Lomba Akustik di Nabire, Lestarikan Musik Tradisional

admin.aiotrade 25 Okt 2025 2 menit 27x dilihat
Lomba Akustik di Nabire, Lestarikan Musik Tradisional
Lomba Akustik di Nabire, Lestarikan Musik Tradisional

Lomba Musik Akustik Tradisional Papua Diadakan di Nabire

Di tengah semangat melestarikan budaya lokal, Dewan Kesenian Provinsi Papua Tengah (DKPT) menggelar lomba musik akustik tradisional yang berlangsung di GOR Kota Lama Morgo, Distrik Nabire, Kabupaten Nabire, pada Jumat (24/10/2025). Acara ini menjadi ajang bagi para pemuda untuk menunjukkan bakat dan kreativitas mereka dalam memainkan alat musik tradisional.

Sebanyak 13 grup musik berhasil tampil dalam acara tersebut. Meskipun awalnya terdapat 17 grup yang mendaftar, empat di antaranya batal tampil karena kesibukan anggota masing-masing. Hal ini menunjukkan bahwa meski ada minat, tetapi masih ada tantangan dalam menjaga partisipasi aktif peserta.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Ketua Panitia Lomba Musik Akustik, Aleksander Giyai, menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk menghidupkan kembali musik tradisional Papua yang sempat vakum selama beberapa tahun terakhir. Ia menyebut bahwa sejak era 1980-an, musik tradisional pernah berkembang pesat melalui karya-karya seperti Arnold Ap. Namun, kini DKPT ingin kembali mengangkat semangat itu di wilayah Papua Tengah.

Aleksander menilai bahwa generasi muda saat ini lebih banyak terpengaruh oleh musik modern. Oleh karena itu, ia berharap lomba ini bisa menjadi ruang untuk memperkenalkan kembali identitas musik asli Papua kepada kalangan muda. Dengan begitu, mereka bisa lebih mencintai dan melestarikan warisan budaya daerahnya.

Untuk memberikan motivasi kepada peserta, panitia menyiapkan hadiah berupa uang pembinaan, gitar, dan sertifikat bagi pemenang juara satu hingga tiga serta juara harapan. Hadiah-hadiah ini diharapkan dapat memberikan penghargaan dan dorongan bagi peserta yang telah berpartisipasi.

Aleksander juga menekankan bahwa lomba ini bukan hanya tentang mencari juara, tetapi lebih dari itu adalah upaya membangun semangat agar musik tradisional menjadi aset budaya dan kebanggaan bagi masyarakat Papua Tengah. Ia percaya bahwa dengan adanya acara seperti ini, generasi muda akan lebih sadar akan pentingnya melestarikan musik tradisional.

Menurutnya, lomba musik akustik ini akan menjadi agenda tahunan DKPT. Ia berencana untuk menyelenggarakan acara yang lebih besar dan meriah pada tahun depan. Dengan demikian, kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga sebagai wadah untuk memperkuat eksistensi musik lokal di wilayah tersebut.

Tujuan dan Harapan Acara

Lomba musik akustik tradisional ini memiliki beberapa tujuan utama:

  • Meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya melestarikan musik tradisional.
  • Memberikan ruang bagi generasi muda untuk mengekspresikan bakat mereka.
  • Memperkuat identitas budaya lokal melalui seni musik.

Dalam acara ini, peserta tidak hanya diberi kesempatan untuk tampil, tetapi juga belajar bagaimana cara menghargai dan merawat musik tradisional. Dengan adanya dukungan dari DKPT, diharapkan musik tradisional Papua akan terus berkembang dan menjadi bagian dari kehidupan masyarakat setempat.


Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan