Lomba Akustik Dongkrak Musik Tradisional di Nabire

admin.aiotrade 25 Okt 2025 2 menit 16x dilihat
Lomba Akustik Dongkrak Musik Tradisional di Nabire
Lomba Akustik Dongkrak Musik Tradisional di Nabire

Lomba Musik Akustik Tradisional Papua di Nabire

Di tengah semangat untuk melestarikan budaya lokal, Dewan Kesenian Provinsi Papua Tengah (DKPT) menggelar lomba musik akustik tradisional yang berlangsung di GOR Kota Lama Morgo, Distrik Nabire, Kabupaten Nabire, pada Jumat (24/10/2025). Acara ini menjadi momen penting bagi masyarakat setempat untuk mengekspresikan bakat dan kreativitas mereka melalui alat musik tradisional.

Sebanyak 13 grup musik tampil dalam lomba tersebut. Mereka memperlihatkan kemampuan bermain alat musik khas Papua seperti gitar, biola, dan alat musik lainnya. Meskipun panggung yang disediakan tergolong sederhana, para peserta tetap memberikan penampilan yang penuh semangat dan penuh makna.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Ketua Panitia Lomba Musik Akustik, Aleksander Giyai, menjelaskan bahwa awalnya terdapat 17 grup yang mendaftar. Namun, empat di antaranya tidak bisa tampil karena kesibukan masing-masing anggota. Ia menyatakan bahwa acara ini bertujuan untuk menghidupkan kembali musik tradisional yang sempat vakum selama beberapa tahun terakhir.

"Sejak era 1980-an, musik tradisional sempat berkembang pesat lewat karya Arnold Ap. Kini kami ingin mengangkat kembali semangat itu di Papua Tengah," ujar Aleksander.

Ia menilai bahwa generasi muda saat ini lebih banyak terpengaruh oleh musik modern. Oleh karena itu, diperlukan ruang khusus untuk memperkenalkan kembali identitas musik asli Papua. Dengan adanya lomba ini, diharapkan muncul rasa cinta dan kebanggaan terhadap musik tradisional daerah.

Panitia menyiapkan hadiah berupa uang pembinaan, gitar, dan sertifikat bagi pemenang juara satu hingga tiga serta juara harapan. Hadiah ini diharapkan dapat memberikan motivasi bagi peserta untuk terus berkarya dan menjaga warisan budaya.

Aleksander berharap lomba ini menjadi langkah awal dalam membangun semangat generasi muda untuk mencintai dan melestarikan musik tradisional. "Kegiatan ini bukan hanya soal mencari juara, tetapi juga membangun semangat agar musik tradisional menjadi aset budaya dan kebanggaan Papua Tengah," katanya.

Ia menambahkan bahwa lomba musik akustik ini akan menjadi agenda tahunan DKPT untuk memperkuat eksistensi musik lokal di wilayah tersebut. "Ini lomba perdana, dan tahun depan kami rencanakan dengan skala yang lebih besar dan meriah," tutupnya.

Tujuan dan Harapan Acara

Lomba musik akustik tradisional ini memiliki beberapa tujuan utama:

  • Melestarikan budaya lokal: Dengan memperkenalkan dan mempromosikan alat musik serta lagu tradisional, diharapkan generasi muda lebih mengenal dan menghargai warisan budaya leluhur.
  • Meningkatkan partisipasi masyarakat: Acara ini memberikan ruang bagi komunitas musik lokal untuk tampil dan berkompetisi.
  • Membangun kesadaran budaya: Melalui pertunjukan dan penghargaan, diharapkan masyarakat lebih sadar akan pentingnya menjaga identitas budaya.

Dengan dukungan dari DKPT dan partisipasi aktif masyarakat, lomba ini diharapkan menjadi awal dari pergerakan yang lebih luas dalam pelestarian musik tradisional Papua.


Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan