LQ45 Tertinggal dari IHSG, Saham Perbankan Terpuruk

admin.aiotrade 11 Des 2025 3 menit 13x dilihat
LQ45 Tertinggal dari IHSG, Saham Perbankan Terpuruk


aiotrade,
JAKARTA – Performa indeks saham yang paling likuid dengan kapitalisasi pasar besar sepanjang tahun ini tidak terlalu mengesankan. Hal ini terlihat dari kinerja indeks LQ45 yang jauh di bawah atau underperform indeks harga saham gabungan (IHSG).

Menurut Abdul Azis Setyo Wibowo, Equity Research Kiwoom Sekuritas Indonesia, penguatan terbatas saham LQ45 sepanjang tahun ini disebabkan oleh kinerja saham-saham perbankan yang masih tertekan. Faktor lain yang memengaruhi adalah performa bank yang belum stabil.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

"Di sisi lain, pertumbuhan kredit juga masih melambat sehingga menjadi penghambat pergerakan saham perbankan," ujarnya.

Berdasarkan penutupan pasar pada hari Kamis (11/12/2025), indeks harga saham gabungan (IHSG) ditutup turun 0,92% ke 8.620,49. Meski melemah, level indeks komposit menunjukkan penguatan 21,76% secara year to date (YtD). Sementara itu, indeks LQ45 hari ini ditutup turun 1,15% ke 847,09, mencerminkan pertumbuhan hanya 2,47% YtD.

Jika dianalisis lebih lanjut, saham-saham bank anggota LQ45 hari ini turun secara bersamaan. Saham PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) ditutup turun 0,93% ke Rp8.000, saham PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) turun 1,09% ke Rp3.620, dan saham PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI) turun 0,40% ke Rp4.950.

Selain itu, saham PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. (BBTN) ditutup turun 0,45% ke Rp1.095, serta saham PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BBNI) turun 1,86% ke Rp4.230.

Melemahnya saham-saham bank berkapitalisasi besar tersebut menjadi tantangan bagi penguatan IHSG di sisa tahun ini. Namun, ada katalis positif seperti pemangkasan suku bunga The Fed dan fenomena Santa Claus Rally di akhir tahun ini.

"Nilai kurs saat ini masih fluktuatif dan data penyaluran kredit yang belum tumbuh hingga double digit menjadi penantian oleh pelaku pasar. Namun, kami melihat jika perekonomian Indonesia bisa tumbuh pesat tahun depan, ini akan berpotensi mendorong kenaikan saham-saham LQ45," tambahnya.

Sementara itu, Hari Rachmansyah, Equity Analyst PT Indo Premier Sekuritas (IPOT), mengatakan bahwa keputusan The Fed untuk memangkas suku bunga acuan sebesar 25 basis poin (bps) di bulan Desember ini akan mendorong aliran modal asing masuk ke dalam negeri. Namun, sampai hal itu membuat kinerja saham LQ45 terdongkrak, menurutnya akan memerlukan waktu. Investor asing akan tetap selektif.

"Pemangkasan suku bunga The Fed ditambah faktor Santa Claus Rally berpotensi memicu momentum jangka pendek pada saham LQ45, terutama yang sensitif terhadap suku bunga seperti bank dan properti. Namun mengingat IHSG sudah reli signifikan, ruang kenaikan tambahan kemungkinan lebih terbatas," ujar Hari.

Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. aiotrade tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan