
Liverpool Kembali Terpuruk, Kekalahan ke Empat Berturut-Turut
Liverpool kembali mengalami kekalahan yang memperparah rekor mereka di Liga Primer. Kali ini, tim asuhan Arne Slot kalah 3-2 dari Brentford di Gtech Community Stadium pada Minggu (26/10). Hasil ini menambah tekanan terhadap manajer baru tersebut, yang kini harus berjuang keras untuk memperbaiki performa The Reds.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Brentford tampil dominan sejak awal pertandingan. Mereka membuka keunggulan cepat melalui gol Dango Ouattara hanya dalam lima menit pertama. Di babak pertama, Kevin Schade berhasil mencetak gol kedua untuk tuan rumah sebelum jeda. Meskipun Liverpool sempat memperkecil ketertinggalan lewat gol Milos Kerkez sebelum jeda, Brentford kembali memperlebar jarak dengan penalti Igor Thiago di babak kedua. Mohamed Salah mencetak gol di akhir laga, tetapi usaha itu tidak cukup untuk menyelamatkan hasil pertandingan.
Kekalahan ini membuat Liverpool bergabung dengan daftar klub juara bertahan yang pernah mengalami empat kekalahan berturut-turut di Liga Primer. Termasuk dalam daftar ini adalah skuad Liverpool sendiri musim 2020–21, Leicester City 2016–17, dan Manchester City 2024–25. Kini, Slot menghadapi tekanan besar setelah timnya mengalami jumlah kekalahan yang sama seperti total kekalahan mereka sepanjang musim lalu saat merebut gelar juara.
Performa Liverpool Tidak Stabil
Liverpool tampak kesulitan menghadapi gaya permainan langsung Brentford. Meskipun Slot telah memperingatkan ancaman dari lemparan jauh tim tuan rumah, pertahanan The Reds tetap gagal mengantisipasi dan tertinggal lebih awal. Salah hampir mencetak gol penyama lewat umpan terobosan Cody Gakpo, tetapi penyelesaian akhirnya masih bisa digagalkan kiper Caoimhín Kelleher.
Brentford semakin percaya diri seiring berjalannya laga. Mantan kapten Liverpool, Jordan Henderson, hampir menggandakan keunggulan dengan tendangan jarak jauh, disusul peluang Mikkel Damsgaard yang masih ditepis Giorgi Mamardashvili. Upaya keras Brentford membuahkan hasil menjelang turun minum, ketika Damsgaard memberikan umpan terobosan yang diselesaikan Schade dengan tenang melewati Mamardashvili untuk menjadikan skor 2-0.
Liverpool sempat membalas sebelum jeda melalui gol Kerkez setelah menyambar umpan silang Conor Bradley. Namun, tuan rumah kembali memperlebar jarak pada pertengahan babak kedua. Setelah pelanggaran Virgil van Dijk terhadap Ouattara di tepi kotak penalti, wasit memberikan penalti lewat tinjauan VAR, yang sukses dieksekusi Igor Thiago menjadi 3-1.
Mohamed Salah Cetak Gol, Tapi Tak Cukup
Salah kemudian mencetak gol keduanya di Premier League musim ini melalui umpan Dominik Szoboszlai, memperkecil ketertinggalan menjadi 3-2. Tetapi hingga peluit akhir, Liverpool tak mampu menembus kembali pertahanan rapat The Bees yang tampil disiplin.
Kekalahan ini membuat Liverpool gagal memperbaiki posisi mereka di klasemen dan berpotensi tertinggal tujuh poin dari Arsenal di puncak. Brentford, di sisi lain, mencatat kemenangan kedua mereka atas Liverpool di Liga Primer dan memperpanjang catatan positif di kandang.
Tantangan Besar bagi Arne Slot
Slot kini menghadapi tantangan besar untuk memulihkan performa timnya setelah awal musim yang tidak stabil. Liverpool berikutnya akan menghadapi laga penting di Anfield, di tengah upaya menghindari rekor kekalahan terpanjang mereka di era Liga Primer. Kini, seluruh fokus terletak pada bagaimana arsitek baru ini dapat mengubah situasi yang sedang memburuk.