
BANGKA, aiotrade – Ratusan petugas survei akan dipekerjakan untuk melaksanakan Sensus Ekonomi Nasional 2026 di Kota Pangkalpinang, Kepulauan Bangka Belitung.
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Pangkalpinang, Dewi Savitri menyampaikan bahwa para surveyor yang direkrut berasal dari masyarakat umum dan mahasiswa yang telah mendapatkan izin dari kampus masing-masing.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
"Kami perkirakan lebih dari 100 orang akan terlibat dalam kegiatan sensus ekonomi selama dua bulan," ujar Dewi seusai menghadiri kegiatan forum jurnalis data statistik di Pangkalpinang, Rabu (10/12/2025).
Dewi menjelaskan bahwa proses perekrutan surveyor akan dimulai pada Februari 2026, sesuai dengan jadwal pelaksanaan program Sensus Ekonomi Nasional. Menurutnya, sensus ini sangat penting karena dilaksanakan sekali dalam sepuluh tahun.
"Di dalam sensus ini terdapat survei badan usaha dan ekonomi masyarakat. Responden maupun petugas harus memberikan informasi yang benar, sesuai aturan yang berlaku," jelas Dewi.
Gaji yang akan diterima oleh para surveyor diperkirakan berkisar antara Rp 4 juta per bulan, dengan masa kerja selama dua bulan. Dewi menekankan bahwa surveyor harus memiliki waktu penuh selama tahapan survei berlangsung.
"Nanti kami akan sampaikan juga saat perekrutannya, baik secara online atau melalui pengumuman di BPS," ucapnya.
Sensus Ekonomi Nasional akan mencakup pengisian kuesioner online yang berlangsung dari 1 hingga 31 Mei 2026, dilanjutkan dengan pendataan lapangan pada periode Juni hingga Juli 2026.
Hasil dari sensus ini akan menjadi pertimbangan penting bagi pemerintah dalam menentukan kebijakan dan arah pembangunan menuju Indonesia Emas 2045.
Proses Pelaksanaan Sensus Ekonomi Nasional
Berikut adalah rincian tahapan pelaksanaan Sensus Ekonomi Nasional:
- Perekrutan Surveyor
Proses rekrutmen akan dimulai pada Februari 2026. Petugas survei akan berasal dari masyarakat umum dan mahasiswa yang telah mendapatkan izin dari kampus. - Jumlah petugas yang direkrut diperkirakan mencapai lebih dari 100 orang.
-
Gaji yang diberikan berkisar antara Rp 4 juta per bulan, dengan masa kerja selama dua bulan.
-
Pengisian Kuesioner Online
Tahapan ini akan berlangsung dari 1 hingga 31 Mei 2026. - Responden akan mengisi kuesioner secara online.
-
Proses ini bertujuan untuk memperoleh data awal mengenai aktivitas ekonomi.
-
Pendataan Lapangan
Setelah pengisian kuesioner online selesai, dilanjutkan dengan pendataan lapangan pada periode Juni hingga Juli 2026. - Petugas akan melakukan kunjungan langsung ke lokasi responden.
- Data yang dikumpulkan akan digunakan sebagai dasar pengambilan keputusan oleh pemerintah.
Pentingnya Sensus Ekonomi Nasional
Sensus Ekonomi Nasional merupakan salah satu kegiatan penting yang dilakukan setiap sepuluh tahun. Tujuan utamanya adalah untuk memperoleh data akurat mengenai kondisi ekonomi masyarakat dan bisnis.
- Data yang diperoleh akan digunakan untuk menentukan kebijakan pemerintah.
- Hasil sensus juga menjadi acuan dalam merancang arah pembangunan nasional.
- Dengan data yang valid, pemerintah dapat membuat kebijakan yang lebih tepat sasaran.
Selain itu, sensus ini juga membantu dalam memahami dinamika ekonomi di berbagai daerah. Hal ini sangat penting dalam upaya mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.
Persiapan dan Pengawasan
Untuk memastikan kelancaran pelaksanaan sensus, BPS Pangkalpinang akan melakukan beberapa persiapan.
- Rekrutmen petugas akan dilakukan secara terbuka, baik melalui media online maupun pengumuman langsung.
- Petugas akan diberikan pelatihan agar dapat menjalankan tugas dengan baik.
- Seluruh data yang dikumpulkan akan diawasi ketat untuk memastikan keakuratan dan keamanan.
Dewi Savitri juga menegaskan bahwa semua petugas harus mematuhi aturan yang berlaku. Hal ini bertujuan untuk menjaga integritas dan kredibilitas hasil sensus.