
Daud Waas dan Chesylino Merilis Lagu Baru Berjudul “Kalah Di Restu”
Daud Waas dan Chesylino, dua musisi ternama dari wilayah timur Indonesia, kembali memperkenalkan single terbaru mereka yang berjudul “Kalah Di Restu”. Lagu ini resmi dirilis melalui kanal YouTube DAUD WAAS dan CHESYLINO pada 6 November 2025. Sejak rilisnya, lagu ini langsung mendapat perhatian besar dari para penggemar musik di seluruh Indonesia.
Lagu “Kalah Di Restu” mengangkat tema cinta yang kandas akibat ketidaksetujuan dari pihak keluarga atau orang tua. Meski tidak ada rasa cinta yang hilang, hubungan yang dibangun antara dua orang ini harus berakhir karena tidak mendapatkan restu. Lirik-lirik dalam lagu ini menceritakan perasaan sedih dan kecewa seorang individu yang merasa dikhianati oleh janji-janji yang pernah diucapkan.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Pengalaman tersebut membuat penyanyi merasa sendirian setelah kepercayaannya dikalahkan oleh waktu. Awalnya, mereka percaya bahwa jarak hanya bersifat sementara, namun nyatanya sang kekasih pergi tanpa memberikan kepastian. Hal ini menimbulkan pertanyaan dalam hati tentang bagaimana cara untuk melanjutkan hidup tanpa adanya dukungan dari pihak yang seharusnya mendukung.
Berikut cuplikan lirik dari lagu “Kalah Di Restu”:
“Seng sangka sampe di sini
Beta bajalang sandiri
Se bilang cuma capat capat saja
Nanti pasti bale par beta
Dong kira beta ni seng tau
Samua hal yang dong pung mau
Yang akang pung ujung ujung
Cuma biking pat katong dua jauh…”
Bagian rap dalam lagu ini juga sangat menggambarkan perasaan kesedihan dan keraguan yang dialami oleh penulis lagu. Mereka merasa kurang mampu untuk menjaga hubungan yang sudah terjalin, meskipun tidak ada niat untuk berkhianat. Lirik seperti “Su bakubawa sampe hari taganti deng hari
Bulan taganti deng bulan
mar sama sah asap sah…” menunjukkan perjalanan waktu yang terus berlalu tanpa adanya perubahan.
Selain itu, lirik seperti “Beta su stenga mati
Jaga se deng katong pung buah hati
Tapi kanapa harus bagini…” mencerminkan rasa sakit dan kebingungan yang muncul akibat ketidakseimbangan antara cinta dan keinginan untuk melanjutkan hidup.
Lagu ini juga menyentuh hati banyak orang karena kemampuannya dalam menyampaikan pesan yang dalam dengan bahasa yang sederhana dan mudah dipahami. Dengan alunan musik yang indah dan lirik yang penuh makna, “Kalah Di Restu” menjadi salah satu lagu yang layak didengar oleh semua kalangan.