Lonjakan Saham CBRE, IRSX, dan INET Saat Pesta Rights Issue

admin.aiotrade 15 Des 2025 3 menit 31x dilihat
Lonjakan Saham CBRE, IRSX, dan INET Saat Pesta Rights Issue


aiotrade, JAKARTA — Tahun 2025 menjadi tahun yang dinamis bagi sejumlah perusahaan terbuka (emiten) di Indonesia. Banyak dari mereka merancang aksi rights issue untuk mendanai ekspansi bisnis dan memperkuat struktur keuangan. Beberapa emiten yang mengumumkan rencana aksi korporasi ini antara lain PT Cakra Buana Resources Energi Tbk. (CBRE), PT Folago Global Nusantara Tbk. (IRSX), hingga PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk. (INET). Di tengah tren ini, saham-saham tersebut melonjak signifikan.

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), harga saham CBRE telah meningkat drastis sebesar 5.718,79% atau lebih dari 50 kali lipat sepanjang tahun berjalan (year to date/ytd). Lonjakan ini terjadi seiring dengan rencana emiten jasa pelayaran ini melakukan rights issue sebanyak-banyaknya 48 miliar saham.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Sementara itu, harga saham IRSX melonjak sebesar 2.125,81% atau lebih dari 20 kali lipat ytd. Emiten ini juga merencanakan aksi rights issue sebanyak 12,39 miliar saham. Sedangkan saham INET melonjak sebesar 1.356,9% ytd. Dalam aksi rights issue, INET akan menerbitkan maksimal 12,8 miliar saham baru dengan harga pelaksanaan Rp250 per saham.

Selain itu, saham PT Solusi Sinergi Digital Tbk. (WIFI) melonjak 782,93% ytd. WIFI melakukan rights issue dengan menerbitkan 2,95 miliar saham baru dan mengumpulkan dana senilai Rp5,9 triliun. Saham-saham lainnya yang juga melonjak di tengah aksi rights issue antara lain:

  • PT Sanurhasta Mitra Tbk. (MINA) naik 938,30%
  • PT Garuda Maintenance Facility Aero Asia Tbk. (GMFI) naik 175,51%
  • PT MD Entertainment Tbk. (FILM) naik 201,37%

Berdasarkan data BEI, sepanjang 2025, terdapat 12 emiten yang menerbitkan rights issue, dengan total nilai hasil rights issue mencapai Rp17,5 triliun.

Equity Analyst PT Indo Premier Sekuritas (IPOT), David Kurniawan, menjelaskan bahwa secara umum rights issue digunakan untuk ekspansi bisnis, bukan hanya sekadar aksi korporasi. Ia menambahkan bahwa rights issue bisa memperkuat neraca keuangan dan ekspektasi publik serta narasi pertumbuhan bisa memicu re-rating saham.

Menurut David, pada 2026, aksi rights issue diprediksi akan semakin semarak. Beberapa sentimen yang dapat memengaruhi antara lain suku bunga global dan arah The Fed. Selain itu, stabilitas indeks harga saham gabungan (IHSG) dan arus modal asing juga menjadi faktor penting. Kinerja emiten dan narasi pertumbuhan ekonomi pun akan menjadi fokus utama.

Dari sisi sektor, beberapa bidang diproyeksikan akan ramai melakukan aksi rights issue pada 2026, antara lain:

  • Sektor digital dan telekomunikasi, karena kebutuhan belanja modal (capital expenditure/capex) yang besar.
  • Sektor transportasi dan aviasi, seiring dengan aksi konsolidasi, recovery, dan restrukturisasi.
  • Sektor energi dan infrastruktur, didorong oleh proyek jangka panjang.
  • Sektor properti, yang sebelumnya tertunda karena pasar belum kondusif, kemungkinan akan kembali mempertimbangkan aksi korporasi pada 2026.

Analis Kiwoom Sekuritas Indonesia Abdul Azis Setyo Wibowo menambahkan bahwa aksi korporasi seperti rights issue dilakukan karena adanya ekspansi yang dilakukan oleh emiten. Dengan demikian, aksi korporasi ini akan berdampak positif pada kinerja ke depannya.

"Aksi korporasi ini bisa menjadi katalis positif dan pelaku pasar sudah melakukan priced in," ujar Azis.

Dia menilai bahwa aksi rights issue pada 2026 berpotensi semarak, mengingat pertumbuhan ekonomi Indonesia yang ditargetkan tumbuh, sehingga mendorong ekspansi perusahaan.

Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. aiotrade tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan