Lonjakan Penumpang di Pelabuhan Semayang Balikpapan Saat Nataru

Pelabuhan Semayang Balikpapan mengalami lonjakan penumpang yang signifikan menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru). Hal ini terlihat dari jumlah penumpang yang mencapai sekitar 2000 orang, yang berangkat menggunakan KM Lambelu milik PT PELNI pada Senin, 15 Desember 2025.
Kondisi ini menimbulkan kekacauan di terminal pemberangkatan pelabuhan, karena petugas PT PELNI kesulitan mengatur antrian penumpang. KM Lambelu yang transit di pelabuhan tersebut seharusnya diberangkatkan pada pukul 04.00 WIB dengan tujuan pelabuhan Parepare. Namun hingga pukul 03.30 WIB, masih banyak penumpang yang berada di luar pintu masuk dan belum bisa naik ke atas kapal.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Bunyi suara terompet kapal membuat penumpang semakin panik. Mereka takut ketinggalan kapal karena waktu semakin mepet, sementara banyak penumpang yang masih antri di luar pintu masuk. Kondisi berdesak-desak pun tidak bisa dihindari, sehingga antrian menjadi kacau. Penumpang saling berebut masuk ke dalam ruang pemberangkatan.
Situasi makin memburuk karena petugas hanya membuka satu pintu untuk pemeriksaan tiket. Hal ini menyebabkan proses pelayanan menjadi lamban. Beberapa anak kecil yang terhimpit di tengah desakan penumpang harus diamankan agar tidak terjadi hal yang tidak diinginkan.
Penumpang yang kesal karena tertahan di pintu masuk mulai berteriak meminta petugas membuka pintu kedua agar penumpang di luar bisa segera masuk. Akhirnya, petugas merespons permintaan tersebut dengan membuka pintu kedua. Meskipun demikian, kondisi berdesak-desakan tetap terjadi karena jumlah penumpang yang sangat besar.
Sebagai penumpang transit dari pelabuhan Pantoloan, saya cukup lama tertahan dalam antrian dan ikut berdesak-desakan di pintu masuk. Untungnya, saya berhasil masuk ke atas kapal tepat waktu. Sebelumnya, saya mengira dengan tiga jam kapal transit di pelabuhan Semayang, pelayanan pemberangkatan akan berjalan lancar. Namun ternyata saya salah.
Saya sempat memanfaatkan waktu untuk jalan-jalan menikmati kota kelahiran Balikpapan menggunakan ojek yang tersedia di lokasi pelabuhan. Namun saat kembali ke pelabuhan, masih banyak penumpang yang tertahan di luar terminal pemberangkatan. Sebagai penumpang transit, saya terpaksa ikut antri dengan penumpang yang hendak berangkat.
Pada saat berangkat dari pelabuhan Pantoloan Palu dengan waktu transit dua jam, penumpang bisa lancar naik ke atas kapal tanpa ada desak-desakan. Bisa jadi karena jumlah penumpang di Pantoloan tidak sebanyak di Balikpapan.
Kasus lonjakan penumpang di Pelabuhan Semayang Balikpapan harus diantisipasi oleh pihak PT PELNI dengan memperbaiki pelayanan di terminal pemberangkatan. Jangan sampai terulang lagi, baru melakukan antisipasi setelah kewalahan. Juga jangan menunggu sampai penumpang kesal baru membuka dua pintu masuk di terminal pemberangkatan.
Bayangkan jika saat itu hanya menggunakan satu pintu masuk dan KM Lambelu berangkat tepat waktu, dipastikan banyak penumpang akan ketinggalan kapal. Dengan harga tiket yang relatif murah, banyak masyarakat memilih menggunakan kapal Pelni untuk mudik Nataru.
Maka dari itu, PT PELNI menyiapkan tiket non sheet untuk mengakomodir penumpang yang berangkat. Terutama dari pelabuhan yang berpotensi terjadi lonjakan seperti di Pelabuhan Semayang Balikpapan.
Dalam rangka memberikan standar pelayanan terbaik bagi pelanggan, PT PELNI mengeluarkan Maklumat Pelayanan yang mencakup keselamatan, kenyamanan, dan kepuasan penumpang. Implementasi maklumat ini harus dimulai dari pemberian pelayanan penumpang di terminal pemberangkatan hingga saat penumpang sudah berada di dalam kapal.
Anak kecil yang terhimpit saat berdesak-desakan di pintu masuk terminal pemberangkatan bisa berdampak pada keselamatannya. Siapa yang bertanggung jawab jika terjadi hal demikian? Ini harus dihindari sebelum jatuh korban, mengingat banyak orang tua yang membawa anak kecil dalam pemberangkatan ke tempat tujuan, seperti di KM Lambelu.
Semoga komitmen maklumat pelayanan PT PELNI bisa dibenahi dalam situasi mudik Nataru tahun ini. Sehingga penumpang yang menggunakan jasa kapal Pelni benar-benar merasa nyaman saat pemberangkatan.