Lonjakan Permintaan Global, Nasdaq Siapkan Perdagangan Saham 24 Jam

admin.aiotrade 16 Des 2025 4 menit 18x dilihat
Lonjakan Permintaan Global, Nasdaq Siapkan Perdagangan Saham 24 Jam

Nasdaq Siap Perluas Jam Perdagangan Saham Hingga 24 Jam

Nasdaq, salah satu bursa saham terbesar di dunia, berencana untuk menerapkan sistem perdagangan saham yang berjalan hampir 24 jam selama lima hari dalam seminggu. Rencana ini diambil sebagai respons terhadap meningkatnya permintaan global terhadap saham-saham Amerika Serikat.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Pengajuan Nasdaq ke Otoritas Jasa Keuangan AS (SEC) merupakan langkah resmi pertama menuju implementasi perdagangan saham nonstop. Pada Maret lalu, Presiden Nasdaq Tal Cohen mengungkapkan bahwa pihaknya telah memulai diskusi dengan regulator dan menargetkan peluncuran pada paruh kedua 2026.

Selain Nasdaq, Bursa Efek New York (NYSE) dan Cboe Global Markets juga telah mengumumkan rencana serupa untuk mengadopsi sistem perdagangan 24 jam. Menurut Senior Vice President North American Markets Nasdaq, Chuck Mack, tren globalisasi telah membuat pasar AS menjadi lebih global dari sebelumnya.

Permintaan investor terhadap perdagangan saham AS tanpa henti meningkat dalam beberapa tahun terakhir. Hal ini mendorong regulator untuk memberikan aturan baru dan lampu hijau bagi proposal bursa-bursa besar untuk memperpanjang jam perdagangan.

Saat ini, pasar saham AS mencakup hampir dua pertiga dari total nilai pasar perusahaan tercatat di dunia. Selain itu, total kepemilikan asing atas saham AS mencapai US$17 triliun pada tahun lalu, berdasarkan data Nasdaq.

Perubahan Sesi Perdagangan Harian

Nasdaq berencana memperluas jam perdagangan saham dan produk yang diperdagangkan di bursa (exchange-traded products) dari 16 jam menjadi 23 jam per hari, lima hari dalam seminggu atau 23/5.

Saat ini, Nasdaq mengoperasikan tiga sesi perdagangan pada hari kerja: pra-pasar dari pukul 04.00 hingga 09.30 waktu AS bagian Timur, sesi reguler dari 09.30 hingga 16.00, serta pascapasar dari 16.00 hingga 20.00.

Dalam skema baru 23/5, Nasdaq akan mengoperasikan dua sesi perdagangan. Sesi siang dimulai pukul 04.00 hingga 20.00, dilanjutkan jeda satu jam untuk pemeliharaan, pengujian, dan kliring transaksi. Sesi malam akan berlangsung dari pukul 21.00 hingga 04.00 pada hari kalender berikutnya.

Sesi siang tetap mencakup perdagangan pra-pasar, reguler, dan pascapasar, dengan bel pembukaan pada pukul 09.30 dan bel penutupan pada pukul 16.00. Pada sesi malam, transaksi yang dilakukan antara pukul 21.00 hingga tengah malam akan dicatat sebagai transaksi untuk hari perdagangan berikutnya.

Dengan rencana ini, pekan perdagangan Nasdaq akan dimulai pada Minggu pukul 21.00 dan berakhir pada Jumat pukul 20.00 setelah sesi siang berakhir.

Tantangan dan Risiko

Keberhasilan penerapan perdagangan sepanjang waktu ini bergantung pada peningkatan sistem pemrosesan informasi sekuritas yang menampilkan kuotasi saham paling akurat di bursa AS. Pusat kliring utama, U.S. Depository Trust and Clearing Corp. (DTCC), dijadwalkan menerapkan kliring nonstop untuk saham pada akhir 2026.

Pendukung perdagangan 24 jam berargumen bahwa kebijakan ini memungkinkan investor, terutama yang berbasis di luar AS, merespons lebih cepat terhadap perkembangan yang terjadi di luar jam pasar reguler.

Namun, bank-bank besar Wall Street bersikap lebih hati-hati, dengan menyoroti risiko likuiditas yang lebih rendah, volatilitas yang lebih tinggi, serta ketidakpastian imbal hasil investasi.

Akses Sesuai Zona Waktu

Mack menyebutkan bahwa meski volume perdagangan di luar jam reguler umumnya jauh lebih rendah, permintaan perdagangan pada jam malam AS terus meningkat. Investor yang ingin bertransaksi 24 jam saat ini banyak mengandalkan venue perdagangan di luar bursa (off-exchange) atau sistem perdagangan alternatif, seperti Blue Ocean, Bruce ATS, dan OTC Moon.

“Kami melihat peningkatan permintaan terhadap saham-saham yang tercatat di Nasdaq dari investor di luar AS, jauh lebih besar dibandingkan sebelumnya. Investor global ingin mengakses pasar besar ini dengan cara mereka sendiri dan sesuai dengan zona waktu mereka,” ujar Mack.

Jam perdagangan di bursa besar seperti NYSE telah berlangsung lebih dari satu abad, sejak transaksi saham dilakukan secara langsung di lantai bursa oleh pialang yang mencatat pesanan di atas kertas. Meski sebagian besar perdagangan kini telah dilakukan secara elektronik, jam perdagangan di sebagian besar bursa AS relatif tidak berubah selama puluhan tahun.

Awal tahun ini, Nasdaq juga mengajukan izin kepada regulator AS untuk memperkenalkan perdagangan saham bertoken (tokenized stocks), seiring upaya memanfaatkan lonjakan minat terhadap tokenisasi di tengah pelonggaran regulasi kripto pada era pemerintahan Presiden Donald Trump.

“Ketika pasar berada dalam tekanan dan volatilitas meningkat, lalu lintas dan aktivitas perdagangan biasanya melonjak signifikan. Kami telah membangun sistem yang sangat tangguh, berkapasitas besar, dan mampu menangani situasi seperti itu,” kata Mack.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan