
Peringatan Dini Longsor di Jakarta
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta telah mengeluarkan peringatan dini terkait potensi pergerakan tanah atau longsor di sejumlah daerah. Hal ini dilakukan sebagai upaya pencegahan dan pengurangan risiko bencana yang bisa terjadi akibat curah hujan tinggi.
Berdasarkan data terbaru, terdapat 12 kecamatan di Jakarta Timur dan Jakarta Selatan yang masuk dalam zona rawan longsor pada periode Desember 2025. Wilayah-wilayah tersebut dinilai rentan karena berbagai faktor seperti topografi dan kondisi geografis yang memungkinkan terjadinya gerakan tanah.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Prakiraan wilayah potensi longsor ini disusun melalui hasil tumpang tindih antara peta zona kerentanan gerakan tanah dengan peta prakiraan curah hujan bulanan dari BMKG. Kepala Pusat Data dan Informasi BPBD DKI Jakarta, Muhammad Yohan, menjelaskan bahwa beberapa wilayah di Provinsi DKI Jakarta berada dalam Zona Menengah-Tinggi pergerakan tanah.
Zona Rawan Longsor
Pada Zona Menengah, potensi gerakan tanah dapat terjadi jika curah hujan di atas normal. Faktor-faktor seperti daerah yang berbatasan dengan lembah sungai, gawir, tebing jalan, atau lereng yang mengalami gangguan juga menjadi penyebab utama.
Sementara itu, Zona Tinggi menunjukkan bahwa gerakan tanah dapat terjadi lebih mudah, bahkan dengan curah hujan yang hanya sedikit di atas rata-rata. Di sisi lain, gerakan tanah lama bisa aktif kembali, sehingga masyarakat perlu tetap waspada.
Daftar 12 Kecamatan Rawan Longsor
Berikut adalah daftar 12 kecamatan yang masuk dalam zona rawan longsor di Jakarta:
- Cilandak
- Jagakarsa
- Kebayoran Baru
- Kebayoran Lama
- Mampang Prapatan
- Pasar Minggu
- Pesanggrahan
- Cipayung
- Ciracas
- Kramat Jati
- Makasar
- Pasar Rebo
Imbauan untuk Masyarakat
Untuk mengurangi risiko bencana, BPBD DKI Jakarta mengimbau kepada lurah, camat, dan masyarakat untuk tetap waspada dan mengantisipasi adanya potensi gerakan tanah saat curah hujan di atas normal.
Jika terjadi kondisi darurat, masyarakat dapat segera menghubungi layanan Jakarta Siaga melalui nomor telepon 112. Layanan ini gratis dan beroperasi 24 jam penuh, sehingga masyarakat dapat memperoleh bantuan kapan saja.
Tips Pencegahan dan Kesadaran Masyarakat
Masyarakat diharapkan untuk selalu memperhatikan kondisi lingkungan sekitar, terutama di daerah yang berpotensi longsor. Beberapa langkah pencegahan yang dapat dilakukan antara lain:
- Memastikan saluran air lancar untuk menghindari penumpukan air yang bisa memicu longsor.
- Tidak membangun bangunan di daerah yang berpotensi longsor.
- Melakukan pemantauan rutin terhadap lereng dan struktur tanah di sekitar rumah.
- Mengikuti informasi resmi dari BPBD dan instansi terkait.
Dengan kesadaran dan persiapan yang baik, risiko bencana longsor dapat diminimalkan, serta masyarakat dapat lebih siap menghadapi situasi darurat.