Listrik Masuk Desa, Senyum Bersinar di Ujung Negeri

admin.aiotrade 21 Okt 2025 3 menit 16x dilihat
Listrik Masuk Desa, Senyum Bersinar di Ujung Negeri

Perubahan Masa Lalu Menjadi Cahaya Kini

Di Kampung Iraiweri, Distrik Anggi, Pegunungan Arfak, Papua Barat, masyarakat kini merasakan perubahan besar. Puluhan tahun lamanya, mereka hidup dalam kegelapan setiap malam hari. Tapi kini, suasana berbeda. Dari hanya mengandalkan cahaya bulan dan lampu minyak yang menyebarkan asap, kini deretan rumah kayu di lereng gunung itu bersinar lembut.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Perubahan ini terjadi berkat Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro (PLTMH) Anggi. Energi dari aliran air telah diubah menjadi listrik yang bisa digunakan oleh seluruh warga. Elias Inyomusi, salah satu warga setempat, mengatakan bahwa sekarang semua rumah bisa menikmati listrik. Hal ini sangat penting bagi anak-anak agar bisa belajar dengan nyaman dan ibu-ibu bisa memasak tanpa kesulitan.

Elias masih ingat masa-masa tanpa penerangan. Warga dulu membuat api, menyalakan gelegar dari rotan, dan membakar minyak tanah. Itu yang mereka gunakan untuk belajar. Kini, anak-anak tidak lagi membaca di bawah cahaya sumbu minyak, tapi di bawah lampu pijar yang tak pernah padam.

Bagi masyarakat Anggi, listrik bukan sekadar penerangan — tapi simbol kemajuan. Dengan adanya listrik, anak-anak bisa belajar, pintar, dan bersaing dengan distrik lain. “Terima kasih, kami tetap NKRI,” ucap Piti Inyomusi dengan penuh haru.

Pembangunan PLTMH Anggi merupakan bagian dari program strategis Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). Kabupaten Pegunungan Arfak menjadi satu-satunya wilayah di Indonesia yang seluruh pasokan listriknya berasal dari energi baru terbarukan (EBT).

Kehidupan Berubah di Desa Bandar Jaya

Ratusan kilometer dari Papua Barat, di Desa Bandar Jaya, Kabupaten Musi Banyuasin, Sumatera Selatan, kisah serupa juga terjadi. Ruslam (52), salah satu warga setempat, akhirnya tersenyum lega. Untuk pertama kalinya, rumahnya terang tanpa suara bising genset.

Sebelumnya, Ruslam menggunakan genset yang membutuhkan enam jam satu liter bensin, sehingga pada jam sepuluh malam sudah gelap lagi. Anak-anaknya belajar di bawah lampu redup, sementara istrinya harus berhenti menjahit saat bahan bakar habis. Kini, kehidupan mereka berubah. Anak-anak bisa belajar sampai malam, istri bisa menjahit tanpa terburu-buru, dan Ruslam bisa istirahat dengan tenang.

Momen paling berkesan terjadi ketika Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menyalakan kWh meter di rumahnya. Seketika lampu menyala terang dan warga bersorak gembira. “Bagi kami, ini bukan sekadar penerangan, tapi awal kehidupan baru,” kata Ruslam.

Program Pemerintah untuk Keadilan Energi

Transformasi di dua ujung negeri itu terwujud berkat Program Bantuan Pasang Baru Listrik (BPBL) dan Listrik Desa (Lisdes). Dua inisiatif utama pemerintah untuk mewujudkan keadilan energi dan memastikan seluruh warga Indonesia merasakan manfaat listrik.

“Program Lisdes ini wujud nyata arahan Presiden Prabowo Subianto agar seluruh desa di Indonesia menikmati listrik paling lambat tahun 2029–2030,” ujar Menteri Bahlil saat kunjungan ke Musi Banyuasin (16/10/2025).

Hingga kini, masih ada sekitar 5.700 desa dan 4.400 dusun yang belum tersambung listrik. Karena itu, Program Lisdes 2025 menargetkan pembangunan di 1.285 lokasi baru, termasuk jaringan tegangan menengah sepanjang 4.770 kilometer, jaringan tegangan rendah 3.265 kilometer, serta gardu berkapasitas total 94.040 kVA.

Untuk wilayah yang sulit dijangkau jaringan PLN, pemerintah menyiapkan alternatif berupa Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) komunal dan individual dengan baterai. Sementara itu, BPBL menyasar 215.000 rumah tangga miskin di 36 provinsi untuk memperoleh listrik gratis lengkap dengan instalasi rumah tangga dan token perdana senilai Rp100.000.

Listrik sebagai Simbol Hadirnya Negara

Kini, listrik bukan hanya tanda kemajuan, tetapi bukti nyata hadirnya negara. Dari gemericik air di Pegunungan Arfak hingga senyum Ruslam di Musi Banyuasin, cahaya yang sama menyala — cahaya harapan, cahaya keadilan.

“Masa Indonesia sudah merdeka 80 tahun tapi masih ada desa gelap?” tanya Bahlil lirih, mengenang masa kecilnya di kampung tanpa listrik. Kini, di bawah cahaya lampu-lampu sederhana, mimpi itu perlahan menjadi nyata.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan