Link siaran langsung BIG conference, arah bisnis 2026: menuju ekonomi mandiri

admin.aiotrade 08 Des 2025 3 menit 11x dilihat
Link siaran langsung BIG conference, arah bisnis 2026: menuju ekonomi mandiri


aiotrade,
JAKARTA - BIG Conference digelar oleh Bisnis Indonesia Group untuk membahas proyeksi dan arah kebijakan ekonomi nasional 2026. Acara ini diselenggarakan di Raffles Hotel, Jakarta pada Senin (8/12/2025).

BIG Conference menjadi momen penting dalam menyambut usia Bisnis Indonesia yang ke-40. Dengan tema ‘Arah Bisnis 2026: Menuju Kedaulatan Ekonomi’, acara ini menjadi wadah bagi berbagai pemangku kepentingan seperti pemerintah, pelaku usaha, investor hingga para pakar untuk merumuskan strategi menghadapi tantangan ekonomi global dan nasional.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Selain sesi pembicara kunci, acara ini juga menghadirkan sesi Leader’s Talk dari para menteri dan pimpinan lembaga. Pembicara kunci antara lain Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dan Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan. Sementara itu, sesi Leader’s Talk akan diisi oleh Menteri Koperasi Ferry Juliantono, Menteri UMKM Maman Abdurrahman, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia, Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Maruarar Sirait, hingga Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa.

BIG Conference dapat diakses melalui live streaming di YouTube dengan tautan berikut:
https://www.youtube.com/watch?v=I7W0YASK80s

Diskusi Ekonomi Kerakyatan

BIG Conference yang merupakan rangkaian perayaan HUT ke-40 Bisnis Indonesia ini juga menggelar forum diskusi yang terbagi dalam beberapa sesi. Salah satu tema utama yang dibahas adalah ‘Akselerasi Ekonomi Kerakyatan Prabowo: dari Makan Bergizi Gratis (MBG), 3 Juta Rumah hingga Koperasi Desa Merah Putih’.

Diskusi ini fokus pada capaian program prioritas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wapres Gibran Rakabuming Raka. Selain itu, forum juga membahas rencana kerja 2026 untuk mendukung program strategis pemerintahan tersebut.

Narasumber yang hadir antara lain Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana; Satgas Kopdes Merah Putih/Deputi Bidang Koordinasi Tata Niaga dan Distribusi Pangan Kemenko Pangan Tatang Yuliono; Direktur PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk., Hirwandi Gafar; serta Anggota Satgas Perumahan Bonny Z. Minang. Moderator forum adalah Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) Tauhid Ahmad.

Program Makan Bergizi Gratis (MBG)

Sebagai informasi, Pemerintahan Prabowo-Gibran meluncurkan program MBG pada 6 Januari 2025. Program ini ditujukan kepada anak-anak hingga ibu hamil untuk memastikan kecukupan gizi dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia.

Anggaran untuk MBG mencapai Rp71 triliun pada 2025. Namun, realisasinya hingga 11 November 2025 baru mencapai 61,2% dari total anggaran. Sementara itu, BGN melaporkan bahwa penerima manfaat MBG telah mencapai 42 juta orang per 11 November, atau sekitar 50,6% dari target 82,9 juta penerima.

Koperasi Desa Merah Putih (KDMP)

Presiden Prabowo resmi meluncurkan 80.000 Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di seluruh pelosok Indonesia pada 21 Juli 2025. KDMP bertujuan untuk mendorong kemandirian desa di sektor pangan, pertanian, UMKM, kesehatan, logistik, dan keuangan inklusif.

Meski sudah diluncurkan, belum semua gerai KDMP beroperasi penuh. Dalam arahan terbarunya, Presiden Prabowo memerintahkan agar pembangunan 80.000 gerai rampung selambat-lambatnya April 2026.

Program 3 Juta Rumah

Program 3 Juta Rumah merupakan implementasi dari Asta Cita Presiden Prabowo. Tujuan dari program ini adalah pengembangan infrastruktur, pembangunan desa, serta pemerataan ekonomi.

Untuk menyukseskan program ini, pemerintah melibatkan swasta hingga investor asing dalam menyediakan hunian terjangkau bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) dan mengatasi masalah backlog 9,9 juta unit.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan