
Menteri Investasi dan Hilirisasi, Rosan Roeslani, menghadiri pertemuan dengan lima pimpinan perusahaan kesehatan dan industri pengolahan di Australia. Pertemuan ini berlangsung saat ia mendampingi Presiden Joko Widodo dalam kunjungan kenegaraan ke Sydney. Dalam kesempatan tersebut, Rosan menyampaikan bahwa dua perusahaan hilirisasi industri serta satu perusahaan di bidang rumah sakit berencana untuk melakukan ekspansi atau menambah investasi baru.
“Mereka sudah berinvestasi di Indonesia dan akan melakukan ekspansi. Pemerintah akan fasilitasi itu,” ujar Rosan dalam rekaman dari Australia kepada awak media pada Rabu (11/12).
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Selain itu, Rosan juga menyebutkan adanya kerja sama di sektor pertanian, khususnya peternakan sapi yang telah berlangsung lama antara Indonesia dan Australia. Ia menjelaskan bahwa ada potensi besar yang dapat dikembangkan dalam kerja sama ini.
Potensi dan Tantangan Investasi Danantara Rp 20 T di Peternakan Unggas
Rosan menyampaikan bahwa akan ada satu investasi dari Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) di Australia yang akan segera direalisasikan dalam waktu dekat.
“Ada satu investasi dari Danantara yang cukup besar di sini akan difinalisasi dalam waktu yang sangat dekat ini,” kata Rosan.
CEO Danantara tersebut menjelaskan bahwa nilai total perdagangan antara Indonesia dan Australia saat ini sekitar US$ 15 juta. Ia menilai bahwa neraca perdagangan kedua negara cenderung seimbang karena pendapatan dari sektor jasa membantu menyeimbangkan posisi perdagangan.
“Indonesia masih mengalami defisit kurang lebih hampir US$ 9 juta. Tapi dengan jasa yang ada itu sebenarnya ter-offset (diseimbangkan),” ujarnya.
Kontribusi Sektor Jasa dalam Perdagangan Indonesia dan Australia
Kontribusi sektor jasa yang dimaksud antara lain jumlah wisatawan Australia yang berkunjung ke Indonesia. Rosan menyebut bahwa ada sekitar 2 juta turis dari Australia yang mengunjungi Bali.
“Nah itu juga hal yang sangat positif, tapi kita harapkan juga tidak hanya ke Bali tapi juga ke daerah-daerah lain, seperti Labuan Bajo dan lain-lain,” tambah Rosan.
Kerja Sama yang Berkelanjutan
Dari segi kerja sama, Rosan menekankan bahwa hubungan bilateral antara Indonesia dan Australia memiliki potensi besar untuk dikembangkan lebih lanjut. Selain dalam sektor pertanian dan pariwisata, ada peluang di bidang teknologi, pendidikan, dan infrastruktur.
Ia juga menyoroti pentingnya membangun kemitraan yang saling menguntungkan dan berkelanjutan. Dengan komitmen pemerintah dan dukungan dari sektor swasta, Rosan yakin bahwa kerja sama ini akan memberikan dampak positif bagi kedua negara.
Langkah Kebijakan yang Mendukung
Pemerintah Indonesia, melalui Kementerian Investasi dan Hilirisasi, terus berupaya menciptakan iklim usaha yang kondusif. Dengan memperkuat regulasi dan memberikan insentif yang menarik, pemerintah berharap bisa menarik lebih banyak investor asing.
Selain itu, pihaknya juga sedang mempersiapkan langkah-langkah strategis untuk meningkatkan daya saing sektor industri nasional. Hal ini termasuk memperluas akses pasar dan mempercepat proses perizinan.
Tantangan yang Menghadang
Meskipun ada peluang besar, Rosan mengakui bahwa masih ada tantangan yang harus diatasi. Salah satunya adalah perbedaan regulasi dan standar industri antara Indonesia dan Australia. Untuk itu, diperlukan koordinasi yang lebih baik antara pemerintah dan pelaku bisnis.
Selain itu, masalah logistik dan infrastruktur juga menjadi faktor penting yang perlu diperhatikan. Dengan peningkatan kualitas infrastruktur, diharapkan dapat mempermudah arus barang dan jasa antara kedua negara.
Kesimpulan
Kunjungan Menteri Investasi dan Hilirisasi ke Australia menunjukkan komitmen pemerintah dalam memperkuat hubungan bilateral. Dengan fokus pada sektor-sektor strategis seperti pertanian, pariwisata, dan industri, diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi perekonomian kedua negara.