Lo Kheng Hong Tambah 2,19 Juta Lembar Saham ABMM

admin.aiotrade 21 Okt 2025 2 menit 10x dilihat
Lo Kheng Hong Tambah 2,19 Juta Lembar Saham ABMM


aiotrade, JAKARTA – Lo Kheng Hong, seorang investor ternama di Indonesia yang sering disebut sebagai Warren Buffett-nya Nusantara, kembali memperluas kepemilikan sahamnya di PT ABM Investama Tbk. (ABMM). Pada pekan ke-2 Oktober 2025, ia menambahkan 2,19 juta lembar saham ABMM.

Berdasarkan data dari PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), Lo Kheng Hong mengakuisisi 2.190.500 lembar saham ABMM pada 17 Oktober 2025. Setelah transaksi ini, jumlah saham yang dimilikinya meningkat menjadi 153.500.100 lembar atau sekitar 5,58% dari total saham perseroan. Sebelumnya, Lo Kheng Hong memiliki 151.309.600 lembar saham atau 5,50%.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Sebagai informasi tambahan, berdasarkan laporan registrasi pemegang efek per 31 Juli 2025, Lo Kheng Hong tercatat memiliki 151,18 juta saham ABMM atau sebesar 5,49%. Angka ini sedikit meningkat dibandingkan posisi sebelumnya, yaitu 150,84 juta saham.

Pemegang saham mayoritas ABMM masih dipegang oleh PT Tiara Marga Trakindo dengan porsi 53,55%. Di bawahnya, Valle Verde Pte Ltd memiliki 25,51% saham, sementara publik menguasai 15,17%. Secara keseluruhan, ABMM memiliki 2,75 miliar saham beredar.

Kinerja Keuangan ABMM Semester I/2025

Dari segi kinerja keuangan, ABMM mencatatkan penurunan laba bersih selama semester I/2025. Laba bersih perseroan sebesar US$27,74 juta atau setara Rp450,04 miliar (kurs Jisdor 30 Juni 2025 Rp16.231 per dolar AS). Angka ini turun 69,59% dibandingkan periode yang sama tahun lalu, yakni US$91,24 juta atau Rp1,48 triliun.

Penurunan laba bersih ini sejalan dengan penurunan pendapatan ABMM. Pendapatan perseroan dari kontrak dengan pelanggan mencapai US$506,89 juta, turun 11,68% YoY dari US$573,90 juta pada semester I/2024.

Pendapatan ABMM terbagi menjadi beberapa pos, antara lain:

  • Pendapatan kontraktor tambang dan tambang batu bara: US$363,17 juta
  • Pendapatan jasa logistik dan sewa kapal: US$65,75 juta
  • Pendapatan jasa divisi site services dan repabrikasi: US$25,29 juta
  • Sewa mesin pembangkit tenaga listrik: US$130,66 ribu
  • Pendapatan dari pabrikasi: US$15,32 juta
  • Pendapatan dari perdagangan bahan bakar: US$37,20 juta

Kontribusi Pelanggan Utama

Dari sisi pelanggan, ABMM mendapatkan pendapatan terbesar dari PT Borneo Indobara sebesar US$259,88 juta. Selain itu, PT Binuang Mitra Bersama Blok Dua menyumbang US$107,03 juta atau 21,12% dari total pendapatan, dan PT Multi Harapan Utama memberikan kontribusi sebesar 13,81% atau US$56,22 juta.

Penutup

Berita ini disajikan hanya untuk informasi dan tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. aiotrade tidak bertanggung jawab atas segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan