
PT Kencana Energi Lestari Tbk (KEEN) memberikan respons terhadap permintaan penjelasan dari Bursa Efek Indonesia (BEI) mengenai bencana banjir dan tanah longsor yang menimpa area Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) milik perusahaan.
Sebelumnya, pada 3 Desember 2025 lalu, terjadi bencana tanah longsor di sekitar PLTA Pakkat yang dikelola oleh anak usaha KEEN, yaitu PT Energi Sakti Sentosa. Lokasi PLTA tersebut berada di Kecamatan Pakkat, Kabupaten Humbang Hasundutan, Sumatra Utara.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Bencana ini menyebabkan PLTA Pakkat mengalami kerusakan pada fasilitas produksi dan harus sementara waktu berhenti beroperasi.
“Perusahaan telah menunjuk konsultan untuk melakukan pengkajian terhadap tingkat kerusakan dan upaya rehabilitasi yang dapat dilakukan. Hingga saat ini, pengkajian masih berlangsung,” ujar Corporate Secretary KEEN Diana Limardi dalam keterbukaan informasi, Rabu (10/12/2025).
Pada tanggal 3 Desember 2025, terdapat 30 tenaga kerja yang bekerja di PLTA Pakkat. Dalam kejadian ini, tidak ada korban jiwa maupun korban luka. Hingga saat ini, seluruh tenaga kerja tetap bekerja melakukan pengawasan kondisi di sekitar PLTA Pakkat serta penyelamatan aset yang ada.
Ke depannya, seluruh tenaga kerja ini akan bekerja dalam proses rehabilitasi dan pemulihan dengan mengikuti standar keselamatan kerja yang ketat.
Akibat bencana tanah longsor, PLTA Pakkat tidak dapat memasok listrik kepada PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) untuk sementara waktu. Saat ini, dampak keuangan atas insiden ini masih dikaji bersama pihak-pihak terkait.
“Tidak ada dampak hukum atas peristiwa ini terhadap PT Energi Sakti Sentosa sebagai entitas anak perusahaan,” jelas Diana.
Seluruh aset PLTA Pakkat dipastikan sudah memiliki asuransi termasuk business interruption. KEEN juga memastikan bahwa bencana yang terjadi di sekitar PLTA Pakkat tidak mengganggu kelangsungan usaha perusahaan.
Sebab, PLTA Pakkat hanyalah salah satu dari empat proyek PLTA KEEN yang telah beroperasi secara komersial. Tiga proyek PLTA lainnya tetap beroperasi normal.
“Proyek terbaru perusahaan yaitu PLTM Salu Noling akan beroperasi secara komersial pada kuartal II-2026,” tegas Diana.