Warga Gintung Mengungsi Akibat Longsor
Sebanyak 14 keluarga di Kampung Gintung, Desa Cibenda, Kecamatan Cipongkor, Kabupaten Bandung Barat terpaksa mengungsi setelah longsoran tanah melanda wilayah tersebut. Peristiwa ini terjadi pada Jumat (24/10/2025), sekitar pukul 16.00 WIB. Rumah-rumah warga yang berada di bawah tebing bukit yang longsor tidak mengalami kerusakan parah karena material longsor tidak sampai menimbun kediaman mereka. Namun, sawah yang berada di atas dan bawah bukit rusak akibat guguran tanah.
Warga yang terkena dampak peristiwa ini memilih untuk mengungsi ke rumah tetangga yang lebih aman. Meski demikian, banyak dari mereka mengalami trauma dan ketakutan setelah kejadian tersebut. Adar (60), salah satu warga, mengungkapkan bahwa dirinya merasa takut dan trauma setelah melihat longsoran tanah terjadi secara tiba-tiba. Ia juga sempat berteriak mengingatkan seorang warga yang sedang menyadap kawung di bawah tebing, sehingga orang tersebut selamat karena anaknya telah memberitahu agar meninggalkan lokasi tersebut.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Peristiwa longsor ini bukanlah yang pertama terjadi di Gintung. Pada tahun 2024 lalu, longsoran juga terjadi di beberapa titik di kawasan kampung tersebut. Salah satu titik longsor yang berada agak ke utara dari lokasi sekarang bahkan menyebabkan 10 warga hilang. Dari jumlah tersebut, 8 ditemukan meninggal dan 2 lainnya masih belum ditemukan hingga saat ini.
Kini, demi keselamatan jiwa, warga memilih untuk mengungsi dan meninggalkan perabotan atau harta benda mereka di rumah. "Ah diantep we eta nu kararitu, nu penting jiwa" (Perabotan/harta benda ditinggalkan saja, yang penting keselamatan jiwa), ujar Adar.
Kekhawatiran juga dirasakan oleh Atin (40) tahun, warga Gintung lainnya. Ia mengaku waswas jika mendengar suara petir, karena suara tersebut menjadi penanda hujan bakal melanda kawasan tersebut. "Unggal dinten hujan" (Saban hari hujan terus), ucapnya.
Cuaca Buruk Menyebabkan Kerusakan Lain
Cuaca buruk yang melanda wilayah KBB pada Jumat (24/10/2025) juga menyebabkan satu rumah roboh di Desa Cimerang, Kecamatan Padalarang. Di Kampung Sindangsari, Desa Laksanamekar, Kecamatan Padalarang, longsor menggerus jalan sebuah perumahan.
Camat Padalarang Agus Achmad Setiawan mengatakan bahwa pihaknya sudah melakukan assessment ke lokasi kejadian. "Kemarin sudah diassesment ke lokasi," katanya saat dihubungi Minggu sore.
Tindakan Pencegahan dan Pengamanan
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah KBB Asep Sehabudin menyatakan bahwa tanah longsor berjarak sekitar 20 meter dari permukiman warga serta berjarak 200 meter dari lokasi longsor pada 2024. Ia mengutip laporan dari Pemerintah Kecamatan Cipongkor perihal kejadian itu. Sementara laporan Pemerintah Kecamatan Cipongkor juga menyebutkan jumlah warga yang mengungsi mencapai 10 keluarga dan yang terancam 20 keluarga.
Dengan situasi seperti ini, masyarakat diharapkan tetap waspada dan mengambil langkah-langkah pencegahan agar tidak terjadi hal-hal yang lebih buruk. Selain itu, pemerintah setempat juga diminta untuk segera mengambil tindakan darurat dan memberikan bantuan kepada para pengungsi.