
Sosok Terduga Pelaku Peledakan di SMAN 72 Jakarta
Pada Jumat (7/11/2025), saat waktu salat Jumat, sebuah ledakan terjadi di SMAN 72 Jakarta. Peristiwa ini mengejutkan banyak orang dan menjadi perhatian utama masyarakat. Terduga pelaku kejadian tersebut adalah seorang siswa berinisial FN (17 tahun) yang berasal dari Jakarta Utara. Saat ini, FN tercatat sebagai siswa kelas XII di sekolah tersebut.
Motif pelaku melakukan aksi tersebut diduga berkaitan dengan balas dendam. Sejumlah informasi menyebut bahwa FN sering menjadi korban bullying di lingkungan sekolah. Bullying dapat berupa tindakan intimidasi, kekerasan verbal, fisik, sosial, atau digital secara berulang dari pihak yang memiliki pengaruh lebih besar. Hal ini bisa memengaruhi psikologis seseorang, sehingga memicu rasa tidak aman dan kesedihan.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Pelaku Mandiri Tidak Terkait Jaringan Terorisme
Menurut Ridlwan Habib, pakar terorisme dan intelijen, belum ditemukan bukti bahwa terduga pelaku memiliki kaitan dengan jaringan terorisme di Indonesia. Ia menyebut pelaku sebagai lone wolf, yaitu individu yang bertindak sendirian tanpa bantuan kelompok. Istilah ini merujuk pada seseorang yang hidup atau menghabiskan waktu sendirian dan tidak bergantung pada orang lain.
Ridlwan menjelaskan bahwa meskipun aksi tersebut menimbulkan ketakutan, seperti dampak dari setiap aksi teror, tetapi sampai saat ini belum ada data yang menghubungkan FN dengan jaringan terorisme klasik. Ia juga menyampaikan bahwa motif pelaku masih dalam penyelidikan polisi.
Dugaan Keterkaitan dengan Teori Psikologi
Ridlwan menyoroti kemungkinan bahwa FN merupakan korban bullying, yang memicu rasa gelisah dan kemudian mencari cara untuk menghadapinya. Ia mengaitkan hal ini dengan teori psikologi moral disengagement. Teori ini menggambarkan bagaimana seseorang menjauhkan diri dari standar etika dan yakin bahwa perilaku tidak etis mereka dapat dibenarkan.
Menurut Dr. Sigit Nugraha, dekan fakultas psikologi Universitas Riau, ketika seseorang di usia muda sering mengalami bullying, mereka bisa mengalami gangguan jiwa dan menggunakan strategi seperti balas dendam sebagai cara menghadapi situasi tersebut. Balas dendam ini bisa berupa tindakan yang mirip dengan aksi teror yang pernah terjadi sebelumnya.
Identitas Terduga Pelaku Masih Dalam Penyelidikan
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menyatakan bahwa informasi sementara mengarah pada fakta bahwa terduga pelaku adalah seorang siswa dari SMAN 72 Jakarta. Pihak kepolisian masih mendalami identitas, lingkungan, dan tempat tinggal FN. Selain itu, tidak ditemukan informasi bahwa orang tua terduga pelaku merupakan anggota kepolisian.
Pengakuan dari Siswa Sekolah
Seorang siswa SMAN 72 Jakarta berinisial Z mengenali foto FN yang beredar di media sosial. Ia mengungkapkan bahwa FN adalah kakak kelasnya yang sering dibully oleh teman-temannya. Z menyebut bahwa FN selalu sendiri dan memakai jas putih. Menurutnya, FN tidak kuat menghadapi bullying hingga akhirnya melakukan aksi tersebut.
Z mengatakan bahwa FN kerap terlihat sendiri sebelum kejadian. Ia juga menduga bahwa FN ingin membalas dendam kepada para perundungnya. Sebelum kejadian, Z mengatakan bahwa FN sering berada di belakang sekolah, di dekat tempat sampah. Ia juga menyebut bahwa FN diduga merakit bom sendiri dan menempatkannya di tiga daerah, yaitu musala, kantin, dan tempat nongkrong siswa.
Kondisi Saat Ledakan Terjadi
Saat ledakan terjadi, Z sedang berada di teras masjid ingin melaksanakan salat Jumat. Ia mengatakan bahwa saat itu sedang berlangsung khotbah dan ibadah salat. Tiba-tiba terdengar ledakan yang mengakibatkan delapan orang temannya terluka. Beberapa di antaranya mengalami luka bakar yang parah.
Z tidak melihat pelaku karena siswa kelas XII sedang libur. Ia mengakui bahwa foto yang viral adalah FN. Z juga menyebut bahwa FN sering membuat gambar-gambar yang tidak biasa, termasuk tentang berdarah, teroris, dan bendera Amerika. Selain itu, ia sering menonton film bertema tembak-menembak.
Evakuasi dan Penyelidikan Lanjutan
Setelah ledakan terjadi, aparat kepolisian segera tiba di lokasi dan memasang garis polisi. Mereka membantu mengevakuasi para korban. Tak lama setelah itu, tim Gegana Korps Brimob Polri dikerahkan untuk melakukan penyisiran dan olah tempat kejadian perkara. Petugas bersenjata lengkap melakukan pemeriksaan di sekitar masjid guna memastikan tidak ada benda mencurigakan lain yang tertinggal.
Beberapa saksi juga menyebut sempat melihat orang mencurigakan masuk ke masjid sebelum kejadian. Lokasi ledakan terjadi di pintu masjid hingga bagian belakang sekolah.