Lihat rekomendasi saham FAST dorong ekspansi dan siapkan bisnis unggas

admin.aiotrade 28 Des 2025 3 menit 15x dilihat
Lihat rekomendasi saham FAST dorong ekspansi dan siapkan bisnis unggas
Lihat rekomendasi saham FAST dorong ekspansi dan siapkan bisnis unggas

Strategi Ekspansi dan Pemulihan Kinerja FAST

PT Fast Food Indonesia Tbk (FAST) sebagai pengelola restoran KFC di Indonesia, terus menunjukkan langkah-langkah strategis untuk memperkuat posisi perusahaan di pasar. Dalam beberapa waktu terakhir, emiten ini menunjukkan keinginan untuk semakin agresif dalam menambah jumlah gerai.

Menurut analis dari Samuel Sekuritas Indonesia, Jonathan Guyadi, FAST akan mengoptimalkan kinerja jangka menengah hingga panjang melalui ekspansi jaringan yang terarah. Strategi ini mencakup pembukaan dan relokasi gerai ke wilayah yang masih kurang terpenetrasi, seperti kota-kota sekunder dan pulau-pulau hub. Hal ini dilakukan karena sekitar 70% dari gerai Quick Service Restaurant (QSR) saat ini masih berada di kota tier satu.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

"FAST menargetkan pembukaan antara 50 hingga 70 gerai bersih per tahun dengan sasaran pengoperasian sekitar 1.000 gerai pada tahun 2030," tulis Jonathan dalam risetnya yang dipublikasikan Jumat (5/12/2025).

Jika berhasil dieksekusi, strategi ini diperkirakan mendorong Compound Annual Growth Rate (CAGR) pendapatan dari 2026 hingga 2030 sebesar 11%. Pertumbuhan ini didukung oleh peningkatan produktivitas gerai dan pertumbuhan penjualan same store sales (SSSG) yang berkelanjutan sekitar 2%.

Dari sisi profitabilitas, margin EBIT diperkirakan pulih ke kisaran 4% pada 2030 atau kembali ke level sebelum pandemi. Perbaikan ini didorong oleh meredanya tekanan biaya operasional, peningkatan efisiensi di tingkat gerai, serta langkah relokasi gerai yang lebih strategis.

Seiring dengan membaiknya struktur biaya dan operasional tersebut, FAST diproyeksikan kembali mencatatkan laba bersih positif mulai tahun 2027. Dalam periode tiga tahun ke depan, laba bersih perusahaan diperkirakan tumbuh dengan CAGR sebesar 41,3% hingga mencapai sekitar Rp 302 miliar pada tahun 2030.

Selain fokus pada pemulihan kinerja inti, FAST juga mulai merambah bisnis perunggasan terintegrasi melalui entitas anak usaha. Langkah ini dinilai strategis karena berpotensi menciptakan sumber pendapatan baru sekaligus mengamankan pasokan broiler untuk kebutuhan internal perusahaan.

Dengan terjaminnya pasokan bahan baku utama, FAST diproyeksikan mampu menekan biaya input sekitar 8%–13%, sehingga menopang ketahanan margin operasional dalam jangka panjang.

Bisnis perunggasan terintegrasi tersebut diperkirakan mulai beroperasi secara komersial pada 2027. Dari lini usaha baru ini, FAST berpotensi membukukan tambahan pendapatan sekitar Rp 853 miliar. Dalam jangka menengah, pendapatan dari segmen perunggasan diproyeksikan tumbuh dengan laju CAGR sekitar 5,2% pada periode tahun 2027–2032, seiring peningkatan kapasitas produksi dan permintaan yang solid.

Prospek dan Risiko

Equity Research Kiwoom Sekuritas Indonesia, Abdul Azis Setyo Wibowo, menjelaskan bahwa aksi ekspansi ini bisa menjadi usaha perbaikan kinerja jangka panjang mengingat dengan ekspansi tersebut bisa memperkuat pangsa pasar dari FAST. Namun, pembukaan gerai baru juga bisa berdampak negatif dalam jangka pendek karena akan menaikkan beban gaji pegawai sehingga dapat menekan bottom line.

"Di sisi lain tantangan dari sisi daya beli yang masih menghantui FAST juga masih berpotensi menekan dari sisi top line," ujar Azis kepada aiotrade, Rabu (24/12/2025).

Berdasarkan prospek pemulihan kinerja dan potensi peningkatan valuasi, Samuel Sekuritas merekomendasikan speculative buy untuk saham FAST. Target harga ditetapkan sebesar Rp 1.000 per saham, yang mencerminkan potensi kenaikan sekitar 98% dari posisi saat ini.

Selain itu, dengan asumsi peningkatan kapitalisasi pasar yang disesuaikan menjadi Rp 4,6 triliun atau setara Rp 4.800 per saham, FAST berpotensi memenuhi kriteria untuk masuk ke dalam MSCI Small Cap Index.

Risiko Utama yang Harus Diperhatikan

Meskipun dinilai prospektif, ada risiko utama yang bakal membayangi kinerja perusahaan, antara lain pelemahan daya beli masyarakat, meningkatnya isu geopolitik hingga fluktuasi harga bahan baku.

Sementara itu, Azis saat ini menyarankan wait and see saham FAST karena pergerakan harga sahamnya masih dalam kecenderungan downtrend.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan