Liputan Khusus: Optimisme KDMP Karangsoko Bangkitkan Ekonomi Warga dari Potensi Lokal

admin.aiotrade 12 Nov 2025 4 menit 13x dilihat
Liputan Khusus: Optimisme KDMP Karangsoko Bangkitkan Ekonomi Warga dari Potensi Lokal
Liputan Khusus: Optimisme KDMP Karangsoko Bangkitkan Ekonomi Warga dari Potensi Lokal

Koperasi Desa Merah Putih Karangsoko Resmi Beroperasi

Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) Karangsoko di Desa Karangsoko, Kecamatan/Kabupaten Trenggalek, resmi mulai beroperasi. Koperasi ini menjadi salah satu dari lima KDMP yang telah berjalan di Kabupaten Trenggalek. Meskipun seluruhnya masih dalam tahap pengenalan dan perintisan, koperasi ini melangkah dengan semangat swadaya dan dukungan pemerintah desa untuk menggerakkan ekonomi masyarakat.

Ketua Pengurus KDMP Karangsoko, Asmungi, mengungkapkan bahwa hingga saat ini koperasi belum memiliki modal besar. Operasional awal berjalan dengan penyertaan dana swadaya pengurus serta bantuan aparatur desa, terutama kepala desa. Meski begitu, pihaknya tetap optimis dan tidak patah semangat.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

"Alhamdulillah, koperasi Karangsoko sudah berjalan sesuai petunjuk. Namun kendala yang dihadapi yaitu kurangnya pelatihan kepada pengurus dan pengawas karena ini hal baru. Juga masalah modal, sampai hari ini belum ada sehingga masih menggunakan modal swadaya," ujar Asmungi.

Lokasi Strategis dan Kolaborasi dengan Pasar Jarakan

Terletak di Jalan Nasional Trenggalek - Tulungagung, tepatnya di simpang tiga Jarakan yang dikenal ramai lalu lintas, posisi KDMP Karangsoko dinilai sangat strategis. Lokasinya yang berdekatan dengan Pasar Jarakan membuat akses pemasaran semakin terbuka.

Namun demikian, pengurus koperasi menegaskan bahwa keberadaan KDMP tidak bertujuan menyaingi aktivitas pedagang pasar. Sebagai bentuk kolaborasi terhadap ekosistem ekonomi yang telah berjalan, jam operasional koperasi dimulai pukul 09.00 WIB hingga malam hari atau ketika pedagang pasar telah mulai tutup.

Langkah ini diambil untuk menciptakan harmonisasi ruang ekonomi tanpa memicu kecemasan pelaku usaha tradisional.

"Kedekatan dengan Pasar Jarakan juga membantu pemasaran dan distribusi barang yang lebih efisien. Tapi yang lebih utama kerukunan dengan pedagang pasar tetap dijaga jangan sampai ada gesekan usaha," tambahnya.

Fokus pada Penyediaan Sembako dan Peningkatan Kesejahteraan Petani

KDMP Karangsoko saat ini fokus pada usaha penyediaan sembako dan berbagai kebutuhan rumah tangga. Dalam rencana bisnis jangka menengah, koperasi akan menghimpun hasil pertanian dan peternakan warga untuk dipasarkan melalui gerai mereka.

Harapannya, terjadi siklus perdagangan yang menguntungkan petani lokal. Keputusan memilih jenis usaha jual beli sembako bukan tanpa pertimbangan. Menurut Asmungi, Desa Karangsoko memiliki potensi pertanian dan peternakan cukup besar.

Dengan adanya koperasi, hasil panen petani dapat terserap dengan harga pantas dan dipasarkan kembali kepada warga.

"Dari masyarakat yang punya penghasilan pertanian dan peternakan bisa dijual di koperasi sehingga bisa meningkatkan kesejahteraan petani," ujarnya.

Target Menjadi Pemasok Utama Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi

Lebih jauh, koperasi menarget menjadi pemasok utama tiga Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang berada di Desa Karangsoko. Kehadiran suplai kebutuhan dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan mengoptimalkan hasil pertanian lokal dinilai mendukung program nasional yang digagas Presiden Prabowo Subianto di bidang penguatan gizi masyarakat dan ketahanan pangan.

Untuk mewujudkan hal tersebut, KDMP Karangsoko mulai menyusun rencana usaha sekaligus menyiapkan proposal untuk mengajukan pinjaman melalui Himpunan Bank Negara (Himbara). Di Kabupaten Trenggalek, perbankan yang ditunjuk sebagai penyalur akses permodalan ini ialah BRI.

"Kami punya niatan memanfaatkan fasilitas akses permodalan di Himbara yang modalnya sampai Rp 3 miliar. Jelas kami tidak mampu jika tidak pinjam modal. Untuk beli LPG saja modalnya sangat besar, apalagi (LPG) yang non-subsidi," tambah Asmungi.

Persiapan dan Pelatihan untuk Tata Kelola yang Lebih Baik

Menurutnya, komunikasi dengan bank penyalur dan pemerintah desa akan menjadi kunci agar pengajuan akses permodalan disetujui dan rencana bisnis berjalan sesuai target.

Asmungi menambahkan, satu-satunya kekhawatiran adalah minimnya kemampuan teknis pengurus yang dikhawatirkan dapat memunculkan kesalahan dalam tata kelola. Untuk itu, pengurus menyambut baik adanya pelatihan dan bimtek yang telah dilakukan oleh Pemkab Trenggalek.

"Kalau dari sisi pengurus sebenarnya kalau dikatakan mumpuni ya masih kurang. Tapi yang penting kita mau berusaha untuk mencoba dan belajar. Nantinya sambil berjalan akan ada pelatihan, sosialisasi, hingga bimbingan teknis secara simultan," kata Asmungi.

Struktur Pengelolaan dan Harapan Masa Depan

Saat ini, koperasi dikelola oleh lima orang pengurus yang berasal dari seluruh dusun di Desa Karangsoko agar representasi dan pembinaan ekonomi dapat menjangkau seluruh wilayah. Meski saat ini masih dalam tahap pengenalan, Asmungi optimistis KDMP Karangsoko dapat berkembang seiring berjalannya waktu.

Letaknya yang berada di perbatasan Desa Karangsoko dan Kelurahan Kelutan menjadikan akses pembeli semakin luas. Pengurus berharap kehadiran koperasi bukan hanya menyediakan sembako terjangkau, tetapi menjadi pusat perputaran ekonomi warga Karangsoko sendiri.

Dengan pemasok dari petani lokal, pedagang kecil, hingga distributor bahan pangan gizi, roda perdagangan desa diyakini bergerak lebih dinamis.

Dengan semangat swadaya, pembelajaran bertahap, serta dukungan masyarakat, KDMP Karangsoko diharapkan menjadi pionir ekonomi kerakyatan yang dibangun dari desa.

"Memang perlahan, tapi kami melangkah dengan mantap," pungkas Asmungi.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan