
Rute Baru LRT Jakarta Akan Beroperasi Penuh pada Agustus 2026
Direktur Utama PT LRT Jakarta, Roberto Akyuwen, mengungkapkan bahwa rute baru light rail transit (LRT) Jakarta yang menghubungkan Velodrome di Pulogadung, Jakarta Timur, dengan kawasan Manggarai akan beroperasi penuh pada Agustus tahun depan. Saat ini, pembangunan jalur tersebut masih dalam proses dan diharapkan selesai pada Desember 2025.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Rute baru ini memiliki panjang 5,8 kilometer dengan lima stasiun yang akan melayani penumpang. Menurut Roberto, proyek ini bertujuan untuk mendekatkan layanan LRT Jakarta dengan hub transportasi di Dukuh Atas. Ia menyampaikan hal ini saat berbicara kepada media pada Kamis, 30 Oktober 2025.
Pertumbuhan Penumpang yang Signifikan
Roberto memperkirakan jumlah penumpang di rute baru ini akan meningkat hingga 10 kali lipat dibandingkan rute yang ada saat ini. Dalam sehari, kereta ringan ini diperkirakan dapat mengangkut antara 30 hingga 70 ribu penumpang. Harga tiket untuk rute ini ditetapkan sebesar Rp 60 ribu, yang lebih tinggi dari harga tiket di rute Pegangsaan Dua-Velodrome yang hanya Rp 5 ribu.
“Harga tiket ini lebih tinggi karena utilisasi kereta lebih tinggi. Jadi, biaya per penumpang ekonomi menjadi Rp 60 ribu. Hal ini juga mengurangi subsidi sebesar Rp 55 ribu. Mudah-mudahan subsidi semakin tipis, dengan catatan laba juga meningkat,” ujarnya.
Sejarah dan Perkembangan LRT Jakarta
LRT Jakarta pertama kali beroperasi pada 1 Desember 2019. Proyek ini dibangun oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta sebagai bagian dari upaya melengkapi transportasi massal di Ibu Kota sekaligus menyambut Asian Games 2018.
Saat ini, rute LRT Jakarta hanya mencakup 5,8 kilometer dengan enam stasiun yang membentang dari Stasiun Penganggaran Dua di Kelapa Gading, Jakarta Utara, ke Velodrome di Pulogadung, Jakarta Timur. LRT Jakarta memiliki delapan rangkaian yang disulap menjadi empat train set. Seluruh kereta LRT ini dibuat oleh Hyundai Rotem dari Korea Selatan.
Dalam sekali perjalanan, kereta ini bisa mengangkut 270 penumpang, dengan 15 kursi prioritas. Namun, penumpang LRT Jakarta baru mencapai 10 persen dari total kapasitas penuh. Dalam setahun, LRT Jakarta hanya bisa mengangkut 1,2 juta penumpang.
Kinerja Keuangan LRT Jakarta
Meski menjadi perusahaan kecil di antara anak usaha PT Jakarta Propertindo atau Jakpro, Roberto menambahkan bahwa LRT Jakarta masih mengantongi laba kotor sebesar Rp 103 miliar pada 2024. Jumlah ini meningkat 1,90 persen dari tahun sebelumnya. Pendapatan LRT tercatat sebesar Rp 265,2 miliar dengan laba usaha Rp 7,8 miliar. Mayoritas pendapatan masih ditopang dari subsidi sebesar 94 persen.
Total aset LRT Jakarta tercatat sebesar 389,9 miliar pada 2024 atau meningkat 2,22 persen dibandingkan 2023. “Kami salah satu perusahaan terkecil dari pengertian aset, tapi memberi laba terbesar di antara tujuh anak usaha Jakpro,” katanya.
Tantangan dan Harapan Masa Depan
Dengan perkembangan yang pesat, LRT Jakarta diharapkan mampu menjadi alternatif transportasi yang efisien dan ramah lingkungan. Dengan adanya rute baru yang akan segera beroperasi, diharapkan mampu mengurangi kemacetan dan meningkatkan kualitas hidup warga Jakarta. Selain itu, peningkatan jumlah penumpang dan pendapatan akan menjadi indikator keberhasilan proyek ini dalam jangka panjang.