
Kementerian Koperasi bekerja sama dengan PT Pertamina Patra Niaga dalam menyalurkan biosolar ke Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) yang dikelola oleh Koperasi Desa Merah Putih.
Menteri Koperasi Ferry Juliantono menyampaikan bahwa pengelolaan usaha SPBU khusus nelayan oleh Koperasi Desa Merah Putih di Desa Tukak, Kecamatan Sadai, Kabupaten Bangka Selatan, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung merupakan pertama kali di Indonesia.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
"Ini akan menjadi percontohan. Sarana akan dilengkapi. Pertamina Patra Niaga selain menyalurkan solar juga akan menjual produknya. Begitu juga dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan akan turut menyediakan kapal," ujar Ferry setelah peletakan batu pertama SPBU nelayan di Desa Tukak, Jumat, 19 Desember 2025.
Ferry menjelaskan bahwa pihaknya akan membuat buku pedoman bersama Kementerian Kelautan Perikanan dan Pertamina Patra Niaga terkait pengelolaan usaha SPBU nelayan yang dikelola oleh Koperasi Desa Merah Putih agar bisa direplikasikan di daerah pesisir lain.
"Ini penting supaya dapat membantu masyarakat di desa-desa pesisir dan nelayan meringankan biaya operasional serta mendapatkan akses terhadap biosolar. Ini akan diawasi agar pemanfaatan sesuai dan tidak boleh untuk pertambangan," tambah dia.
Direktur Pemasaran Regional Pertamina Patra Niaga Eko Ricky Susanto mengungkapkan bahwa ada tiga persoalan yang menjadi perhatian pihaknya dalam menyalurkan biosolar ke SPBU nelayan agar pelaksanaannya bisa berjalan dengan baik.
"Pertama soal accessibility atau kemudahan akses bagi nelayan dalam mendapatkan biosolar. Kita usahakan lebih dekat dengan masyarakat nelayan. Keduanya soal affordability harga dimana kita ingin nelayan mendapatkan harga biosolar sesuai harga pemerintah. Ketiga soal availability agar ketersediaan biosolar selalu tersedia terutama di musim melaut," ujar Eko Ricky.
Menurut Eko Ricky, pihaknya berharap semua bantuan yang diberikan dapat membuat biaya melaut nelayan lebih efisien dan memberikan multiplier effect bagi masyarakat lainnya supaya lebih makmur.
"Ini sudah menjadi program kerja dan concern kami dalam mewujudkan ketahanan dan kemandirian energi serta pangan nasional. Kami merupakan bagian yang mendukung terciptanya swambada pangan terutama di perikanan," tambah dia.
Wakil Menteri Kelautan dan Perikanan Didit Herdiawan Ashaf menyampaikan bahwa program kampung nelayan KKP akan melibatkan Koperasi Desa Merah Putih dalam pemenuhan fasilitas seperti SPBU nelayan, listrik hingga kapal.
"Banyak sekali nanti fasilitas yang dilengkapi. Seperti kapal dimana satu kampung nelayan itu bisa dibantu 3 sampai 10 unit kapal berkapasitas 3 GT (Gross Tonnage) untuk nelayan yang melakukan one day fishing," ujar Didit.
Didit menambahkan bahwa pihaknya berencana membangun 1.000 kampung nelayan pada 2026. Hingga saat ini, kata dia, sudah ada 100 kampung nelayan yang ditetapkan untuk bersinergi dengan Koperasi Desa Merah Putih.
"Kami optimistis bahwa program nasional yang dikomandoi oleh Kementerian Koperasi dapat berkolaborasi dengan kita untuk membangun fasilitas di kampung nelayan. Sinergi dengan koperasi bisa menjadi penguatan offtaker dan agregator yang ada di tingkat hulu sampai dengan hilir dapat berjalan," tutup Didit.