Kondisi Kelistrikan Banda Aceh Kembali Normal
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, menyampaikan bahwa pasokan listrik di Banda Aceh telah kembali normal sesuai kondisi sebelum bencana banjir dan tanah longsor. Berdasarkan data terkini, seluruh beban listrik di Banda Aceh dengan kapasitas sekitar 120 megawatt telah menyala penuh sejak semalam.
"Kami harus sampaikan secara data terkini, Banda Aceh semalam, Alhamdulillah puji Tuhan, sudah normal sesuai dengan apa yang sebelum terjadi bencana, 120 megawatt di Banda Aceh semuanya sudah nyala," katanya di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Jumat (19/12/2025).
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Empat Kabupaten Masih Alami Pemadaman Bergilir
Meski kondisi Banda Aceh sudah pulih, Bahlil menyebut masih terdapat empat kabupaten di Aceh yang tingkat kelistrikannya belum sepenuhnya normal atau masih di bawah 50 persen. Keempat wilayah tersebut yakni Aceh Tamiang, Bener Meriah, Gayo Lues, dan Aceh Tengah.
"Tapi, secara umum untuk Aceh normal tinggal empat kabupaten tadi. Itu masih pemadaman bergilir," ujar Bahlil.

Gangguan Bukan Di Pembangkit Tapi Infrastruktur Distribusi
Bahlil menjelaskan, gangguan kelistrikan yang masih terjadi bukan disebabkan keterbatasan pasokan listrik atau masalah pada pembangkit. Kendala utama pada infrastruktur distribusi, khususnya jaringan tegangan rendah yang belum sepenuhnya terselesaikan.
Dia menyebut sebagian akses jalan baru dapat diselesaikan, sementara beberapa wilayah lainnya masih terdampak banjir. Kondisi tersebut membuat penyaluran listrik belum bisa dilakukan secara penuh karena berpotensi membahayakan keselamatan masyarakat.
"Iya, pemadaman bergilir itu diakibatkan karena infrastruktur kan? Jalan, kemudian tower-tower kita yang belum bisa dibangun. Ada yang sudah dibangun, jatuh lagi. Karena pas air terbawa," tuturnya.

ESDM Gandeng Masyarakat Pulihkan Kelistrikan di Aceh
Bahlil menyampaikan pemerintah terus berupaya maksimal melalui kerja sama lintas sektor. Tim PLN, Kementerian ESDM, TNI, Polri, hingga masyarakat setempat, terus berkolaborasi untuk mempercepat perbaikan infrastruktur kelistrikan.
Mantan Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) itu menambahkan, secara jaringan utama atau backbone kelistrikan Sumatra, termasuk jalur Bireuen dan Arun, saat ini sudah kembali terhubung.
"Insya Allah kalau di tower-tower rendah atau tiang-tiang yang rendah ini infrastrukturnya sudah bisa selesai, maka itu bisa kami selesaikan," kata Bahlil.

Upaya Bersama Untuk Memulihkan Kelistrikan
Selain itu, pemerintah juga melakukan koordinasi intensif dengan berbagai pihak untuk memastikan proses pemulihan kelistrikan berjalan lancar. Tim teknis terus bergerak ke daerah-daerah yang masih mengalami gangguan, baik dalam hal perbaikan jaringan maupun pengadaan peralatan yang diperlukan.
Dalam waktu dekat, rencananya akan dilakukan pemeriksaan berkala untuk memastikan tidak ada titik yang terlewat dalam proses pemulihan. Selain itu, pemerintah juga berkomitmen untuk meningkatkan kapasitas dan ketahanan jaringan listrik agar lebih siap menghadapi bencana di masa mendatang.
Dengan kolaborasi yang kuat dan komitmen yang tinggi, diharapkan semua wilayah di Aceh dapat segera pulih sepenuhnya dan kembali menikmati pasokan listrik yang stabil.