
Bencana Longsor di Wilayah Garut dan Sekitarnya
Hujan deras yang mengguyur wilayah selatan Kabupaten Garut pada hari Selasa, 11 November 2025 sore, menyebabkan terjadinya tanah longsor di Kecamatan Pakenjeng. Peristiwa tersebut sempat menutup jalur utama penghubung Pakenjeng-Bungbulang dan menimpa satu rumah warga di Kampung Candra Kirana, Desa Depok.
Kepala Kepolisian Sektor (Kapolsek) Pakenjeng Inspektur Polisi Satu Muslih Hidayat menjelaskan bahwa longsoran terjadi sekitar pukul 15.00. Material longsor berasal dari tebing di sisi bahu jalan akibat tingginya intensitas hujan yang mengguyur kawasan tersebut sejak siang hari.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
”Material longsor menutup badan jalan dan sebagian mengenai rumah warga,” ujar Muslih.
Rumah milik Hermawan (40) tersebut mengalami kerusakan cukup parah pada bagian belakang. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Saat kejadian, pemilik rumah berhasil menyelamatkan diri bersama keluarganya.
Menurut Muslih, panjang area longsoran mencapai 50 meter, dengan ketebalan material mencapai 4 meter. Hal itu sempat membuat arus lalu lintas di jalur provinsi tersebut tertutup total selama beberapa jam.
”Petugas gabungan dari Polsek Pakenjeng, BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) Garut, dan pemerintah desa segera melakukan penanganan di lokasi. Alat berat juga telah dikerahkan untuk membersihkan material longsor agar akses jalan dapat kembali dilalui kendaraan,” katanya.
Longsor di Wilayah Tasikmalaya
Longsor juga terjadi di Kampung Gemong, Desa Mangkonjaya, Kecamatan Bojonggambir, Kabupaten Tasikmalaya, mengakibatkan Jalan Raya Bojonggambir tertutup material tanah sepenuhnya pada Selasa sore.
Beruntung, kejadian ini tidak menimbulkan korban jiwa karena lokasi longsor jauh dari permukiman warga. Namun, dampaknya, arus lalu lintas dari arah Taraju menuju Bojonggambir dan sebaliknya lumpuh total.
Kapolsek Bojonggambir Inspektur Polisi Dua Agus Sukmana menyatakan, material longsor yang jatuh dari tebing setinggi 15 meter tersebut menimbun jalan dengan ketebalan mencapai 5 meter dan panjang hingga 7 meter. Selain tanah, puluhan pohon besar juga ikut tumbang, berserakan di antara bongkahan tanah.
Rumah Ambruk di Kota Sukabumi
Pada hari yang sama, rumah dua lantai di Jalan Sejahtera, Kampung Cikareo RT 01 RW 20, Kelurahan Dayeuhluhur, Kecamatan Warudoyong, Kota Sukabumi, tiba-tiba ambruk hingga rata dengan tanah.
Sebelum ambruk, beberapa warga mengaku sempat mendengar gemuruh dari arah belakang rumah, tepatnya di tebing bantaran Sungai Cipelang.
Kepala Pelaksana BPBD Kota Sukabumi Yosep Sabaruddin mengatakan, saat kejadian, rumah dalam keadaan kosong sehingga tak ada korban.
Upaya Penanganan dan Kesadaran Masyarakat
Bencana longsor yang terjadi di berbagai wilayah tersebut menunjukkan pentingnya kesadaran masyarakat akan risiko bencana alam, terutama di daerah yang rentan terhadap curah hujan tinggi. Petugas darurat dan instansi terkait terus bekerja keras untuk memastikan keamanan dan kelancaran lalu lintas serta memberikan bantuan kepada korban.
Selain itu, masyarakat juga diminta untuk tetap waspada dan menghindari area rawan longsor, terutama saat musim hujan. Tindakan pencegahan seperti penguatan tebing dan pembuatan saluran air juga menjadi langkah penting untuk mengurangi risiko bencana.