
Yogyakarta dan Surakarta Jadi Tujuan Wisata Wellness yang Menarik Perhatian
Yogyakarta dan Surakarta, dua kota kembar di tengah Jawa, akan menjadi tuan rumah Wonderful Indonesia Wellness Festival pada November 2025. Acara ini mengangkat kekayaan tradisi kebugaran khas Kerajaan Mataram, yang menarik minat wisatawan dari berbagai belahan dunia. Fenomena ini tidak hanya menunjukkan daya tarik dua kota tersebut, tetapi juga mencerminkan tren baru dalam pariwisata, yaitu semakin banyak orang yang bepergian untuk menyegarkan tubuh dan pikiran.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Berikut adalah lima hal menarik di balik peningkatan minat wisatawan terhadap Yogyakarta dan Surakarta:
1. Lonjakan Pencarian Akomodasi Jelang Festival
Platform perjalanan digital Agoda mencatat peningkatan signifikan dalam pencarian akomodasi ke Yogyakarta dan Surakarta selama periode festival. Pencarian ke Yogyakarta naik sekitar 15 persen, sementara Surakarta melonjak hingga 119 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Festival yang digelar pada November ini menghadirkan dua agenda utama, yakni Jogja Cultural Wellness Festival (JCWF) 2025 di Yogyakarta dan Royal Surakarta Wellness Festival (RSWF) di Surakarta.
2. Wisatawan Korea Selatan Paling Antusias
Korea Selatan menempati urutan teratas dalam peningkatan minat berkunjung, dengan lonjakan pencarian mencapai 1.121 persen dibanding tahun lalu. Minat besar ini sejalan dengan upaya promosi pariwisata Indonesia yang sebelumnya dilakukan di Seoul pada September lalu. Selain Korea Selatan, peningkatan juga datang dari Thailand (221 persen) dan Jepang (16 persen). Tiga negara lain yang konsisten menunjukkan minat tinggi adalah Malaysia, Singapura, dan Korea Selatan sendiri.
3. Tren Wellness Tourism Makin Menguat
Peningkatan ini memperlihatkan tren global yang lebih luas: wisata kebugaran kini bukan lagi tren sesaat, tapi sudah menjadi bagian dari gaya hidup perjalanan. Banyak wisatawan mencari pengalaman yang tidak hanya menyenangkan, tetapi juga menenangkan dan menyehatkan. Dalam konteks ini, Yogyakarta dan Surakarta menawarkan kombinasi unik antara praktik kebugaran tradisional Jawa dan pendekatan modern terhadap kesehatan holistik.
4. Warisan Kebugaran Jawa Jadi Sorotan
Festival Wonderful Indonesia Wellness Festival berfokus pada warisan kebugaran dari Kerajaan Mataram yang kaya akan ritual dan filosofi. Tradisi pijat Jawa, jamu, hingga meditasi berbasis budaya akan dikemas bersama musik dan seni pertunjukan. Pendekatan ini memperlihatkan bagaimana nilai budaya bisa dihidupkan kembali dengan cara yang relevan bagi generasi sekarang, sekaligus menjadi daya tarik bagi wisatawan internasional.
5. Indonesia di Jalur Menuju Pusat Wellness Asia
Menurut laporan Global Wellness Institute, Indonesia kini menempati peringkat enam besar ekonomi kebugaran di kawasan Asia Pasifik dan mencatat pertumbuhan ketiga tertinggi. Dengan dukungan pemerintah dan meningkatnya minat wisatawan asing, potensi Indonesia sebagai pusat wisata kebugaran di kawasan semakin terbuka. Gede Gunawan, Senior Country Director Agoda untuk Indonesia, menyebut bahwa potensi pariwisata kebugaran di Indonesia masih sangat luas, terutama di luar destinasi populer seperti Bali. Ia menilai, kekayaan budaya dan tradisi daerah bisa menjadi kekuatan utama untuk menarik wisatawan yang mencari pengalaman autentik dan menyegarkan.
Analisis ini didasarkan pada pencarian akomodasi di platform Agoda untuk destinasi Yogyakarta dan Surakarta, baik oleh wisatawan domestik maupun internasional, yang dilakukan antara 1 September hingga 10 Oktober 2025 untuk periode menginap pada November. Perbandingan dilakukan terhadap periode yang sama pada tahun sebelumnya.