Loka Karya Pemanfaatan Bantuan Literasi 2025 TBM Sanggar Anak Desa Sakola Motekar Ciamis

admin.aiotrade 21 Okt 2025 3 menit 16x dilihat
Loka Karya Pemanfaatan Bantuan Literasi 2025 TBM Sanggar Anak Desa Sakola Motekar Ciamis

TBM Sanggar Anak Desa: Komunitas Literasi yang Menjaga Tradisi dan Membangun Generasi

TBM Sanggar Anak Desa adalah sebuah divisi literasi dari Komunitas Belajar Sakola Motekar, yang berada di Lembur Kaulinan Cibunar, Dusun Desa RT/RW 06/03 Desa Sukajadi Kecamatan Sadananya. Sebagai komunitas yang menerima bantuan pemerintah dalam program literasi 2025, TBM ini telah menyelenggarakan berbagai kegiatan loka karya yang menarik minat peserta.

Kegiatan-kegiatan tersebut diselenggarakan dalam berbagai sesi dan pertemuan yang berlangsung di Sakola Motekar. Acara ini menghadirkan narasumber yang memiliki keahlian di bidangnya. Peserta yang ikut serta berasal dari siswa-siswi beberapa sekolah di wilayah Kabupaten Ciamis serta masyarakat umum.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Loka Karya Dramatic Reading

Kegiatan pertama yang dilaksanakan adalah Loka Karya Dramatic Reading pada 25 September 2025. Acara ini diikuti oleh 60 siswa-siswi dari beberapa SMP sederajat di Ciamis. Materi disampaikan oleh Wida Waridah dari Relawan Literasi Masyarakat (Relima) Kabupaten Ciamis dan Didon Nurdani, seorang seniman berpengalaman.

Kegiatan berjalan dengan lancar dan penuh sukaria. Para peserta tampak antusias mengikuti seluruh rangkaian acara hingga usai. Mereka mengaku mendapatkan ilmu baru terkait cara mendekati teks dan membacanya dengan lebih baik.

Temu Karya Komunitas dan Pegiat Literasi

Pada tanggal 1 Oktober 2025, TBM Sanggar Anak Desa menggelar kegiatan kedua dengan judul Temu Karya Komunitas dan Penggiat Literasi. Acara ini diikuti oleh 60 peserta yang merupakan perwakilan dari Taman Baca Masyarakat (TBM), komunitas literasi, penggiat perpustakaan, serta masyarakat umum yang tertarik pada dunia literasi di Kabupaten Ciamis.

Dr. Nero Topik Abdillah, ketua Forum Taman Baca Masyarakat (FTBM) Nasional hadir sebagai narasumber. Selain menjadi ajang tukar informasi, kegiatan ini juga menjadi momen untuk bertukar pengalaman dan ilmu tentang dunia literasi yang sedang berkembang.

Loka Karya Membaca dan Mengkaji Teks Keagamaan dan Nadhoman

Rangkaian kegiatan kemudian ditutup dengan Loka Karya Membaca dan Mengkaji Teks Keagamaan pada Nadhoman. Acara ini diikuti oleh 60 peserta yang merupakan perwakilan dari Majlis Taklim di RW 03, Desa Sukajadi.

Meskipun suasana acara terasa santai, kegiatan berjalan dengan khidmat. Materi disampaikan oleh dua narasumber, yaitu Fahmy Farid Purnama, Lc., M.Ag. (akademisi tafsir Al-Qur'an) dan K.H. Darid Haidarifan (Pimpinan Pondok Pesantren Banyulana, Ciamis). Hal ini membuat acara semakin bermakna.

"Penyelenggaraan kegiatan ini menjadi momen yang pas, karena sudah banyak orang yang melupakan tradisi membaca nadhoman, dibaan, marhabaan, dan lainnya. Semoga, kedepannya tradisi tersebut bisa terus terawat, supaya anak-cucu kita bisa tetap mengenal dan mencintai Nabi Muhammad Saw," ujar K.H. Darif.

Pemilihan konten seperti nadhoman, dibaan, dan shalawat dalam sebuah acara, merupakan hal yang jarang dilakukan oleh komunitas literasi lainnya. Oleh karena itu, hal ini menjadi ciri khas tersendiri bagi TBM Sanggar Anak Desa yang mampu memaknai dan mengimplementasikan kata literasi dengan cara yang komprehensif.

Menurut Dr. Nero Topik Abdillah, "saya pikir, TBM Sanggar Anak Desa ini sudah punya modal yang banyak. Di samping pergerakan dalam bidang baca tulis, ia juga sudah punya giat dalam literasi budaya, dan digital. Selain itu, ia juga sudah terhubung dengan Jaringan Pendidikan Alternatif, dan lainnya."

"Saya berharap, ke depannya setiap TBM memiliki karakteristik yang khas, dan tidak hanya berfokus pada baca tulis saja," demikian pungkasnya.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan