Lo Kheng Hong Tambah 2,19 Juta Saham ABMM

admin.aiotrade 21 Okt 2025 2 menit 11x dilihat
Lo Kheng Hong Tambah 2,19 Juta Saham ABMM

Penambahan Kepemilikan Saham oleh Lo Kheng Hong di ABMM

Lo Kheng Hong, seorang investor ternama yang dikenal sebagai Warren Buffett-nya Indonesia, kembali memperluas kepemilikan sahamnya di PT ABM Investama Tbk. (ABMM). Pada pekan kedua Oktober 2025, ia membeli sebanyak 2,19 juta lembar saham ABMM.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Berdasarkan data dari PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) yang dirilis pada Selasa (21/10/2025), Lo Kheng Hong mengakuisisi 2.190.500 lembar saham ABMM pada 17 Oktober 2025. Setelah transaksi tersebut, jumlah saham yang dimilikinya meningkat menjadi 153.500.100 lembar atau setara dengan 5,58% dari total saham yang beredar. Sebelumnya, ia memiliki 151.309.600 lembar saham atau sebesar 5,50%.

Sebelumnya, laporan registrasi pemegang efek per 31 Juli 2025 menunjukkan bahwa Lo Kheng Hong tercatat memiliki 151,18 juta saham ABMM atau sekitar 5,49%. Pemegang saham ini juga meningkat dari posisi sebelumnya, yaitu 150,84 juta saham.

Struktur Kepemilikan Saham ABMM

Secara keseluruhan, kepemilikan saham ABMM masih didominasi oleh PT Tiara Marga Trakindo dengan porsi sebesar 53,55%. Di bawahnya, Valle Verde Pte Ltd memiliki 25,51%, dan sisa 15,17% dikuasai oleh publik. Total saham yang beredar di ABMM mencapai 2,75 miliar lembar.

Kinerja Keuangan ABMM Semester I/2025

Dari segi kinerja keuangan, ABMM mencatat penurunan laba bersih pada semester pertama tahun 2025. Laba bersih yang dicatatkan adalah sebesar US$27,74 juta atau setara dengan Rp450,04 miliar (kurs Jisdor 30 Juni 2025 sebesar Rp16.231 per dolar AS). Angka ini turun sebesar 69,59% dibandingkan capaian pada semester yang sama di tahun 2024, yang mencapai US$91,24 juta atau sekitar Rp1,48 triliun.

Penurunan laba bersih ini sejalan dengan penurunan pendapatan perseroan. Pendapatan ABMM dari kontrak dengan pelanggan tercatat sebesar US$506,89 juta, turun 11,68% dibandingkan periode yang sama di tahun 2024 sebesar US$573,90 juta.

Rincian Pendapatan ABMM

Pendapatan ABMM terdiri dari beberapa pos, antara lain:

  • Pendapatan kontraktor tambang dan tambang batu bara sebesar US$363,17 juta.
  • Pendapatan jasa logistik dan sewa kapal senilai US$65,75 juta.
  • Pendapatan dari jasa divisi site services dan repabrikasi sebesar US$25,29 juta.
  • Sewa mesin pembangkit tenaga listrik sebesar US$130,66 ribu.
  • Pendapatan dari pabrikasi senilai US$15,32 juta.
  • Pendapatan dari perdagangan bahan bakar sebesar US$37,20 juta.

Sumber Pendapatan dari Pelanggan Utama

Pendapatan ABMM berasal dari beberapa pelanggan utama, seperti:

  • PT Borneo Indobara menyumbang US$259,88 juta atau 25,87% dari total pendapatan.
  • PT Binuang Mitra Bersama Blok Dua menyumbang US$107,03 juta atau 21,12%.
  • PT Multi Harapan Utama berkontribusi sebesar 13,81% atau US$56,22 juta.

Informasi Tambahan

ABM Investama Tbk. - TradingView


Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan untuk mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. aiotrade.app tidak bertanggung jawab atas segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan