Listrik RSUD Aceh Kembali Menyala, Menkes Minta Percepatan Pemulihan

admin.aiotrade 07 Des 2025 3 menit 12x dilihat
Listrik RSUD Aceh Kembali Menyala, Menkes Minta Percepatan Pemulihan

Penyediaan Listrik Darurat untuk Rumah Sakit di Aceh Tamiang

Setelah mengalami gangguan jaringan akibat bencana banjir, pasokan listrik di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Muda Sedia, Aceh Tamiang kembali beroperasi. Pada hari Kamis (4/12), layanan rumah sakit mulai bisa memanfaatkan pasokan listrik dari mesin genset PLN yang dikirim dari kota Langsa. Genset ini digunakan untuk kebutuhan prioritas dalam operasional rumah sakit.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Genset dengan kapasitas 66.000 Watt ini tiba setelah melewati medan berat pascabencana. Tim yang bertugas menggunakan lampu darurat untuk menembus jalur darat yang berlumpur, tanah amblas, hingga ruas jalan yang terputus. Proses pengiriman ini membutuhkan ketelitian dan kesabaran agar dapat mencapai lokasi secara tepat waktu.

Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo menjelaskan bahwa dalam situasi darurat, ketersediaan listrik menjadi penopang utama bagi layanan publik yang tidak boleh terganggu. Ia juga menyatakan bahwa lembaganya telah berkoordinasi langsung dengan Kementerian Kesehatan.

"Atas arahan langsung dari Menteri Kesehatan, Bapak Budi Gunadi Sadikin, kami prioritaskan rumah sakit harus menyala lebih dulu, karena di sana ada nyawa yang dipertaruhkan," ujar Darmawan.

Pengiriman Genset Melalui Udara

Selain untuk RSUD Aceh Tamiang, PLN bersama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan Tentara Nasional Indonesia (TNI) juga menerbangkan genset berkapasitas 250 kiloVolt Ampere (kVA). Genset dikirim menggunakan helikopter Sikorsky S-61A dari Banda Aceh untuk objek vital terdampak bencana seperti Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Datu Beru, Takengon, Kabupaten Aceh Tengah.

General Manager PLN Unit Induk Distribusi Aceh Eddi Saputra menambahkan bahwa pengiriman melalui udara menjadi solusi terbaik agar genset tiba tepat waktu di lokasi prioritas. "Pengiriman melalui udara menjadi satu-satunya opsi agar genset tiba secepatnya, karena seluruh akses darat menuju RSUD Datu Beru terputus dan tidak dapat dilalui akibat bencana. Dengan dukungan helikopter, proses distribusi dapat ditempuh dalam waktu sekitar 45 menit," kata Eddi.

Lebih lanjut Eddi menambahkan bahwa setibanya genset di lokasi, petugas PLN segera melakukan instalasi dan pengujian agar dapat beroperasi sebagai sumber listrik sementara. "Dalam proses mobilisasi via udara diperlukan ketelitian yang tinggi. Material seberat 3,6 ton, yang terdiri atas genset seberat 2,6 ton dan trailer seberat 1 ton ini sempat gagal diterbangkan pada percobaan pertama. Namun, akhirnya berhasil diterbangkan pada percobaan kedua setelah penyesuaian beban serta titik angkat," ujar Eddi.

Peran Penting dalam Menjaga Layanan Publik

Di sisi lain, Bupati Aceh Tengah Haili Yoga menekankan pentingnya upaya ini untuk menjaga layanan publik yang krusial seperti rumah sakit tetap beroperasi. Direktur Utama RSUD Datu Beru Takengon Gusnarwin turut mengapresiasi gerak cepat PLN dalam memastikan layanan medis tetap berjalan meski jaringan listrik utama terdampak bencana.

"Dengan adanya genset ini, kami dapat memastikan ruang operasi, layanan gawat darurat, dan perawatan pasien tetap berlangsung tanpa kendala. Ini benar-benar menyelamatkan banyak nyawa," ujar Gusnarwin.

Kesimpulan

Langkah-langkah yang diambil oleh PLN, BNPB, dan TNI dalam menyediakan pasokan listrik darurat sangat penting untuk memastikan layanan kesehatan tetap berjalan meskipun terjadi bencana alam. Dengan koordinasi yang baik dan penggunaan metode transportasi yang efektif, para pihak berhasil membantu masyarakat yang membutuhkan. Kesiapan dan tanggap dalam situasi darurat menjadi kunci utama dalam menjaga keselamatan dan kenyamanan masyarakat.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan