Lirik Saham Pilihan Saat Suku Bunga Turun

admin.aiotrade 21 Okt 2025 3 menit 15x dilihat
Lirik Saham Pilihan Saat Suku Bunga Turun

Pergerakan IHSG Dipengaruhi Kebijakan Suku Bunga BI

Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Indonesia akan sangat bergantung pada kebijakan suku bunga acuan Bank Indonesia (BI Rate) yang akan diumumkan pada 22 Oktober 2025. Prediksi pasar menunjukkan bahwa BI Rate akan mengalami penurunan sebesar 25 basis points (bps) menjadi 4,5%. Hal ini menjadi perhatian utama bagi para investor dan analis pasar modal.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Menurut Financial Expert dari Ajaib Sekuritas, Ratih Mustikoningsih, BI Rate telah turun sebesar 125 bps menjadi 4,75% pada bulan September 2025. Kebijakan ini sejalan dengan langkah yang diambil oleh Federal Reserve (The Fed), yang diperkirakan akan memangkas suku bunga sebesar 25 bps pada awal November 2025 dan tambahan 25 bps pada Desember 2025. Sinergi antara pelonggaran kebijakan moneter global ini memberikan ruang bagi BI untuk mendukung pertumbuhan ekonomi domestik, terutama menjelang liburan Natal dan Tahun Baru (Nataru).

Penurunan suku bunga ini diprediksi akan memberikan sentimen positif kepada pasar ekuitas, khususnya sektor-sektor yang sensitif terhadap perubahan suku bunga. Salah satu sektor yang paling diuntungkan adalah sektor perbankan. Dengan tambahan likuiditas sekitar Rp 200 triliun, biaya dana atau cost of fund akan lebih rendah, sehingga bank dapat lebih leluasa dalam mendorong pertumbuhan kredit baik untuk konsumsi maupun investasi.

Selain itu, sektor konsumsi dan ritel juga diprediksi akan mendapatkan dorongan positif. Penurunan suku bunga dapat meningkatkan daya beli masyarakat melalui biaya pinjaman yang lebih murah, sehingga memperkuat permintaan domestik pada kuartal IV-2025 yang secara historis ditopang oleh peningkatan konsumsi akhir tahun.

Meskipun arah kebijakan moneter longgar ini mendukung pertumbuhan ekonomi dan return pasar ekuitas, sejumlah risiko tetap perlu diwaspadai. Salah satunya adalah ketidakpastian kebijakan tarif impor AS di bawah pemerintahan Trump yang dapat memicu aksi profit taking pada aset-aset berisiko, termasuk negara berkembang seperti Indonesia. Selain itu, penurunan suku bunga domestik juga berpotensi menimbulkan tekanan terhadap nilai tukar rupiah, mengingat risiko capital outflow akibat perbedaan imbal hasil dengan aset dolar AS atau keuangan lainnya.

Rekomendasi Saham dan Proyeksi IHSG

Sebagai tambahan, menjelang musim rilis laporan keuangan, pelaku pasar juga dapat mencermati saham sektor emas yang berpotensi mencatatkan kinerja positif pada kuartal III-2025 sejalan dengan reli harga komoditas emas di atas level US$ 4.000 per ons troi.

Ratih menyampaikan bahwa IHSG berpotensi berada dalam range 7.900-8.200. Dalam hal rekomendasi saham, ia menyarankan untuk melakukan buy pada saham BBRI di level resistance Rp 4.100 dan support Rp 3.400, serta buy pada saham AMRT pada posisi resistance Rp 2.600 dan support Rp 2.100. Selain itu, ia juga merekomendasikan buy on weakness pada saham ANTM dengan resistance Rp 3.480 dan support Rp 3.100 per saham.

Sementara itu, Equity Research Analyst dari OCBC Sekuritas, Liga Maradona, mengatakan bahwa jika BI Rate turun, pasar saham akan cenderung sideways sambil menunggu kebijakan The Fed dan data-data ekonomi yang akan dirilis. Jika BI Rate tidak turun, maka IHSG diperkirakan akan terkoreksi karena sebelum pengumuman BI Rate, pergerakan saham telah mencoba melakukan front position.

Liga menilai bahwa saham-saham di sektor perbankan dan properti akan diuntungkan dari sentimen pemangkasan suku bunga acuan periode Oktober 2025. Ia memberikan rekomendasi saham BBCA dan BBRI dengan target terdekat di harga masing-masing Rp 8.000-Rp 8.500 dan Rp 3.800-Rp 4.090 per saham.

ANTM Chart
by TradingView

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan