
Program Aksi Peduli INALUM untuk Masyarakat Terdampak Bencana
PT Indonesia Asahan Aluminium (INALUM) mempersiapkan berbagai program aksi peduli sebagai respons terhadap bencana yang terjadi di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Dalam rangka menyambut usia ke-50 perusahaan, INALUM menunjukkan komitmennya untuk memberikan dukungan kepada masyarakat yang terkena dampak bencana.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Berbagai Bentuk Bantuan
Program yang disiapkan oleh INALUM mencakup beberapa bentuk bantuan, antara lain:
- Pemeriksaan Kesehatan Gratis: Memberikan layanan kesehatan kepada masyarakat yang terkena dampak bencana.
- Pasar Murah di 12 Titik Lokasi: Menyediakan paket sembako murah dengan harga terjangkau.
- Pemulihan Infrastruktur di Kawasan Bencana: Melakukan perbaikan infrastruktur yang rusak akibat bencana.
Corporate Secretary INALUM, Mahyaruddin Ende, menjelaskan bahwa program ini dibuat sebagai wujud kehadiran INALUM di Sumatera Utara selama setengah abad. Ia juga menyebutkan bahwa beberapa program bantuan dan pemulihan sudah disiapkan, seperti 13.000 paket sembako murah dan komitmen pemulihan infrastruktur yang akan dilakukan oleh relawan INALUM.
"Kami berterima kasih atas dukungan dan doa masyarakat kepada INALUM selama setengah abad ini, dan pada usia ke-50 ini, INALUM ingin menunjukkan bakti kami kepada masyarakat khususnya yang menjadi korban bencana di Sumatera Utara, Aceh, dan Sumatera Barat. Kami berharap bantuan yang akan disampaikan oleh Relawan Inalum ini bisa bermakna, memudahkan dalam pemulihan, dan bisa mengembalikan kembali senyuman bahagia saudara-saudari kami semua," ujarnya dalam keterangan resmi.
Program Tanggap Bencana
Program tanggap bencana INALUM akan berlangsung dari Desember 2025 hingga akhir Januari 2026. Beberapa program yang akan diterapkan antara lain:
- Pembagian Sembako: Menyediakan paket sembako kepada masyarakat terdampak.
- Pelayanan Kesehatan: Memberikan layanan kesehatan gratis.
- Mobiler Sekolah: Menyediakan mobil sekolah untuk membantu pendidikan anak-anak di daerah terdampak.
- Peralatan Mitigasi Bencana: Memberikan alat-alat mitigasi bencana.
- Tenda Darurat: Menyediakan tenda darurat bagi masyarakat yang terkena dampak bencana.
- Bibit Pertanian-Perikanan: Memberikan bibit pertanian dan perikanan untuk mendukung perekonomian masyarakat.
- Pembangunan Infrastruktur: Melakukan pembangunan infrastruktur di wilayah terdampak bencana.
Kepala Grup Layanan Strategis, Daniel Hutauruk, menjelaskan bahwa program Inalum Peduli merupakan bentuk komitmen perusahaan dalam upaya mitigasi, respons darurat, dan pemulihan pascabencana. Momentum HUT INALUM ke-50 dimaknai sebagai ajakan bagi seluruh karyawan untuk terlibat aktif dalam aksi kemanusiaan.
Transformasi dan Hilirisasi Industri Aluminium
Inalum menegaskan tekadnya untuk membentuk jalan baru menuju masa depan industri aluminium nasional yang lebih kuat, berkelanjutan, dan kompetitif. Transformasi yang dijalankan tidak hanya berfokus pada modernisasi teknologi peleburan, peningkatan efisiensi, serta pemanfaatan energi yang lebih baik dan modern, tetapi juga bagaimana setiap proses bisnis mampu menciptakan nilai tambah yang nyata bagi lingkungan, masyarakat, dan pembangunan daerah.
Hilirisasi aluminium menjadi strategi kunci untuk memperluas manfaat industri sekaligus memperkuat posisi Indonesia dalam rantai nilai global. Inalum menjalankan hilirisasi dengan pendekatan yang bertanggung jawab dan terukur sebagai bagian dari komitmen terhadap prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG).
Proyek Strategis
Adapun Inalum melakukan tiga proyek strategis sebagai aksi korporasi mewujudkan hilirisasi. Proyek tersebut antara lain:
- Pembangunan SGAR II dan Smelter II di Mempawah, Kalimantan Barat
- Pembangunan Potline IV di Kuala Tanjung, Batubara, Sumut
Upaya Konservasi Lingkungan
Dalam kerangka ESG, konservasi lingkungan difokuskan pada perlindungan ekosistem Danau Toba. Inalum membangun pembibitan modern berkapasitas hingga 500 ribu bibit pohon per tahun sebagai fondasi rehabilitasi lingkungan yang berkelanjutan dan berbasis dampak.
Langkah itu tidak hanya menjaga keseimbangan ekosistem dan ketersediaan air, tetapi juga memperkuat ketahanan operasional pembangkit listrik tenaga air yang menjadi basis energi hijau Inalum.
Inisiatif Penurunan Emisi Karbon
Sejalan dengan agenda dekarbonisasi global, Inalum juga melakukan berbagai inisiatif penurunan emisi karbon yang terintegrasi dengan proses produksi. Upaya itu mencakup konversi ke bahan bakar yang lebih ramah lingkungan, peningkatan efisiensi pemanfaatan bahan baku, serta upgrading teknologi peleburan untuk menekan intensitas energi dan emisi.
Pengelolaan limbah dijalankan dengan pendekatan 3R (Reduce, Reuse, Recycle) guna mengurangi dampak lingkungan sekaligus meningkatkan efisiensi sumber daya.
Pembangunan Sumber Daya Manusia
Di sisi sosial, Inalum menempatkan pembangunan sumber daya manusia sebagai fondasi keberlanjutan jangka panjang. Program perbaikan sarana dan prasarana sekolah, dukungan pendidikan, serta penguatan kompetensi tenaga pengajar khususnya di wilayah ring 1 menjadi fokus utama.
Di saat yang sama, penguatan UMKM juga dilakukan secara terstruktur melalui keberadaan Rumah BUMN di Kabupaten Toba sebagai pusat pembinaan, pendampingan, dan peningkatan kapasitas usaha.
Reputasi dan Tata Kelola
Dari sisi reputasi dan tata kelola, Inalum terus memperkuat transparansi dan akuntabilitas rantai pasok sebagai bagian dari komitmen terhadap praktik bisnis yang bertanggung jawab. Keikutsertaan Inalum dalam ASI (Aluminium Stewardship Initiative), PROPER dan UNGC menjadi bukti komitmennya.
Kemitraan yang adil, kepatuhan terhadap regulasi, serta penerapan prinsip keberlanjutan dalam setiap mata rantai produksi menjadi kunci dalam menjaga kepercayaan pemangku kepentingan dan memperkuat citra industri aluminium nasional di tingkat global.