Lihat rekomendasi saham MAPI di tengah tanda pemulihan

admin.aiotrade 06 Des 2025 4 menit 13x dilihat
Lihat rekomendasi saham MAPI di tengah tanda pemulihan


Jakarta – Kinerja PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI) mulai menunjukkan tanda-tanda pemulihan meskipun terdapat pelemahan konsumsi domestik sepanjang sembilan bulan pertama tahun 2025. Penguatan berbagai lini bisnis, pemulihan kinerja anak usaha, serta adanya insentif menjadi faktor utama yang mendorong peningkatan kinerja perusahaan.

Pada kuartal III 2025, MAPI mencatatkan laba positif sebesar Rp 414 miliar atau naik 3% secara tahunan (YoY). Dengan basis laba yang tinggi, perusahaan membukukan pertumbuhan positif baik secara QoQ maupun YoY pada indikator utamanya, yaitu penjualan kuartal III yang mencapai Rp11,123 triliun atau naik 8% YoY dan EBIT kuartal III sebesar Rp864 miliar atau tumbuh 12% YoY.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Berdasarkan laporan keuangan konsolidasi hingga 30 September 2025, pendapatan bersih MAPI meningkat 8,76% YoY menjadi Rp30,03 triliun, dibandingkan dengan Rp27,61 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Equity Research Kiwoom Sekuritas Indonesia, Abdul Azis Setyo Wibowo, menilai kinerja top line yang meningkat hampir 9% YoY ini tetap menjaga kinerja di bagian bawah (bottom line), didorong oleh pertumbuhan penjualan eceran dan grosir. Ia juga menyebut bahwa pengendalian biaya yang baik membuat bottom line MAPI tetap cukup baik dalam pertumbuhannya.

Secara detail, pendapatan bersih dari segmen penjualan ritel tercatat sebesar Rp25,45 triliun, department store sebesar Rp2,11 triliun, kafe dan restoran sebesar Rp2,35 triliun, serta pendapatan lain-lain sebesar Rp198,46 miliar.

Laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk alias laba bersih meningkat 5,7% YoY menjadi Rp1,37 triliun hingga akhir kuartal III-2025, dari Rp1,29 triliun pada periode Januari–September 2024.

Azis menegaskan bahwa pertumbuhan laba bersih yang masih single digit mengindikasikan adanya dampak dari konsumsi masyarakat yang belum sepenuhnya pulih.

Di sisi lain, Equity Analyst OCBC Sekuritas Jessica Leonardy menyebutkan bahwa ada sedikit pemulihan pada SSSG MAPI pada kuartal III 2025. Pemulihan ini didorong oleh perbaikan bertahap di MAPB (anak usaha) yang mencatat SSSG positif setelah sebelumnya berada di area negatif yakni -6,8% pada kuartal II 2025, kini menjadi 1,8% di kuartal III 2025.

"Pemulihan MAPB terutama berasal dari Starbucks, meskipun masih dalam tahap awal dan diperkirakan akan terus membaik pada kuartal-kuartal berikutnya," jelas Jessica dalam risetnya.

Selain itu, kinerja yang lebih kuat di segmen Active (MAPA), yang mencatat SSSG sebesar 1,2% di kuartal III 2025 padahal tercatat -4,9% di kuartal II 2025. Pertumbuhan ini terutama berasal dari keberhasilan promosi back to school dan Hari Kemerdekaan.

Namun, kinerja penjualan sedikit terpengaruh oleh gangguan operasional akibat demonstrasi dari akhir Agustus hingga awal September, yang berdampak pada lalu lintas pengunjung pusat perbelanjaan.

Dengan adanya insentif serta kebijakan moneter yang mulai diperlonggar, Azis menilai daya beli masyarakat dapat segera pulih. Bantuan langsung tunai (BLT) untuk periode tiga bulan dan kenaikan UMP 2026 diperkirakan meningkatkan belanja rumah tangga dan memberikan manfaat bagi kinerja ritel, termasuk MAPI.

Momentum Nataru juga masih berpotensi meningkatkan kinerja MAPI pada kuartal IV 2025.

Jessica menyebut bahwa setelah mencapai kesepakatan dengan Ace Hardware AS untuk membawa kembali merek tersebut ke Indonesia, MAPI mengumumkan bahwa pembukaan gerai ditargetkan dimulai tahun depan. Langkah ini akan menjadi diversifikasi portofolio pada segmen department store, dengan target konsumen kelas menengah-atas.

"Kami menilai bahwa kehadiran Ace Hardware dalam portofolio MAP akan mendukung segmen department store, meskipun dampaknya akan bertahap," lanjut Jessica.

Lebih lanjut, MAPI akan fokus pada Malaysia dan Filipina sebagai pasar ekspor utama, didukung oleh portofolio merek MAPI yang kuat di kedua pasar tersebut. Filipina, yang saat ini menyumbang kisaran 7% dari total penjualan, diperkirakan mengalami pertumbuhan lebih lanjut dan ekspansi margin.

Di dalam negeri, MAPI menargetkan segmen konsumen menengah-atas, terutama terpusat di area Jabodetabek. Perlu dicatat pula bahwa pasar utama MAPI masih Jawa, khususnya Jakarta, yang memberikan kontribusi terbesar terhadap penjualan domestik, sementara kontribusi Sumatra dan Bali meningkat hingga 6%.

Dengan berbagai sentimen dan katalis di atas, Azis merekomendasikan investor untuk trading buy saham MAPI dengan target harga Rp 1.350 per saham. Sementara Jessica merekomendasikan investor untuk beli MAPI dengan target harga Rp 1.800 per saham.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan