 25 bps oleh The Fed berpotensi terjadi, namun pasar sudah memperkirakan hal ini,” ujar Hans kepada aiotrade, Minggu (7/12/2025).
Pergerakan IHSG terus mencetak rekor tertinggi baru, bahkan melampaui level psikologis yang sebelumnya belum pernah tercapai. Pada akhir perdagangan Jumat (4/12), IHSG berada di level 8.632,716. Dalam sepekan terakhir, indeks ini mampu menguat sebesar 1,46%. Penguatan ini juga didorong oleh aliran dana asing, yang mencatatkan net buy sebesar Rp 1,09 triliun di seluruh pasar.
Tren Penguatan IHSG Didorong oleh Faktor Global
Nafan Aji Gusta, Senior Market Analyst dari Mirae Asset Sekuritas, menambahkan bahwa tren penguatan indeks masih didukung oleh kombinasi faktor global. Probabilitas pemangkasan suku bunga The Fed telah naik di atas 85%. Menurut Nafan, optimisme investor saat ini banyak dipengaruhi oleh ekspektasi kebijakan moneter AS yang lebih dovish.
Sentimen positif ini diperkuat oleh inflasi AS yang kembali berada di bawah 3% serta melemahnya pasar tenaga kerja. “Penguatan IHSG sangat dipengaruhi oleh sentimen positif dari optimisme pemangkasan suku bunga The Fed, apalagi peluangnya di atas 85%,” ujarnya.
Selain faktor eksternal, data makro domestik yang akan dirilis seperti Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) dan penjualan ritel juga diproyeksikan memberi dukungan tambahan terhadap pergerakan pasar. Nafan juga menyoroti dinamika IPO yang meningkat menjelang akhir tahun, yang berpotensi mendorong kapitalisasi pasar.
Peluang Window Dressing dan Santa Claus Rally
Menurut Nafan, berbagai sentimen positif ini turut membuka peluang terjadinya window dressing dan Santa Claus Rally. Mengingat tren historis IHSG yang cenderung bullish dalam 25 tahun terakhir.
Namun, sebelum bisa terus menguat hingga akhir tahun, IHSG rawan mengalami koreksi pada pekan ini. Alasannya, IHSG telah melaju cukup kencang sejak awal Desember 2025.
Indy Naila, Investment Analyst dari Edvisor Provina Visindo, memproyeksikan IHSG akan mengalami koreksi akibat aksi profit taking. Untuk itu, ia menyarankan investor agar waspada terhadap kemungkinan koreksi.
“Waspada akan ada profit taking terlebih dahulu karena pasar juga akan mencermati potensi penurunan suku bunga acuan AS yang probabilitas penurunannya semakin besar,” tutur Indy.
Dia memproyeksikan IHSG akan bergerak di kisaran 8.500–8.600 untuk sepekan ke depan. Senada dengan proyeksi Indy, Hans juga memperkirakan IHSG akan konsolidasi melemah dengan support di level 8.591–8.493 dan resistance di level 8.689–8.750.
Sementara, Nafan memproyeksikan IHSG akan menguji support di level 8.600–8.553 dalam sepekan dengan resistance di 8.666–8.706. Adapun saham-saham pilihan yang disarankan adalah ANTM, ARCI, BBCA, BBNI, BBRI, BMRI, BRMS, BRPT, ELSA, EMTK, ENRG, JPFA, MEDC, MYOR, PGAS, SCMA, dan UNVR.